Saat informasi terlalu panjang, kompleks, atau dipenuhi angka, pembaca sering kesulitan menangkap inti pesan.
Di sinilah infografik menjadi berguna.
Secara sederhana, infografik adalah bentuk penyajian informasi secara visual dengan menggabungkan teks, data, ikon, ilustrasi, grafik, atau diagram agar pesan lebih mudah dipahami.
Infografik banyak digunakan dalam:
- pemasaran;
- presentasi;
- laporan;
- edukasi;
- media sosial;
- artikel;
- hingga komunikasi bisnis.
Tujuannya bukan sekadar membuat informasi terlihat lebih menarik.
Infografik yang baik harus membantu audiens memahami informasi dengan lebih cepat, melihat pola, dan menangkap pesan utama tanpa harus membaca terlalu banyak teks.
Apa Itu Infografik?
Infografik adalah visualisasi informasi yang dirancang untuk menyampaikan data, proses, perbandingan, atau konsep secara ringkas dan terstruktur.
Istilah infografik berasal dari gabungan:
- information;
- graphic.
Artinya, infografik bukan sekadar gambar dekoratif.
Ia harus memiliki fungsi informasi.
Contohnya:
- grafik pertumbuhan penjualan;
- alur pembayaran;
- perbandingan produk;
- proses registrasi;
- data penggunaan layanan;
- atau timeline perkembangan bisnis.
Mengapa Infografik Penting?
Informasi yang sama dapat terasa berbeda ketika disampaikan dalam bentuk visual.
Misalnya:
“Penjualan tumbuh 25%, pelanggan aktif meningkat 18%, dan transaksi digital naik 40%.”
Dalam bentuk paragraf, pembaca perlu membaca dan membandingkan angka satu per satu.
Dalam infografik, data tersebut dapat ditampilkan melalui:
- grafik batang;
- angka besar;
- ikon;
- dan label singkat.
Hasilnya lebih cepat dipahami.
Fungsi Infografik
Infografik memiliki beberapa fungsi utama.
1. Menyederhanakan Informasi Kompleks
Infografik membantu mengubah informasi panjang menjadi bentuk yang lebih mudah dipindai.
Contohnya:
- proses bisnis;
- data statistik;
- laporan;
- hasil survei.
2. Mempercepat Pemahaman
Visual dapat membantu pembaca menangkap hubungan antar informasi.
Contohnya:
Sebelum Integrasi → Proses Manual → Setelah Integrasi
lebih mudah dipahami dibanding penjelasan panjang.
3. Menarik Perhatian
Konten visual biasanya lebih mudah menarik perhatian, terutama di:
- media sosial;
- presentasi;
- landing page;
- dan artikel.
4. Membantu Menjelaskan Data
Data mentah sering sulit dibaca.
Infografik dapat menggunakan:
- grafik;
- diagram;
- tabel;
- persentase;
- dan ikon.
5. Mendukung Storytelling
Infografik dapat menyampaikan cerita secara berurutan.
Contohnya:
Masalah → Data → Solusi → Hasil
Format ini efektif untuk:
- studi kasus;
- pitch;
- laporan;
- dan kampanye.
6. Memperkuat Pesan
Visual yang tepat dapat membuat pesan lebih mudah diingat.
Namun, desain harus mendukung informasi, bukan justru mengalihkan perhatian.
7. Mempermudah Penyebaran Konten
Infografik lebih mudah digunakan ulang dalam:
- artikel;
- Instagram;
- LinkedIn;
- presentasi;
- newsletter.
Manfaat Infografik untuk Bisnis
Membantu Menjelaskan Produk
Produk yang kompleks lebih mudah dipahami jika divisualisasikan.
Contohnya:
alur layanan payment gateway.
Mendukung Penjualan
Sales dapat menggunakan infografik untuk menjelaskan:
- fitur;
- manfaat;
- proses;
- dan perbandingan.
Membantu Presentasi
Data bisnis dapat dibuat lebih ringkas dan menarik.
Meningkatkan Kualitas Konten
Artikel dengan visual yang relevan biasanya lebih mudah dipahami.
Mempermudah Komunikasi Internal
Infografik juga dapat digunakan untuk:
- SOP;
- alur kerja;
- KPI;
- atau laporan.
Mengetahui cara buka rekening BCA dapat membantu calon nasabah mempersiapkan persyaratan dan memilih jenis rekening sesuai kebutuhan transaksi.
Jenis-Jenis Infografik
1. Infografik Statistik
Digunakan untuk menampilkan data numerik.
Contohnya:
- persentase;
- pertumbuhan;
- hasil survei;
- tren.
Elemen yang digunakan:
- grafik batang;
- pie chart;
- angka besar;
- ikon.
2. Infografik Proses
Menjelaskan tahapan.
Contohnya:
Daftar → Verifikasi → Integrasi → Transaksi
Cocok untuk:
- tutorial;
- onboarding;
- SOP;
- dan proses layanan.
3. Infografik Perbandingan
Digunakan untuk membandingkan dua atau lebih hal.
Contohnya:
QRIS vs Virtual Account
atau:
Manual Payment vs Integrated Payment
4. Infografik Timeline
Menampilkan informasi berdasarkan waktu.
Contohnya:
- sejarah perusahaan;
- perkembangan teknologi;
- roadmap produk;
- milestone.
5. Infografik Geografis
Menggunakan peta.
Cocok untuk:
- persebaran pengguna;
- lokasi cabang;
- wilayah penjualan;
- data demografis.
6. Infografik Hierarki
Menampilkan tingkatan.
Contohnya:
- struktur organisasi;
- prioritas;
- klasifikasi;
- piramida.
7. Infografik List
Menggunakan struktur daftar visual.
Contohnya:
5 Cara Menghindari Scam
Format ini sederhana dan cocok untuk media sosial.
8. Infografik Informasional
Berisi penjelasan singkat mengenai satu topik.
Contohnya:
Apa Itu Payment Gateway?
9. Infografik Comparison Matrix
Menggunakan tabel visual untuk membandingkan:
- fitur;
- harga;
- fungsi;
- atau manfaat.
10. Infografik Flowchart
Menggunakan alur keputusan.
Contohnya:
Apakah Pembayaran Berhasil?
Jika ya → proses pesanan.
Jika tidak → pilih metode lain.
Elemen Penting dalam Infografik
Infografik yang baik biasanya memiliki beberapa elemen berikut.
Judul
Harus menjelaskan topik secara langsung.
Contoh:
5 Manfaat Payment Gateway untuk Bisnis
Data Utama
Tampilkan angka atau informasi paling penting.
Hierarki Visual
Informasi utama harus lebih menonjol.
Gunakan:
- ukuran;
- posisi;
- spacing;
- dan tipografi.
Grafik atau Diagram
Gunakan jika memang membantu pemahaman.
Jangan gunakan grafik hanya untuk dekorasi.
Ikon
Ikon dapat membantu mempercepat pemahaman.
Warna
Gunakan warna secara konsisten.
Untuk bisnis, sesuaikan dengan identitas brand.
Sumber Data
Jika menggunakan statistik eksternal, cantumkan sumber.
Ini penting untuk kredibilitas.
Call to Action
Jika infografik digunakan untuk pemasaran, tambahkan CTA.
Contohnya:
Pelajari Selengkapnya
atau:
Konsultasikan Sekarang
Dalam pembiayaan atau kredit, memahami bahwa tenor adalah jangka waktu pembayaran dapat membantu Anda mempertimbangkan cicilan sesuai kemampuan finansial.
Cara Membuat Infografik
1. Tentukan Tujuan
Sebelum desain, jawab:
Apa yang ingin dipahami audiens?
Contohnya:
- menjelaskan proses;
- menampilkan data;
- membandingkan produk;
- atau mengedukasi.
2. Tentukan Target Audience
Desain infografik untuk:
- konsumen umum;
- profesional;
- investor;
- atau tim internal
tentu berbeda.
3. Tentukan Satu Pesan Utama
Jangan memasukkan terlalu banyak pesan.
Misalnya:
“Payment gateway membantu bisnis mengelola berbagai metode pembayaran dalam satu sistem.”
Semua elemen harus mendukung pesan tersebut.
4. Kumpulkan Data
Pastikan data berasal dari sumber yang kredibel.
Periksa:
- tahun;
- metodologi;
- relevansi;
- dan konteks.
5. Pilih Jenis Infografik
Sesuaikan dengan informasi.
Jika data angka → statistik.
Jika proses → flow.
Jika dua produk → comparison.
6. Buat Struktur
Susun:
Headline → Insight → Data → Penjelasan → CTA
7. Buat Wireframe
Sebelum desain final, buat sketsa sederhana.
Tentukan posisi:
- judul;
- grafik;
- teks;
- dan CTA.
8. Pilih Visual yang Relevan
Hindari terlalu banyak elemen.
Setiap ikon atau grafik harus punya fungsi.
9. Sederhanakan Teks
Infografik bukan artikel.
Gunakan:
- frasa pendek;
- angka;
- poin;
- dan label.
10. Buat Hierarki
Informasi paling penting harus terlihat pertama.
11. Tambahkan Sumber
Cantumkan sumber data di bagian bawah.
12. Review
Periksa:
- akurasi data;
- ejaan;
- keterbacaan;
- dan alur.
Tools untuk Membuat Infografik

Beberapa tools yang umum digunakan:
Canva
Cocok untuk pengguna non-desainer.
Adobe Illustrator
Cocok untuk desain yang membutuhkan kontrol lebih detail.
Figma
Cocok untuk kolaborasi tim.
Piktochart
Fokus pada infografik dan visualisasi data.
PowerPoint
Cukup efektif untuk infografik sederhana.
Tips Membuat Infografik yang Menarik
Gunakan Data yang Relevan
Jangan memasukkan angka hanya karena terlihat menarik.
Hindari Terlalu Banyak Warna
Gunakan palet terbatas.
Gunakan Maksimal 2–3 Jenis Font
Terlalu banyak font membuat desain terlihat tidak konsisten.
Jangan Terlalu Banyak Teks
Jika isinya seperti artikel panjang, fungsi infografik hilang.
Gunakan White Space
Ruang kosong membantu desain lebih mudah dibaca.
Gunakan Ikon Konsisten
Jangan mencampur terlalu banyak style.
Pastikan Mobile Friendly
Banyak audiens melihat konten dari smartphone.
Gunakan Kontras
Teks harus terbaca jelas.
Jangan Memanipulasi Grafik
Skala grafik harus proporsional.
Jangan membuat perbedaan kecil terlihat sangat besar.
Memahami elastisitas pendapatan dapat membantu bisnis melihat bagaimana perubahan pendapatan konsumen memengaruhi permintaan terhadap suatu produk.
Kesalahan yang Sering Terjadi saat Membuat Infografik
Terlalu Banyak Informasi
Masalah paling umum.
Solusi:
pilih insight utama.
Tidak Memiliki Alur
Pembaca tidak tahu harus melihat bagian mana.
Gunakan struktur:
Atas → Tengah → Bawah
Data Tidak Memiliki Sumber
Ini mengurangi kredibilitas.
Visual Tidak Relevan
Dekorasi berlebihan dapat mengganggu pesan.
Grafik Membingungkan
Gunakan bentuk grafik yang sesuai data.
Font Terlalu Kecil
Infografik harus tetap terbaca di layar kecil.
Terlalu Fokus pada Estetika
Infografik bukan poster dekoratif.
Informasi tetap prioritas utama.
Tidak Sesuai Brand
Untuk bisnis, gunakan:
- warna;
- logo;
- tone;
- dan visual identity
yang konsisten.
Infografik dalam Content Marketing
Infografik dapat digunakan sebagai bagian dari strategi konten.
Contohnya:
Artikel → Infografik → Social Media → Newsletter
Satu riset dapat dikembangkan menjadi beberapa format.
Misalnya artikel:
“Tren Pembayaran Digital”
dapat diubah menjadi:
- infografik statistik;
- carousel;
- short video;
- slide presentasi.
Ini membuat produksi konten lebih efisien.
Infografik untuk SEO
Infografik juga dapat mendukung SEO jika digunakan dengan benar.
Namun, gambar saja tidak cukup.
Tambahkan:
- teks pendukung;
- alt text;
- judul;
- konteks;
- dan deskripsi.
Search engine tetap membutuhkan informasi teks untuk memahami halaman.
Infografik untuk Media Sosial
Untuk media sosial, infografik perlu lebih ringkas.
Contohnya:
Gunakan:
- ukuran vertikal;
- headline singkat;
- visual kuat.
Gunakan:
- data;
- insight;
- konteks profesional.
X atau Twitter
Gunakan:
- visual sederhana;
- statistik utama.
Infografik untuk Presentasi
Infografik juga sangat efektif untuk presentasi bisnis.
Contohnya:
alih-alih menampilkan 10 bullet point, gunakan:
- 3 angka utama;
- satu grafik;
- satu insight.
Infografik untuk Laporan Bisnis
Laporan tidak harus semuanya berupa tabel.
Beberapa bagian dapat divisualisasikan.
Contohnya:
- revenue;
- growth;
- conversion;
- customer acquisition;
- payment method.
Contoh Infografik untuk Marketing
Misalnya sebuah bisnis ingin menjelaskan proses transaksi.
Headline
Bagaimana Payment Gateway Bekerja?
Step 1
Pelanggan checkout.
Step 2
Memilih metode pembayaran.
Step 3
Transaksi diproses.
Step 4
Status pembayaran diterima sistem.
Step 5
Pesanan diproses.
Format seperti ini lebih mudah dipahami dibanding paragraf panjang.
Contoh Infografik Data
Misalnya:
Metode Pembayaran yang Digunakan Pelanggan
QRIS — 45%
Virtual Account — 30%
Kartu — 15%
Lainnya — 10%
Data dapat ditampilkan melalui:
- bar chart;
- donut chart;
- atau ikon.
Pelaku usaha perlu memahami berbagai jenis pajak agar kewajiban perpajakan bisnis dapat dikelola sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Contoh Infografik Perbandingan
Transfer Manual
- cek mutasi;
- verifikasi manual;
- kirim bukti.
Payment Gateway
- status otomatis;
- metode lebih beragam;
- data lebih terstruktur.
Format perbandingan membantu pembaca melihat perbedaan dengan cepat.
Infografik vs Poster, Apa Bedanya?
Infografik
Fokus pada:
informasi dan data.
Poster
Fokus pada:
pesan atau promosi.
Poster dapat memiliki sedikit informasi.
Infografik biasanya lebih kaya data.
Infografik vs Data Visualization
Infografik
Menggabungkan:
- data;
- teks;
- ilustrasi;
- storytelling.
Data Visualization
Lebih fokus pada representasi data.
Contohnya:
- chart;
- graph;
- dashboard.
Data visualization dapat menjadi bagian dari infografik.
Infografik vs Ilustrasi
Ilustrasi
Digunakan untuk menggambarkan ide secara visual.
Infografik
Harus memiliki informasi yang terstruktur.
Tidak semua ilustrasi adalah infografik.
Bagaimana Menentukan Infografik yang Efektif?
Infografik yang efektif biasanya memenuhi beberapa kriteria.
Mudah Dipahami
Audiens dapat menangkap pesan dengan cepat.
Akurat
Data tidak menyesatkan.
Relevan
Visual mendukung pesan.
Ringkas
Tidak penuh teks.
Memiliki Alur
Pembaca tahu dari mana harus mulai.
Konsisten
Warna, font, dan ikon seragam.
Pertanyaan Seputar Infografik
Apa itu infografik?
Infografik adalah penyajian informasi secara visual menggunakan kombinasi teks, data, grafik, ikon, atau ilustrasi.
Apa fungsi infografik?
Fungsinya antara lain:
- menyederhanakan informasi;
- membantu pemahaman;
- menarik perhatian;
- menampilkan data;
- dan mendukung komunikasi.
Apa saja jenis infografik?
Beberapa jenisnya:
- statistik;
- proses;
- perbandingan;
- timeline;
- geografis;
- hierarki;
- list;
- dan flowchart.
Apa contoh infografik?
Contohnya:
- grafik pertumbuhan;
- alur layanan;
- timeline sejarah;
- perbandingan produk;
- atau data survei.
Apa manfaat infografik untuk marketing?
Infografik membantu menjelaskan pesan, memperkuat konten, dan membuat data lebih mudah dipahami audiens.
Apakah infografik harus memiliki data?
Tidak selalu berupa angka, tetapi tetap harus menyampaikan informasi yang jelas.
Apa tools untuk membuat infografik?
Contohnya:
- Canva;
- Figma;
- Adobe Illustrator;
- Piktochart;
- dan PowerPoint.
Infografik Membantu Mengubah Informasi Menjadi Lebih Mudah Dipahami
Infografik yang baik bukan hanya menarik secara visual.
Yang lebih penting adalah bagaimana visual tersebut membantu audiens:
- memahami;
- membandingkan;
- dan mengambil keputusan.
Dalam bisnis, hal ini sangat berguna untuk menjelaskan proses yang cukup kompleks.
Salah satunya adalah proses pembayaran.
Sistem pembayaran memiliki banyak elemen seperti:
- metode;
- status;
- integrasi;
- dan alur transaksi.
Jika dijelaskan hanya dengan teks, pembaca dapat kesulitan memahami.
Dengan infografik, proses tersebut dapat dibuat lebih sederhana:
Pilih Produk → Checkout → Bayar → Verifikasi → Selesai
Jelaskan dan Permudah Proses Pembayaran bersama OttoDigital
Infografik dapat membantu bisnis menjelaskan proses pembayaran kepada pelanggan.
Namun, pengalaman pelanggan tidak berhenti pada penjelasan.
Proses transaksinya juga perlu dibuat sederhana.
Payment Gateway OttoDigital membantu bisnis menyediakan berbagai metode pembayaran dalam satu sistem, seperti Virtual Account, QRIS, kartu debit dan kredit, Payment Link, hingga E-Invoicing.
Contohnya, alur pembayaran dapat dibuat lebih jelas:
Pelanggan Checkout → Pilih Metode Pembayaran → Bayar → Status Transaksi Diterima → Pesanan Diproses
Untuk bisnis yang menerima transaksi melalui WhatsApp, media sosial, atau kanal digital lain, Payment Link juga dapat membantu mengarahkan pelanggan langsung ke halaman pembayaran.
Sementara itu, QRIS dan Virtual Account dapat memberikan pilihan metode pembayaran yang lebih sesuai dengan kebiasaan pelanggan.
Dengan alur yang jelas dan sistem yang terintegrasi, informasi tidak hanya lebih mudah dipahami, tetapi juga lebih mudah dijalankan.
Gunakan Payment Gateway OttoDigital untuk membantu bisnis membangun pengalaman pembayaran yang lebih praktis, terstruktur, dan mudah dipahami pelanggan.


