Dilansir Investopedia, EOQ atau Economic Order Quantity adalah metode perhitungan yang digunakan untuk menentukan jumlah pembelian persediaan yang paling ekonomis dalam satu kali pemesanan.
Tujuan utamanya sederhana: bisnis memiliki stok yang cukup untuk memenuhi kebutuhan tanpa terlalu sering melakukan pemesanan dan tanpa menyimpan persediaan terlalu banyak di gudang.
Dalam praktiknya, pengelolaan stok sering menghadapi dua kondisi yang berlawanan. Jika bisnis terlalu sering memesan dalam jumlah kecil, biaya pemesanan bisa meningkat. Sebaliknya, jika memesan terlalu banyak sekaligus, biaya penyimpanan dan risiko barang menumpuk juga ikut naik.
Di sinilah rumus EOQ membantu bisnis mencari titik yang lebih seimbang antara biaya pemesanan dan biaya penyimpanan.
Metode ini banyak digunakan dalam pengelolaan persediaan pada bisnis retail, distribusi, manufaktur, hingga F&B yang mempunyai kebutuhan stok berulang.
Mengapa Rumus EOQ Penting untuk Bisnis?
Pengelolaan persediaan bukan sekadar memastikan barang tersedia di gudang. Stok juga berhubungan langsung dengan modal kerja, biaya operasional, dan kelancaran penjualan.
Barang yang terlalu banyak disimpan dapat menahan modal perusahaan. Sebaliknya, stok terlalu sedikit dapat menyebabkan kehilangan peluang penjualan.
Menggunakan EOQ membantu perusahaan menentukan jumlah pembelian berdasarkan data, bukan sekadar perkiraan.
Beberapa manfaatnya antara lain:
- mengurangi biaya penyimpanan;
- mengoptimalkan frekuensi pemesanan;
- mengurangi risiko stok berlebih;
- membantu mencegah kehabisan barang;
- menjaga modal kerja lebih efisien;
- membantu perencanaan pembelian.
Bagi bisnis dengan banyak SKU, pendekatan seperti ini menjadi semakin penting karena keputusan pembelian tidak bisa selalu dilakukan berdasarkan intuisi.
Apa Saja Komponen dalam Rumus EOQ?
Sebelum menghitung EOQ, terdapat tiga komponen utama yang perlu diketahui.
1. Permintaan Tahunan atau D
Permintaan tahunan adalah jumlah barang yang diperkirakan terjual atau digunakan dalam satu tahun.
Biasanya data ini dapat diperoleh dari:
- histori penjualan;
- laporan transaksi;
- proyeksi permintaan;
- kebutuhan produksi.
Sebagai contoh, sebuah toko menjual rata-rata 1.000 unit produk setiap bulan.
Maka kebutuhan tahunannya sekitar:
12 × 1.000 = 12.000 unit.
Nilai 12.000 tersebut menjadi variabel D.
2. Biaya Pemesanan atau S
Biaya pemesanan adalah biaya yang timbul setiap kali bisnis melakukan pesanan kepada pemasok.
Biaya ini tidak selalu sebatas ongkos kirim.
Beberapa komponen yang dapat termasuk biaya pemesanan adalah:
- administrasi pembelian;
- ongkos pengiriman;
- biaya pemrosesan pesanan;
- biaya penerimaan barang;
- biaya tenaga kerja terkait pemesanan.
Misalnya setiap pemesanan rata-rata membutuhkan biaya Rp150.000, maka nilai S = Rp150.000.
3. Biaya Penyimpanan atau H
Biaya penyimpanan adalah biaya yang dikeluarkan untuk menyimpan satu unit barang selama satu tahun.
Biaya ini dapat meliputi:
- sewa gudang;
- listrik;
- asuransi persediaan;
- biaya keamanan;
- kerusakan barang;
- penyusutan;
- biaya modal yang tertahan dalam stok.
Misalnya biaya menyimpan satu unit barang selama setahun adalah Rp5.000.
Maka H = Rp5.000.
Rumus EOQ
Secara umum, rumus EOQ adalah:
EOQ = √((2 × D × S) / H)
Keterangan:
- EOQ = jumlah pemesanan ekonomis;
- D = permintaan tahunan;
- S = biaya setiap pemesanan;
- H = biaya penyimpanan per unit per tahun.
Rumus ini membantu mencari jumlah pembelian yang membuat kombinasi biaya pemesanan dan penyimpanan berada pada tingkat yang relatif optimal.
Cara Menghitung EOQ
Agar lebih mudah dipahami, berikut contoh sederhananya.
Sebuah toko memiliki data sebagai berikut:
- kebutuhan produk selama setahun: 12.000 unit;
- biaya setiap pemesanan: Rp150.000;
- biaya penyimpanan per unit per tahun: Rp5.000.
Maka:
D = 12.000
S = Rp150.000
H = Rp5.000
Masukkan ke dalam rumus:
EOQ = √((2 × 12.000 × 150.000) / 5.000)
Langkah pertama:
2 × 12.000 × 150.000 = 3.600.000.000
Kemudian:
3.600.000.000 ÷ 5.000 = 720.000
Selanjutnya:
√720.000 ≈ 848,5
Maka jumlah pemesanan ekonomisnya sekitar 849 unit dalam satu kali pembelian.
Artinya, berdasarkan asumsi tersebut, perusahaan dapat mempertimbangkan memesan sekitar 849 unit setiap kali melakukan pembelian. Program kasir dapat mengurangi kesalahan pencatatan transaksi secara manual.
Berapa Kali Bisnis Harus Melakukan Pemesanan?
Setelah mengetahui EOQ, perusahaan juga dapat memperkirakan jumlah pemesanan dalam setahun.
Rumusnya:
Frekuensi Pemesanan = Permintaan Tahunan ÷ EOQ
Menggunakan contoh sebelumnya:
12.000 ÷ 849 ≈ 14,13
Artinya, bisnis membutuhkan sekitar 14 kali pemesanan dalam satu tahun.
Jika dibagi rata:
365 ÷ 14 ≈ 26 hari
Secara sederhana, bisnis dapat melakukan pemesanan sekitar setiap 26 hari sekali.
Namun, angka ini tetap perlu disesuaikan dengan kondisi nyata seperti waktu pengiriman pemasok dan perubahan permintaan.
Contoh Rumus EOQ pada Bisnis Retail
Misalnya sebuah toko retail menjual produk minuman dengan data:
- permintaan tahunan: 24.000 botol;
- biaya pemesanan: Rp100.000 per pesanan;
- biaya penyimpanan: Rp2.500 per botol per tahun.
Maka:
EOQ = √((2 × 24.000 × 100.000) / 2.500)
= √1.920.000
≈ 1.386 unit
Artinya, jumlah pemesanan yang dapat dipertimbangkan adalah sekitar 1.386 botol setiap kali membeli stok.
Frekuensi pemesanan:
24.000 ÷ 1.386 ≈ 17 kali per tahun.
Dengan pendekatan ini, bisnis dapat mengurangi keputusan pembelian berdasarkan perkiraan semata.
Contoh EOQ pada Bisnis F&B
Konsep EOQ juga dapat digunakan pada bisnis F&B, terutama untuk bahan yang memiliki pola pemakaian relatif stabil.
Misalnya sebuah kedai kopi menggunakan biji kopi dengan data:
- kebutuhan setahun: 6.000 kilogram;
- biaya pemesanan: Rp200.000;
- biaya penyimpanan: Rp10.000 per kilogram per tahun.
Maka:
EOQ = √((2 × 6.000 × 200.000) / 10.000)
= √240.000
≈ 490 kilogram
Artinya, secara teoritis kedai tersebut dapat mempertimbangkan pembelian sekitar 490 kilogram biji kopi setiap kali pemesanan.
Namun untuk bahan makanan, bisnis juga perlu mempertimbangkan:
- masa kedaluwarsa;
- kapasitas penyimpanan;
- kualitas bahan;
- perubahan permintaan;
- ketahanan produk.
Karena itu, angka EOQ bukan satu-satunya dasar pengambilan keputusan. Mesin POS kasir membantu mempercepat transaksi sekaligus mencatat data penjualan.
Asumsi yang Digunakan dalam EOQ
Rumus EOQ bekerja dengan sejumlah asumsi dasar.
Memahami asumsi ini penting agar hasil perhitungan tidak digunakan secara keliru.
Permintaan Relatif Stabil
EOQ mengasumsikan tingkat permintaan dapat diperkirakan dengan cukup baik.
Jika penjualan sangat fluktuatif, hasil EOQ perlu dikombinasikan dengan metode peramalan lainnya.
Waktu Pemesanan Relatif Konsisten
Rumus dasar EOQ menganggap waktu antara pemesanan dan penerimaan barang relatif dapat diprediksi.
Jika pemasok sering terlambat, perusahaan membutuhkan tambahan stok pengaman.
Harga Produk Relatif Tetap
Model EOQ sederhana tidak memperhitungkan perubahan harga pembelian secara ekstrem.
Jika pemasok memberikan diskon berdasarkan kuantitas, bisnis perlu membandingkan manfaat diskon tersebut dengan tambahan biaya penyimpanan.
Barang Diterima Sekaligus
Dalam model EOQ dasar, pesanan diasumsikan masuk ke persediaan dalam satu waktu.
Kondisi ini berbeda dengan proses produksi internal yang barangnya tersedia secara bertahap.
Apa Perbedaan EOQ dan Reorder Point?
EOQ dan reorder point sering digunakan bersamaan, tetapi memiliki fungsi berbeda.
EOQ Menjawab “Berapa Banyak?”
EOQ menentukan jumlah barang yang sebaiknya dibeli dalam satu kali pemesanan.
Contohnya:
Bisnis perlu memesan sekitar 800 unit setiap kali membeli barang.
Reorder Point Menjawab “Kapan?”
Reorder point menunjukkan kapan perusahaan harus mulai melakukan pemesanan kembali.
Misalnya saat stok tersisa 250 unit, perusahaan harus melakukan pesanan baru.
Dengan demikian:
EOQ = berapa jumlah yang dipesan
Reorder Point = kapan harus memesan
Keduanya dapat digunakan bersama untuk membuat pengelolaan persediaan lebih terstruktur.
Rumus Reorder Point
Secara sederhana:
Reorder Point = Penggunaan Rata-rata per Hari × Lead Time
Sebagai contoh:
Sebuah toko menjual 40 unit per hari.
Waktu pengiriman pemasok adalah lima hari.
Maka:
40 × 5 = 200 unit
Artinya, saat stok mencapai 200 unit, bisnis sebaiknya melakukan pemesanan kembali.
Jika perusahaan menggunakan stok pengaman, rumusnya dapat menjadi:
Reorder Point = (Pemakaian Harian × Lead Time) + Safety Stock
Apa Itu Safety Stock?

Safety stock adalah stok tambahan yang disimpan untuk menghadapi ketidakpastian.
Contohnya:
- permintaan tiba-tiba meningkat;
- pemasok terlambat;
- pengiriman terganggu;
- promosi meningkatkan penjualan;
- permintaan musiman berubah.
Misalnya kebutuhan normal selama waktu tunggu adalah 200 unit, tetapi perusahaan menyimpan tambahan 50 unit sebagai safety stock.
Maka titik pemesanan kembali menjadi:
200 + 50 = 250 unit.
Dengan begitu, bisnis memiliki cadangan apabila terjadi perubahan permintaan atau keterlambatan pengiriman. Aplikasi kasir PC memudahkan pengelolaan transaksi melalui komputer bisnis.
Perbedaan EOQ dan EPQ
Selain EOQ, terdapat istilah Economic Production Quantity atau EPQ.
Keduanya digunakan untuk mengoptimalkan persediaan, tetapi konteks penggunaannya berbeda.
EOQ
EOQ umumnya digunakan ketika perusahaan membeli barang dari pemasok.
Barang dianggap diterima sekaligus setelah pesanan datang.
EPQ
EPQ lebih sesuai ketika perusahaan memproduksi barang sendiri.
Persediaan bertambah secara bertahap selama proses produksi berlangsung.
Karena itu, bisnis manufaktur dapat membutuhkan model yang berbeda dibandingkan bisnis perdagangan.
Manfaat EOQ untuk Pengelolaan Stok
1. Mengurangi Stok Berlebih
Terlalu banyak persediaan berarti sebagian modal perusahaan tertahan dalam bentuk barang.
EOQ membantu perusahaan menentukan jumlah pembelian yang lebih terukur.
2. Menekan Biaya Penyimpanan
Semakin lama dan semakin banyak barang disimpan, semakin tinggi biaya gudang yang dikeluarkan.
EOQ membantu mencari keseimbangan antara frekuensi pemesanan dan jumlah stok.
3. Mengurangi Frekuensi Pemesanan yang Tidak Efisien
Pemesanan terlalu sering juga mempunyai biaya.
Ada proses administrasi, penerimaan barang, transportasi, dan waktu tenaga kerja.
EOQ membantu mengurangi pemesanan yang terlalu kecil dan terlalu sering.
4. Membantu Menjaga Ketersediaan Produk
Jika dikombinasikan dengan reorder point dan safety stock, EOQ membantu bisnis menjaga persediaan tetap tersedia.
Hal ini penting terutama untuk produk dengan penjualan tinggi.
5. Membantu Perencanaan Arus Kas
Jumlah pembelian yang lebih terukur membantu perusahaan memperkirakan dana yang diperlukan untuk membeli persediaan.
Dengan demikian, pengelolaan modal kerja menjadi lebih terkendali.
Keterbatasan Rumus EOQ
Walaupun bermanfaat, EOQ bukan metode yang selalu cocok untuk semua kondisi.
Permintaan Bisa Berubah
Bisnis sering mengalami perubahan permintaan karena:
- musim;
- promosi;
- tren;
- kompetitor;
- kondisi ekonomi.
Jika permintaan berubah drastis, perhitungan EOQ perlu diperbarui.
Harga Bisa Berubah
EOQ dasar tidak mempertimbangkan perubahan harga produk atau diskon pembelian dalam jumlah besar secara mendalam.
Lead Time Tidak Selalu Konsisten
Masalah logistik dapat membuat waktu pengiriman pemasok berubah.
Karena itu, EOQ sebaiknya digunakan bersama safety stock dan reorder point.
Produk Memiliki Umur Simpan Berbeda
Barang seperti makanan, minuman, obat, atau kosmetik memiliki risiko kedaluwarsa.
Jumlah pembelian yang terlalu besar dapat meningkatkan potensi kerugian.
Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Menggunakan EOQ
Menggunakan Data Permintaan yang Sudah Tidak Relevan
Data historis tetap perlu diperbarui.
Menggunakan pola penjualan dua tahun lalu untuk kondisi pasar hari ini dapat menghasilkan keputusan yang tidak tepat.
Tidak Menghitung Biaya Penyimpanan Secara Lengkap
Banyak bisnis hanya memasukkan biaya sewa gudang.
Padahal biaya penyimpanan dapat mencakup kerusakan, asuransi, listrik, tenaga kerja, hingga biaya modal.
Mengabaikan Safety Stock
EOQ menentukan jumlah pembelian, tetapi tidak otomatis melindungi bisnis dari lonjakan permintaan.
Karena itu, stok pengaman tetap perlu diperhitungkan.
Menggunakan Satu EOQ untuk Semua Produk
Setiap produk memiliki:
- tingkat penjualan;
- harga;
- biaya penyimpanan;
- pemasok;
- waktu pengiriman
yang berbeda.
Karena itu, idealnya EOQ dihitung berdasarkan SKU atau kelompok produk tertentu. POS system menghubungkan transaksi, inventaris, pelanggan, dan laporan dalam satu sistem.
Cara Membuat Pengelolaan EOQ Lebih Akurat
Gunakan Data Penjualan Aktual
Gunakan riwayat transaksi sebagai dasar memperkirakan kebutuhan tahunan.
Semakin konsisten datanya, semakin baik dasar perhitungannya.
Evaluasi Secara Berkala
EOQ bukan angka yang harus digunakan selamanya.
Bisnis dapat melakukan evaluasi setiap:
- bulan;
- kuartal;
- semester;
- ketika harga berubah signifikan.
Kelompokkan Produk Berdasarkan Performa
Produk dengan penjualan tinggi dapat membutuhkan strategi berbeda dengan produk yang perputarannya lambat.
Bisnis dapat mengombinasikan EOQ dengan analisis ABC.
Pantau Pergerakan Stok
Pastikan perusahaan mengetahui:
- stok awal;
- barang masuk;
- barang keluar;
- barang rusak;
- retur;
- stok akhir.
Tanpa data ini, perencanaan pembelian akan sulit dilakukan secara akurat.
Hubungan EOQ dengan Sistem POS
Bagi bisnis retail dan F&B, data yang digunakan untuk menghitung kebutuhan persediaan banyak berasal dari transaksi penjualan.
Sistem POS dapat membantu mencatat penjualan setiap produk secara terstruktur.
Dari data tersebut, bisnis dapat mengetahui:
- jumlah produk terjual;
- rata-rata penjualan;
- produk terlaris;
- pergerakan persediaan;
- pola penjualan per periode.
Data tersebut dapat menjadi dasar dalam memperkirakan nilai permintaan tahunan pada perhitungan EOQ.
Dengan kata lain, semakin baik pencatatan transaksi dan persediaan, semakin baik pula keputusan pembelian yang dapat dibuat.
Optimalkan Pengelolaan Stok dengan HelloBill dari OttoDigital
Menggunakan rumus EOQ adalah salah satu cara untuk membuat pembelian stok lebih terukur.
Namun sebelum menghitung EOQ, bisnis membutuhkan data transaksi dan persediaan yang rapi.
HelloBill dari OttoDigital hadir sebagai POS System yang dapat membantu bisnis mencatat transaksi dan memantau aktivitas operasional secara lebih terstruktur.
Untuk bisnis retail, F&B, maupun usaha dengan beberapa cabang, data penjualan yang tercatat dapat membantu pemilik usaha memahami pergerakan produk dan membuat keputusan persediaan berdasarkan kondisi bisnis.
Pengelolaan stok yang baik bukan hanya soal berapa banyak produk yang tersedia di gudang, tetapi juga bagaimana bisnis menjaga keseimbangan antara kebutuhan pelanggan dan modal yang digunakan untuk membeli persediaan.
Dengan pencatatan operasional yang lebih rapi, pemilik bisnis dapat lebih mudah mengevaluasi kebutuhan stok, melihat performa penjualan, dan menyusun strategi pembelian berikutnya.
Rumus EOQ digunakan untuk menghitung jumlah pemesanan persediaan yang relatif optimal dengan mempertimbangkan permintaan tahunan, biaya pemesanan, dan biaya penyimpanan.
Rumus dasarnya adalah:
EOQ = √((2 × D × S) / H)
Dengan EOQ, bisnis dapat mengurangi risiko stok berlebih sekaligus menekan frekuensi pemesanan yang tidak efisien.
Namun, EOQ sebaiknya tidak digunakan sendirian.
Perusahaan juga perlu mempertimbangkan reorder point, safety stock, waktu pengiriman pemasok, tren permintaan, umur simpan produk, dan kapasitas gudang.
Pada akhirnya, keputusan persediaan yang baik membutuhkan data operasional yang akurat.
Bagi bisnis yang ingin mencatat transaksi dan mengelola operasional dengan lebih terstruktur, HelloBill dari OttoDigital dapat menjadi POS System yang mendukung proses tersebut.
Temukan juga berbagai artikel OttoDigital seputar POS System, manajemen stok, pengelolaan bisnis, pembayaran digital, dan strategi operasional lainnya untuk membantu bisnis berjalan lebih efisien dan berbasis data.


