kliring adalah

Kliring Adalah Proses Penyelesaian Transaksi Antar Bank

Dilansir Chicago Fed, kliring adalah proses penyelesaian hak dan kewajiban pembayaran antarbank dengan memperhitungkan transaksi yang terjadi sebelum dana diselesaikan kepada pihak yang berhak.

Dalam praktik perbankan, kliring umumnya digunakan ketika terdapat transaksi yang melibatkan dua bank berbeda. Sistem akan mencatat kewajiban masing-masing bank, melakukan perhitungan, kemudian menyelesaikan selisih akhirnya sesuai mekanisme sistem pembayaran yang berlaku.

Sederhananya, jika nasabah Bank A melakukan pembayaran kepada nasabah Bank B melalui instrumen yang diproses melalui kliring, bank tidak selalu menyelesaikan setiap transaksi satu per satu secara langsung. Transaksi dapat dihimpun terlebih dahulu, dihitung, kemudian dilakukan penyelesaian berdasarkan posisi akhir masing-masing pihak.

Mekanisme tersebut membuat proses pembayaran antarbank menjadi lebih terstruktur dan efisien.

Bagi bisnis, pemahaman mengenai kliring cukup penting karena transaksi dengan pemasok, mitra, distributor, maupun pelanggan dapat melibatkan bank yang berbeda. Selain memahami proses pembayarannya, perusahaan juga perlu memastikan setiap transaksi tercatat dengan baik agar rekonsiliasi dan pengelolaan arus kas lebih mudah dilakukan.

Apa Itu Kliring dalam Perbankan?

Dalam konteks perbankan, kliring merupakan mekanisme pertukaran informasi atau instrumen pembayaran antar peserta untuk menghitung hak dan kewajiban masing-masing pihak sebelum dilakukan penyelesaian akhir.

Instrumen yang dahulu banyak digunakan dalam proses kliring antara lain:

  • cek;
  • bilyet giro;
  • warkat debet;
  • warkat kredit;
  • instrumen pembayaran lain yang memenuhi ketentuan.

Seiring berkembangnya teknologi perbankan, sebagian besar proses tersebut kini semakin terdigitalisasi.

Artinya, kliring tidak selalu identik dengan pertukaran dokumen fisik. Informasi transaksi dapat diproses secara elektronik sehingga proses perhitungan dan penyelesaian pembayaran menjadi lebih efisien.

Contoh Sederhana Kliring

Misalnya, perusahaan Anda memiliki rekening di Bank A dan harus membayar pemasok yang menggunakan Bank B.

Perusahaan melakukan transfer Rp25 juta.

Dalam sistem pembayaran tertentu, transaksi tersebut tidak langsung diselesaikan sebagai perpindahan dana satu per satu secara individual. Informasi transaksi dikirim, diperhitungkan bersama transaksi lain, kemudian Bank A dan Bank B menyelesaikan posisi akhirnya melalui sistem yang digunakan.

Dari sisi pelanggan, prosesnya terlihat seperti transfer antarbank biasa.

Namun, di belakangnya terdapat mekanisme pencatatan, perhitungan, dan penyelesaian dana antar lembaga keuangan. 

Aplikasi kasir restoran membantu mengelola meja, pesanan, pembayaran, dan bahan baku.

Tujuan Kliring

Kliring dibentuk untuk membuat proses penyelesaian transaksi antarbank menjadi lebih efisien.

Beberapa tujuan utamanya antara lain sebagai berikut.

1. Mempermudah Penyelesaian Transaksi Antarbank

Tanpa mekanisme kliring, bank harus menyelesaikan setiap transaksi antarbank satu per satu.

Dengan sistem kliring, transaksi dapat dikumpulkan dan diperhitungkan secara terstruktur sehingga proses penyelesaian menjadi lebih efisien.

2. Mempercepat Perputaran Dana

Proses pembayaran yang lebih terorganisir dapat membantu memperlancar perpindahan dana antar pihak.

Bagi perusahaan, kelancaran pembayaran berpengaruh langsung terhadap:

  • pembayaran pemasok;
  • penerimaan pelanggan;
  • pembelian persediaan;
  • pembayaran operasional;
  • pengelolaan arus kas.

3. Mengurangi Proses Administrasi

Sistem kliring membantu menyederhanakan proses pencocokan transaksi antarbank.

Terlebih pada sistem elektronik, sebagian proses verifikasi dan perhitungan dapat dilakukan secara otomatis.

4. Mendukung Sistem Pembayaran Nasional

Kliring merupakan salah satu bagian dari infrastruktur pembayaran.

Keberadaannya membantu menjaga agar transaksi antar lembaga keuangan dapat diselesaikan menggunakan prosedur yang terstandarisasi.

5. Mengurangi Kebutuhan Pemindahan Dana Satu per Satu

Salah satu konsep penting dalam kliring adalah netting.

Dengan mekanisme ini, transaksi yang saling berlawanan dapat diperhitungkan terlebih dahulu sehingga penyelesaian akhir dapat dilakukan berdasarkan posisi bersih.

Fungsi Kliring

Selain sebagai mekanisme penyelesaian transaksi, kliring memiliki beberapa fungsi penting dalam sistem keuangan.

Menghitung Hak dan Kewajiban

Sistem akan menghitung berapa jumlah yang harus diterima atau dibayarkan oleh masing-masing peserta berdasarkan transaksi yang terjadi.

Memfasilitasi Pertukaran Data Transaksi

Informasi pembayaran antarbank dapat disampaikan melalui sistem kliring agar transaksi dapat diproses dan diverifikasi.

Mendukung Penyelesaian Pembayaran

Setelah perhitungan selesai, posisi akhir masing-masing bank menjadi dasar penyelesaian dana.

Membantu Efisiensi Sistem Pembayaran

Jika ribuan transaksi harus diselesaikan secara individual, prosesnya akan jauh lebih kompleks.

Kliring membantu menyederhanakan proses tersebut melalui perhitungan terpusat.

Bagaimana Cara Kerja Kliring?

Walaupun mekanismenya dapat berbeda berdasarkan jenis transaksi dan sistem yang digunakan, cara kerja kliring secara sederhana dapat dijelaskan melalui beberapa tahap.

1. Nasabah Melakukan Transaksi

Proses dimulai ketika nasabah melakukan pembayaran atau transfer kepada pihak yang menggunakan bank berbeda.

Contohnya:

PT ABC menggunakan Bank A dan harus membayar PT XYZ yang menggunakan Bank B sebesar Rp50 juta.

2. Bank Mengirim Informasi Transaksi

Bank pengirim akan meneruskan informasi transaksi melalui sistem pembayaran yang sesuai.

Data yang dikirim dapat mencakup:

  • bank pengirim;
  • bank penerima;
  • rekening tujuan;
  • nominal;
  • referensi transaksi.

3. Sistem Memvalidasi Transaksi

Sistem melakukan proses pemeriksaan terhadap transaksi yang masuk.

Tujuannya untuk memastikan data memenuhi ketentuan pemrosesan sebelum dilanjutkan ke tahap berikutnya.

4. Dilakukan Perhitungan Antarbank

Seluruh transaksi yang masuk kemudian diperhitungkan.

Misalnya selama satu periode:

Bank A harus membayar Bank B Rp500 juta.

Pada saat yang sama, Bank B harus membayar Bank A Rp350 juta.

Posisi bersihnya menjadi:

Rp500 juta − Rp350 juta = Rp150 juta

Dengan mekanisme netting, Bank A cukup menyelesaikan kewajiban bersih sebesar Rp150 juta kepada Bank B. Aplikasi kasir toko sembako memudahkan pencatatan produk, harga, transaksi, dan stok.

5. Penyelesaian Dana

Setelah posisi akhir ditentukan, proses penyelesaian dilakukan melalui sistem yang telah ditetapkan.

Setelah itu, transaksi diteruskan hingga dana dapat diterima oleh rekening tujuan.

Jenis-Jenis Kliring

Secara umum, istilah kliring dapat dibedakan berdasarkan cara dan cakupan pelaksanaannya.

1. Kliring Manual

Kliring manual merupakan mekanisme yang sebagian besar prosesnya dilakukan melalui pertukaran dan pemeriksaan dokumen secara fisik.

Pada sistem seperti ini, peserta perlu melakukan:

  • pengumpulan warkat;
  • pencocokan data;
  • perhitungan nilai transaksi;
  • pencatatan saldo;
  • penyerahan dokumen.

Metode ini membutuhkan waktu serta aktivitas administratif yang relatif lebih banyak.

Seiring digitalisasi sistem pembayaran, penggunaan mekanisme manual semakin berkurang.

2. Kliring Semiotomatis

Kliring semiotomatis merupakan kombinasi proses manual dan bantuan sistem komputer.

Sebagian informasi sudah dapat diproses menggunakan sistem, sedangkan beberapa tahapan lainnya masih membutuhkan dokumen atau pemeriksaan manual.

3. Kliring Otomatis

Pada sistem ini, proses perhitungan dan pengolahan transaksi sudah dibantu teknologi secara lebih luas.

Hal tersebut membantu mengurangi pekerjaan manual serta meningkatkan kecepatan pengolahan data.

4. Kliring Elektronik

Kliring elektronik adalah mekanisme kliring yang memanfaatkan data elektronik dalam proses pertukaran, perhitungan, dan penyelesaian transaksi.

Penggunaan teknologi membuat proses lebih:

  • cepat;
  • terstruktur;
  • mudah ditelusuri;
  • minim pencatatan berulang.

Mengenal SKNBI dalam Sistem Kliring Indonesia

Dalam sistem pembayaran Indonesia dikenal Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia atau SKNBI.

SKNBI digunakan sebagai salah satu infrastruktur untuk memproses layanan transfer dana dan transaksi tertentu antarbank melalui mekanisme kliring.

Secara sederhana, sistem ini membantu memperhitungkan transaksi antarbank secara elektronik sebelum dilakukan penyelesaian akhir.

Bagi nasabah, layanan berbasis kliring sering digunakan untuk kebutuhan pembayaran antarbank, khususnya apabila transaksi tidak memerlukan penyelesaian secara seketika.

Perbedaan Kliring dan Transfer Antarbank Biasa

Walaupun sama-sama memindahkan dana antar rekening, istilah transfer dan kliring memiliki konteks yang berbeda.

Transfer antarbank mengacu pada aktivitas nasabah mengirim dana dari satu bank ke bank lainnya.

Sedangkan kliring lebih mengacu pada mekanisme di belakang sistem perbankan untuk memperhitungkan dan menyelesaikan kewajiban antar lembaga keuangan.

Dengan kata lain:

Transfer adalah aktivitas transaksinya, sedangkan kliring dapat menjadi salah satu mekanisme penyelesaiannya. Point of sales material digunakan untuk mendukung promosi produk di area penjualan.

Perbedaan Kliring dan RTGS

Kliring juga sering dibandingkan dengan Real Time Gross Settlement atau RTGS.

Perbedaannya terutama terletak pada mekanisme penyelesaian transaksi.

Kliring

Pada kliring, sejumlah transaksi dapat dikumpulkan terlebih dahulu kemudian diperhitungkan berdasarkan posisi bersih.

Karena menggunakan proses tersebut, dana tidak selalu diselesaikan satu per satu secara langsung.

RTGS

Pada RTGS, transaksi diselesaikan secara individual dan real-time berdasarkan nilai bruto.

Mekanisme tersebut banyak digunakan untuk transaksi yang membutuhkan penyelesaian lebih cepat atau memiliki nilai relatif besar.

Secara sederhana:

AspekKliringRTGS
MekanismeDapat menggunakan nettingPenyelesaian per transaksi
ProsesTerjadwal sesuai sistemReal-time
PenggunaanTransfer antarbank tertentuTransaksi bernilai besar atau mendesak
PenyelesaianBerdasarkan posisi akhirLangsung per transaksi

Perbedaan Kliring dan BI-FAST

Selain kliring dan RTGS, masyarakat Indonesia juga mengenal BI-FAST sebagai infrastruktur pembayaran ritel.

BI-FAST dirancang untuk mendukung transfer dana yang dapat diproses dengan lebih cepat dibandingkan mekanisme transfer berbasis kliring terjadwal.

Dari perspektif pengguna, perbedaannya biasanya terlihat pada:

  • kecepatan penerimaan dana;
  • biaya transaksi;
  • batas transaksi;
  • ketersediaan layanan.

Karena itu, pemilihan metode transfer sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan transaksi perusahaan.

Apa Itu Kliring Debet?

Kliring debet berkaitan dengan penyelesaian transaksi menggunakan instrumen yang menyebabkan rekening pihak tertentu dibebankan.

Contohnya dapat berasal dari penggunaan:

  • cek;
  • bilyet giro;
  • warkat debet tertentu.

Dalam transaksi seperti ini, bank perlu memastikan bahwa instrumen yang disampaikan memenuhi persyaratan sebelum transaksi dapat diselesaikan. Aplikasi stok barang membantu bisnis memantau jumlah persediaan secara akurat.

Apa Itu Kliring Kredit?

Kliring kredit digunakan untuk memproses perintah pemindahan dana kepada pihak penerima.

Contohnya dapat digunakan dalam transaksi seperti:

  • pembayaran kepada pemasok;
  • pembayaran massal;
  • pengiriman dana antar rekening bank berbeda.

Dalam praktik bisnis, mekanisme seperti ini membantu perusahaan melakukan pembayaran secara lebih terstruktur.

Istilah Penting dalam Kliring

kliring adalah

Untuk memahami kliring, terdapat beberapa istilah yang cukup sering ditemukan.

Warkat

Warkat adalah dokumen atau instrumen pembayaran yang digunakan untuk memberikan perintah transaksi.

Contohnya adalah cek dan bilyet giro.

Bank Pengirim

Bank pengirim merupakan bank asal transaksi atau bank dari pihak yang mengirimkan pembayaran.

Bank Penerima

Bank penerima adalah bank tempat rekening penerima dana berada.

Netting

Netting merupakan proses memperhitungkan transaksi yang saling berlawanan untuk memperoleh posisi bersih.

Settlement

Settlement adalah tahap penyelesaian akhir kewajiban pembayaran setelah proses perhitungan selesai.

Contoh Kliring dalam Aktivitas Bisnis

Kliring tidak hanya berkaitan dengan transaksi individu. Dalam bisnis, mekanisme pembayaran antarbank dapat muncul dalam banyak aktivitas.

Pembayaran Supplier

Sebuah restoran membeli bahan baku senilai Rp35 juta dari distributor.

Restoran menggunakan Bank A, sedangkan distributor menggunakan Bank B.

Pembayaran dilakukan melalui layanan transfer yang diproses menggunakan mekanisme kliring.

Pembayaran Gaji

Perusahaan dengan ratusan karyawan dapat melakukan pembayaran gaji secara massal ke rekening berbagai bank.

Sistem pembayaran antarbank membantu menyalurkan dana tersebut secara lebih terstruktur.

Pembayaran Mitra Bisnis

Perusahaan retail membayar beberapa distributor yang menggunakan bank berbeda.

Dengan sistem pembayaran elektronik, perusahaan tidak perlu memindahkan dana secara manual satu per satu di luar sistem perbankan.

Pembayaran Tagihan

Bisnis juga dapat menggunakan mekanisme antarbank untuk menyelesaikan kewajiban rutin seperti:

  • sewa;
  • utilitas;
  • jasa vendor;
  • distribusi;
  • pembelian barang.

Aplikasi stok barang gudang memudahkan pencatatan barang masuk, keluar, dan tersimpan.

Kelebihan Kliring

Penggunaan sistem kliring memberikan beberapa keuntungan dalam sistem pembayaran.

Lebih Efisien

Perhitungan transaksi secara terpusat dapat mengurangi jumlah penyelesaian individual antarbank.

Mendukung Transaksi dalam Jumlah Besar

Sistem dapat memproses banyak transaksi antar peserta dalam satu mekanisme yang terstruktur.

Pencatatan Lebih Sistematis

Transaksi memiliki referensi yang dapat digunakan sebagai dasar pencocokan dan rekonsiliasi.

Mengurangi Pertukaran Uang Tunai

Transaksi dapat diselesaikan melalui sistem perbankan tanpa perpindahan uang secara fisik.

Mendukung Digitalisasi Pembayaran

Kliring elektronik menjadi bagian dari transformasi pembayaran dari penggunaan dokumen fisik menuju sistem berbasis data.

Kekurangan dan Hal yang Perlu Diperhatikan

Meskipun memberikan banyak manfaat, kliring tetap memiliki beberapa keterbatasan.

Tidak Selalu Real-Time

Pada jenis layanan tertentu, transaksi dapat diproses berdasarkan jadwal tertentu.

Artinya, dana tidak selalu diterima seketika.

Bergantung pada Ketepatan Informasi

Kesalahan nomor rekening, nominal, atau data transaksi dapat menghambat proses pembayaran.

Membutuhkan Rekonsiliasi

Perusahaan tetap perlu mencocokkan transaksi yang dikirim dengan pembayaran yang berhasil diterima atau diselesaikan.

Perlu Memperhatikan Waktu Operasional

Pada sistem tertentu, waktu pengiriman transaksi dapat memengaruhi kapan transaksi akan diproses.

Pentingnya Rekonsiliasi Transaksi bagi Bisnis

Bagi bisnis, keberhasilan transfer saja belum cukup.

Setiap pembayaran harus dapat dicocokkan dengan transaksi yang mendasarinya.

Misalnya perusahaan melakukan pembayaran Rp15 juta kepada supplier.

Tim keuangan perlu mengetahui:

  • pembayaran untuk invoice mana;
  • kapan pembayaran dilakukan;
  • rekening tujuan;
  • status pembayarannya;
  • apakah transaksi sudah masuk laporan;
  • apakah utang supplier sudah berkurang.

Tanpa pencatatan yang terstruktur, perusahaan berisiko menghadapi:

  • pembayaran ganda;
  • invoice belum tercatat;
  • selisih saldo;
  • kesalahan laporan;
  • kesulitan mengecek arus kas.

Karena itu, pengelolaan transaksi sebaiknya dimulai sejak aktivitas penjualan dan pembelian berlangsung.

Hubungan Kliring dengan Sistem POS

Secara langsung, POS System bukanlah sistem kliring antarbank.

POS digunakan untuk mencatat aktivitas operasional di titik penjualan, sedangkan kliring merupakan bagian dari proses penyelesaian pembayaran dalam infrastruktur perbankan.

Namun, keduanya dapat berkaitan dari sisi pengelolaan data transaksi.

Contohnya, sebuah bisnis retail menerima:

  • pembayaran tunai;
  • QRIS;
  • kartu debit;
  • transfer;
  • metode pembayaran lainnya.

Seluruh transaksi tersebut perlu dicatat dengan jelas agar pemilik bisnis mengetahui berapa nilai penjualan yang seharusnya diterima dan dapat mencocokkannya dengan dana yang masuk.

Semakin tinggi volume transaksi, semakin penting bisnis memiliki pencatatan yang terpusat.

Permudah Pencatatan Transaksi dengan HelloBill by OttoDigital

Pemilik bisnis tidak harus memantau transaksi hanya melalui catatan manual atau lembar kerja terpisah.

Dengan HelloBill by OttoDigital, aktivitas penjualan dapat dicatat melalui POS System sehingga data operasional bisnis menjadi lebih terstruktur.

Pencatatan Penjualan

Setiap transaksi yang diproses melalui kasir dapat tercatat secara digital.

Hal ini membantu bisnis mengurangi risiko pencatatan manual yang terlupa atau tidak konsisten.

Dukungan Berbagai Metode Pembayaran

Bisnis modern perlu menyesuaikan proses transaksi dengan preferensi pelanggan.

Pencatatan metode pembayaran yang jelas juga membantu pemilik bisnis melakukan pengecekan transaksi dengan lebih mudah.

Monitoring Penjualan

Data penjualan dapat digunakan untuk melihat perkembangan transaksi berdasarkan periode tertentu.

Pemilik bisnis tidak perlu hanya mengandalkan rekap manual dari masing-masing kasir.

Manajemen Persediaan

Pada bisnis retail dan F&B, transaksi berkaitan langsung dengan pergerakan stok.

Sistem POS membantu membuat aktivitas tersebut lebih mudah dipantau sehingga pemilik bisnis dapat menentukan kebutuhan pembelian dengan lebih baik.

Pengelolaan Multi-Outlet

Ketika bisnis berkembang menjadi beberapa cabang, proses pencatatan menjadi semakin kompleks.

HelloBill membantu bisnis mengelola operasional cabang melalui sistem yang lebih terpusat sehingga pemantauan dapat dilakukan secara lebih efisien.

Sebagai bagian dari OttoDigital, HelloBill dapat menjadi pilihan bagi bisnis F&B, retail, maupun jenis usaha lainnya yang membutuhkan sistem POS untuk membantu membuat aktivitas penjualan lebih rapi dan mudah dipantau.

FAQ Seputar Kliring

Kliring Adalah Apa?

Kliring adalah proses perhitungan dan penyelesaian hak serta kewajiban pembayaran antarbank berdasarkan transaksi yang terjadi dalam periode tertentu.

Apa Tujuan Kliring?

Tujuan kliring adalah membuat penyelesaian transaksi antarbank menjadi lebih efisien, terstruktur, dan mudah diproses.

Apa Contoh Kliring?

Contohnya adalah pembayaran dari nasabah Bank A kepada nasabah Bank B melalui layanan transfer yang menggunakan mekanisme kliring sebagai bagian dari penyelesaian transaksinya.

Apa Perbedaan Kliring dan Transfer?

Transfer adalah aktivitas mengirim dana dari satu rekening ke rekening lain.

Kliring merupakan salah satu mekanisme yang dapat digunakan lembaga keuangan untuk memperhitungkan dan menyelesaikan transaksi tersebut.

Apa Perbedaan Kliring dengan RTGS?

Kliring dapat memperhitungkan sejumlah transaksi terlebih dahulu sebelum dilakukan penyelesaian, sedangkan RTGS menyelesaikan transaksi secara individual dan real-time.

Apakah Kliring Bisa Digunakan untuk Transaksi Bisnis?

Ya. Pembayaran supplier, vendor, gaji, maupun kewajiban perusahaan lainnya dapat melibatkan transfer antarbank yang diproses melalui infrastruktur sistem pembayaran.

Apakah Kliring Sama dengan BI-FAST?

Tidak. Keduanya merupakan mekanisme berbeda dalam sistem pembayaran. BI-FAST dirancang untuk transfer ritel yang dapat diproses secara lebih cepat, sedangkan kliring menggunakan mekanisme perhitungan dan penyelesaian sesuai sistem yang digunakan.

Kliring adalah mekanisme untuk memperhitungkan dan menyelesaikan hak serta kewajiban transaksi antarbank secara terstruktur.

Prosesnya dapat melibatkan pertukaran informasi transaksi, validasi, perhitungan posisi masing-masing bank, hingga penyelesaian dana.

Dalam perkembangannya, kliring telah bertransformasi dari proses berbasis dokumen fisik menjadi sistem elektronik yang lebih efisien.

Bagi perusahaan, memahami kliring bukan hanya soal mengetahui bagaimana dana berpindah antarbank. Hal yang tidak kalah penting adalah memastikan seluruh transaksi dapat dicatat, dipantau, dan direkonsiliasi dengan benar.

Terutama bagi bisnis dengan transaksi harian yang tinggi, pencatatan manual semakin sulit dipertahankan ketika jumlah produk, karyawan, pelanggan, dan cabang bertambah.

Untuk membantu operasional tersebut, HelloBill by OttoDigital hadir sebagai POS System yang membantu bisnis mencatat penjualan, mengelola persediaan, memantau transaksi, dan mendukung pengelolaan multi-outlet secara lebih terstruktur.

Dengan data transaksi yang lebih rapi, pemilik bisnis dapat lebih mudah mengevaluasi performa usaha, mencocokkan penerimaan pembayaran, serta mengambil keputusan berdasarkan kondisi operasional yang sebenarnya.