interface

Interface: Pengertian, Jenis, Fungsi, dan Contohnya

Saat menggunakan aplikasi, membuka website, menekan tombol pada mesin ATM, atau melakukan pembayaran digital, pengguna sebenarnya sedang berinteraksi dengan sebuah interface.

Secara sederhana, interface adalah penghubung yang memungkinkan dua pihak saling berinteraksi dan bertukar informasi, baik antara manusia dengan sistem maupun antara satu sistem dengan sistem lainnya.

Dalam konteks digital, interface tidak hanya berkaitan dengan tampilan.

Istilah ini dapat mencakup:

  • tombol;
  • menu;
  • formulir;
  • perintah teks;
  • suara;
  • API;
  • hingga mekanisme pertukaran data antar sistem.

Karena itu, interface memiliki peran penting dalam menentukan apakah sebuah teknologi mudah digunakan, mudah dipahami, dan dapat bekerja dengan sistem lain.

Apa Itu Interface?

Interface adalah titik interaksi atau penghubung antara pengguna, perangkat, maupun sistem yang memungkinkan terjadinya komunikasi dan pertukaran informasi.

Dalam teknologi, interface dapat muncul dalam berbagai bentuk.

Contohnya:

  • tampilan aplikasi;
  • layar mesin ATM;
  • menu website;
  • perintah terminal;
  • asisten suara;
  • hingga API untuk menghubungkan dua aplikasi.

Artinya, interface tidak selalu berbentuk visual.

Selama terdapat mekanisme yang memungkinkan satu pihak memberikan input dan menerima respons dari pihak lain, maka mekanisme tersebut dapat disebut sebagai interface.

Apa Fungsi Interface?

Fungsi utama interface adalah menjadi penghubung komunikasi.

Namun, dalam praktiknya, perannya lebih luas.

1. Menghubungkan Pengguna dengan Sistem

Tanpa interface, pengguna harus berinteraksi langsung dengan proses teknis di belakang sistem.

Contohnya, saat menggunakan aplikasi perbankan, pengguna tidak perlu memahami bagaimana database menyimpan saldo.

Pengguna cukup:

  • memilih menu;
  • memasukkan nominal;
  • mengonfirmasi transaksi.

Interface menerjemahkan tindakan tersebut menjadi instruksi yang dipahami sistem.

2. Mempermudah Penggunaan

Interface yang baik membantu pengguna menyelesaikan tugas tanpa harus memahami seluruh teknologi di belakangnya.

Contohnya:

ikon keranjang pada toko online secara intuitif menunjukkan tempat menyimpan produk sebelum pembayaran.

3. Menampilkan Informasi

Interface juga berfungsi menampilkan hasil dari proses sistem.

Contohnya:

  • saldo;
  • status pembayaran;
  • notifikasi;
  • laporan;
  • dan pesan kesalahan.

4. Menerima Input

Sistem membutuhkan input agar mengetahui tindakan pengguna.

Input dapat berupa:

  • klik;
  • sentuhan;
  • teks;
  • suara;
  • gerakan;
  • atau data dari sistem lain.

5. Mengurangi Kesalahan

Interface yang dirancang dengan baik dapat membantu mencegah kesalahan.

Contohnya:

  • konfirmasi sebelum menghapus data;
  • peringatan ketika nominal salah;
  • validasi formulir;
  • atau pesan ketika kolom belum lengkap.

Gunakan kartu debit bca untuk bertransaksi belanja dengan aman di berbagai merchant kesayangan Anda.

Jenis-Jenis Interface

Interface dapat dibedakan berdasarkan cara interaksinya.

1. Graphical User Interface

Graphical User Interface atau GUI merupakan jenis interface berbasis visual.

GUI menggunakan elemen seperti:

  • tombol;
  • ikon;
  • menu;
  • gambar;
  • formulir;
  • dan jendela.

Contohnya:

  • aplikasi mobile;
  • sistem operasi;
  • website;
  • aplikasi kasir;
  • dan dashboard bisnis.

GUI menjadi salah satu jenis interface paling umum karena mudah dipahami oleh banyak pengguna.

2. Command Line Interface

Command Line Interface atau CLI menggunakan teks sebagai cara berinteraksi dengan sistem.

Pengguna memasukkan perintah melalui terminal.

Contohnya:

cd project

npm install

git status

CLI banyak digunakan oleh:

  • developer;
  • administrator server;
  • DevOps;
  • dan pengguna teknis.

Kelebihannya adalah cepat dan fleksibel untuk pengguna yang sudah memahami perintah.

Namun, untuk pengguna umum, CLI cenderung lebih sulit dibanding GUI.

3. Voice User Interface

Voice User Interface atau VUI memungkinkan pengguna memberikan instruksi melalui suara.

Contohnya:

  • Siri;
  • Google Assistant;
  • Alexa;
  • dan sistem suara pada kendaraan.

Pengguna dapat mengatakan:

“Putar musik.”

atau:

“Bagaimana cuaca hari ini?”

Sistem kemudian memproses suara dan memberikan respons.

4. Touch User Interface

Touch interface memungkinkan pengguna berinteraksi melalui sentuhan.

Contohnya:

  • smartphone;
  • tablet;
  • mesin tiket;
  • mesin kasir;
  • dan self-service kiosk.

Interaksi dapat berupa:

  • tap;
  • swipe;
  • pinch;
  • dan drag.

5. Gesture Interface

Gesture interface menggunakan gerakan fisik sebagai input.

Contohnya:

  • kontrol gerakan pada konsol permainan;
  • perangkat VR;
  • dan sensor gerak.

6. Application Programming Interface

Application Programming Interface atau API berbeda dari interface pengguna.

API merupakan interface yang memungkinkan satu sistem berkomunikasi dengan sistem lainnya.

Contohnya:

sebuah toko online ingin menerima pembayaran.

Sistem toko dapat berkomunikasi dengan sistem payment gateway melalui API.

Alurnya:

Website → API → Payment Gateway → Status Transaksi

API membantu proses pertukaran data tanpa pengguna harus berinteraksi langsung dengan sistem teknis tersebut.

Perbedaan Interface dan User Interface

Interface merupakan istilah yang lebih luas.

Sedangkan User Interface atau UI adalah interface yang secara khusus berhubungan dengan pengguna.

Interface

Dapat menghubungkan:

  • manusia dengan sistem;
  • sistem dengan sistem;
  • perangkat dengan perangkat.

User Interface

Fokus pada:

pengguna dengan sistem.

Contohnya:

  • tombol;
  • menu;
  • formulir;
  • dashboard;
  • dan navigasi.

Dengan demikian:

semua UI adalah interface, tetapi tidak semua interface adalah UI.

API misalnya, merupakan interface tetapi bukan UI.

Perbedaan UI dan UX

UI dan UX juga sering dianggap sama.

Padahal berbeda.

User Interface

UI berfokus pada elemen yang digunakan untuk berinteraksi.

Contohnya:

  • warna;
  • tombol;
  • tipografi;
  • layout;
  • ikon.

User Experience

User Experience atau UX mencakup keseluruhan pengalaman pengguna.

Contohnya:

  • apakah proses mudah dipahami;
  • berapa lama tugas selesai;
  • apakah pengguna merasa frustrasi;
  • apakah navigasinya jelas;
  • apakah transaksi berjalan lancar.

UI merupakan salah satu bagian dari UX.

Sebuah aplikasi dapat memiliki tampilan bagus tetapi UX buruk jika prosesnya membingungkan.

Keunggulan kartu debit bri mendukung fleksibilitas transaksi non-tunai di seluruh unit kerja dan jaringan ATM.

Contoh Interface dalam Kehidupan Sehari-hari

ATM

Interface ATM terdiri dari:

  • layar;
  • tombol;
  • pilihan menu;
  • tempat kartu;
  • dan pesan sistem.

Pengguna tidak perlu mengetahui cara bank memproses transaksi di belakang layar.

Smartphone

Interface smartphone dapat berupa:

  • layar utama;
  • aplikasi;
  • ikon;
  • tombol;
  • notifikasi;
  • dan gestur.

Website

Interface website mencakup:

  • navigasi;
  • kolom pencarian;
  • tombol;
  • formulir;
  • dan halaman checkout.

Mesin Kasir

Interface kasir membantu staf:

  • memasukkan produk;
  • menghitung total;
  • menerima pembayaran;
  • dan mencetak struk.

Mobil

Mobil modern menggunakan interface pada:

  • panel instrumen;
  • layar navigasi;
  • kontrol audio;
  • dan sistem kendaraan.

Interface dalam Website

Pada website, interface menentukan seberapa mudah pengguna menemukan informasi atau menyelesaikan tindakan.

Contohnya pada situs e-commerce.

Pengguna biasanya melalui alur:

Homepage → Produk → Keranjang → Checkout → Pembayaran

Jika interface membingungkan, pengguna dapat berhenti sebelum menyelesaikan pembelian.

Karena itu, desain interface dapat memengaruhi konversi bisnis.

Interface dalam Aplikasi

Dalam aplikasi, interface harus membantu pengguna memahami fungsi tanpa terlalu banyak penjelasan.

Contohnya pada aplikasi pembayaran.

Pengguna idealnya dapat langsung memahami:

  • saldo;
  • transaksi;
  • pembayaran;
  • notifikasi;
  • dan riwayat aktivitas.

Semakin jelas hierarki informasi, semakin mudah aplikasi digunakan.

Interface dalam Sistem Pembayaran

Interface juga memainkan peran penting pada proses pembayaran.

Misalnya ketika pelanggan melakukan checkout.

Interface pembayaran perlu menampilkan:

  • nominal;
  • metode pembayaran;
  • informasi transaksi;
  • status;
  • dan instruksi.

Jika desainnya tidak jelas, pelanggan dapat:

  • salah memilih metode;
  • salah memasukkan informasi;
  • atau meninggalkan transaksi.

Karena itu, pembayaran bukan hanya soal sistem di belakang layar.

Pengalaman pengguna pada interface juga ikut menentukan keberhasilan transaksi.

Pengelolaan keuangan secara digital menjadi lebih fleksibel dan praktis dengan fitur dari kartu jenius.

Mengapa Interface Penting bagi Pengalaman Pengguna?

interface

1. Membantu Pengguna Memahami Sistem

Interface yang baik membuat pengguna dapat memperkirakan apa yang harus dilakukan.

Contohnya:

tombol bertuliskan Bayar Sekarang lebih jelas dibanding tombol dengan istilah teknis yang sulit dipahami.

2. Mempercepat Proses

Jika pengguna tidak perlu mencari menu terlalu lama, tugas dapat selesai lebih cepat.

3. Mengurangi Friction

Friction adalah hambatan dalam proses penggunaan.

Contohnya:

  • formulir terlalu panjang;
  • tombol sulit ditemukan;
  • instruksi membingungkan;
  • atau terlalu banyak langkah.

Interface yang baik mengurangi hambatan tersebut.

4. Mengurangi Error

Validasi dan petunjuk membantu pengguna menghindari kesalahan.

Contohnya:

“Nomor kartu harus terdiri dari 16 digit.”

lebih membantu daripada hanya menampilkan:

“Error.”

5. Meningkatkan Kepuasan

Pengguna cenderung lebih puas ketika sistem:

  • cepat;
  • mudah;
  • konsisten;
  • dan dapat dipahami.

Prinsip Interface yang Baik

1. Sederhana

Interface sebaiknya tidak menampilkan terlalu banyak informasi sekaligus.

Prioritaskan fungsi utama.

2. Konsisten

Gunakan pola yang sama pada:

  • tombol;
  • warna;
  • navigasi;
  • dan istilah.

Konsistensi membuat pengguna lebih cepat memahami sistem.

3. Jelas

Pengguna harus mengetahui:

  • posisi saat ini;
  • tindakan berikutnya;
  • dan hasil dari tindakan tersebut.

4. Memberikan Feedback

Sistem perlu memberikan respons.

Contohnya:

setelah pengguna menekan tombol pembayaran, tampilkan:

“Pembayaran sedang diproses.”

Jangan membiarkan pengguna tidak mengetahui apakah tombol sudah berhasil ditekan.

5. Mencegah Kesalahan

Desain sebaiknya mencegah kesalahan sebelum terjadi.

Contohnya:

jangan aktifkan tombol lanjut jika informasi wajib belum lengkap.

6. Responsif

Interface perlu menyesuaikan perangkat.

Website sebaiknya tetap mudah digunakan pada:

  • laptop;
  • tablet;
  • dan smartphone.

7. Aksesibel

Interface perlu mempertimbangkan pengguna dengan kebutuhan berbeda.

Contohnya:

  • kontras cukup;
  • ukuran teks jelas;
  • tombol mudah ditekan;
  • dan navigasi dapat digunakan melalui keyboard.

Manfaatkan penawaran program cashback dan poin reward menarik dari kepemilikan kartu kredit cimb niaga.

Cara Membuat Interface yang Baik

1. Kenali Pengguna

Pahami siapa yang menggunakan produk.

Contohnya:

interface untuk developer tentu berbeda dengan aplikasi untuk pelanggan umum.

2. Tentukan Tujuan Utama

Setiap halaman sebaiknya memiliki tujuan.

Contohnya halaman checkout:

menyelesaikan transaksi.

Jangan memenuhi halaman dengan informasi yang tidak membantu tujuan tersebut.

3. Buat User Flow

User flow menggambarkan perjalanan pengguna.

Contohnya:

Cari Produk → Pilih Produk → Checkout → Bayar → Konfirmasi

Dengan alur tersebut, tim dapat melihat bagian mana yang terlalu panjang.

4. Buat Wireframe

Wireframe membantu menentukan struktur sebelum desain visual dibuat.

5. Buat Prototype

Prototype memungkinkan tim mencoba alur sebelum dikembangkan.

6. Lakukan Usability Testing

Berikan interface kepada pengguna sebenarnya dan perhatikan:

  • apakah mereka memahami menu;
  • apakah tugas selesai;
  • bagian mana yang membingungkan.

7. Evaluasi

Interface perlu terus dikembangkan berdasarkan:

  • data;
  • masukan;
  • dan perubahan kebutuhan pengguna.

Kesalahan Interface yang Sering Terjadi

Terlalu Banyak Pilihan

Semakin banyak pilihan, pengguna semakin sulit mengambil keputusan.

Tombol Tidak Jelas

Label seperti:

Submit

terkadang kurang spesifik.

Untuk transaksi, label:

Bayar Sekarang

lebih jelas.

Tidak Ada Feedback

Pengguna menekan tombol tetapi tidak mengetahui apa yang terjadi.

Form Terlalu Panjang

Terlalu banyak informasi dapat meningkatkan kemungkinan pengguna berhenti.

Tidak Mobile Friendly

Jika mayoritas pengguna menggunakan smartphone, interface desktop yang dipaksakan ke layar kecil akan menyulitkan.

Pesan Error Tidak Membantu

Hindari pesan:

“Something went wrong.”

Jika memungkinkan, jelaskan masalah dan tindakan berikutnya.

Tidak Konsisten

Jika tombol dengan fungsi sama memiliki warna dan posisi berbeda di setiap halaman, pengguna dapat bingung.

Interface dan Conversion Rate

Dalam bisnis digital, interface dapat memengaruhi conversion rate.

Misalnya 1.000 orang masuk ke halaman checkout.

Jika interface terlalu rumit, hanya 300 orang yang menyelesaikan pembayaran.

Setelah proses diperbaiki:

  • metode pembayaran lebih jelas;
  • formulir dipersingkat;
  • tombol lebih terlihat;
  • proses lebih cepat,

jumlah transaksi selesai dapat meningkat.

Karena itu, optimasi interface juga dapat menjadi bagian dari strategi bisnis.

Interface dalam B2B

Pada aplikasi B2B, interface biasanya lebih kompleks karena pengguna mengelola banyak data.

Contohnya:

  • transaksi;
  • laporan;
  • pengguna;
  • produk;
  • dan pengaturan.

Prinsip yang perlu diperhatikan:

  • informasi mudah dipindai;
  • data penting mudah ditemukan;
  • filter jelas;
  • fungsi utama mudah diakses.

Interface B2B tidak harus selalu minimalis, tetapi harus efisien.

Interface dan API dalam Bisnis Digital

Bisnis digital biasanya membutuhkan dua jenis interface sekaligus.

User Interface

Digunakan pelanggan atau staf.

API

Digunakan sistem.

Contohnya pada pembayaran:

Pelanggan → Checkout Interface → Sistem Merchant → API Payment Gateway → Proses Pembayaran

Pelanggan hanya melihat interface pembayaran.

Sedangkan API bekerja di belakang layar untuk menghubungkan sistem.

Keduanya sama-sama penting.

Pahami syarat dan prosedur cara menutup kartu kredit uob agar pelunasan seluruh tagihan berjalan lancar.

Pertanyaan Seputar Interface

Interface adalah apa?

Interface adalah penghubung yang memungkinkan manusia, perangkat, atau sistem saling berinteraksi dan bertukar informasi.

Apa contoh interface?

Contohnya:

  • tampilan aplikasi;
  • website;
  • layar ATM;
  • terminal;
  • asisten suara;
  • dan API.

Apa itu user interface?

User Interface adalah antarmuka yang digunakan pengguna untuk berinteraksi dengan sistem.

Apa perbedaan UI dan UX?

UI fokus pada elemen interaksi dan tampilan, sedangkan UX mencakup keseluruhan pengalaman pengguna.

Apa itu GUI?

GUI atau Graphical User Interface adalah interface berbasis visual seperti tombol, ikon, menu, dan gambar.

Apa itu CLI?

CLI atau Command Line Interface adalah interface berbasis teks yang menggunakan perintah untuk berinteraksi dengan sistem.

Apa itu API?

API atau Application Programming Interface adalah interface yang memungkinkan dua sistem atau aplikasi bertukar data dan menjalankan fungsi tertentu.

Mengapa interface penting?

Karena interface menentukan seberapa mudah pengguna atau sistem dapat berinteraksi, menyelesaikan tugas, dan menerima informasi.

Interface yang Baik Membantu Pengguna Menyelesaikan Tujuan

Memahami bahwa interface adalah penghubung antara pengguna dan sistem membantu bisnis melihat desain dari perspektif yang lebih luas.

Interface bukan sekadar soal tampilan menarik.

Yang lebih penting adalah apakah pengguna dapat:

  • memahami proses;
  • menyelesaikan tugas;
  • menghindari kesalahan;
  • dan mendapatkan hasil tanpa hambatan.

Hal tersebut sangat terasa pada proses transaksi.

Pelanggan yang sudah memilih produk masih dapat membatalkan pembelian jika proses pembayaran:

  • membingungkan;
  • terlalu panjang;
  • atau tidak menyediakan metode yang sesuai.

Karena itu, interface pembayaran perlu menjadi bagian dari pengalaman pelanggan.

Optimalkan Pengalaman Pembayaran dengan Payment Gateway OttoDigital

Dalam sistem digital, interface yang baik perlu didukung oleh infrastruktur transaksi yang tepat.

Payment Gateway OttoDigital membantu bisnis menyediakan berbagai pilihan pembayaran dalam satu sistem, mulai dari Virtual Account, QRIS, kartu debit dan kredit, Payment Link, hingga E-Invoicing.

Untuk bisnis dengan website atau aplikasi, sistem pembayaran dapat diintegrasikan agar pelanggan dapat menjalani alur:

Pilih Produk → Checkout → Pilih Pembayaran → Bayar → Status Transaksi

secara lebih terstruktur.

Sementara untuk bisnis yang menerima pesanan melalui WhatsApp atau media sosial, Payment Link dapat membantu mengarahkan pelanggan langsung ke proses pembayaran tanpa harus memberikan nomor rekening secara manual.

Dari sisi sistem, integrasi API juga membantu menghubungkan proses pembayaran dengan aplikasi atau sistem internal bisnis.

Dengan begitu, interface yang dilihat pelanggan dan proses yang berjalan di belakangnya dapat bekerja sebagai satu pengalaman transaksi yang lebih utuh.

Lengkapi pengalaman digital pelanggan dengan Payment Gateway OttoDigital agar proses pembayaran lebih praktis, terintegrasi, dan mudah digunakan.