contoh copywriting

Contoh Copywriting Menarik untuk Bisnis dan Promosi yang Lebih Efektif

Punya produk bagus belum tentu cukup untuk membuat orang membeli. Cara bisnis menyampaikan produk juga menentukan apakah calon pelanggan tertarik membaca, memahami manfaatnya, lalu mengambil tindakan.

Di sinilah copywriting berperan.

Kalimat sederhana seperti “Diskon 20% Hari Ini” mungkin dapat menarik perhatian. Namun, pesan yang lebih memahami kebutuhan pelanggan biasanya terasa lebih relevan, misalnya:

“Belanja kebutuhan bulanan tetap hemat. Dapatkan potongan 20% khusus hari ini.”

Keduanya menawarkan promosi yang sama, tetapi pendekatannya berbeda.

Karena itu, memahami contoh copywriting bukan sekadar mencari kalimat menarik untuk ditiru. Anda juga perlu memahami siapa audiensnya, masalah apa yang mereka hadapi, manfaat yang ditawarkan, hingga tindakan apa yang ingin diarahkan setelah membaca pesan tersebut.

Artikel ini membahas berbagai contoh copywriting untuk produk, media sosial, iklan, makanan, bisnis jasa, hingga penjualan B2B yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan bisnis Anda.

Apa Itu Copywriting?

Copywriting adalah proses menulis pesan yang bertujuan mendorong audiens melakukan tindakan tertentu.

Tindakannya tidak selalu langsung membeli.

Tujuan copywriting juga dapat berupa:

  • mengklik iklan;
  • membuka halaman produk;
  • mengisi formulir;
  • menghubungi tim penjualan;
  • mengunduh aplikasi;
  • mendaftar;
  • mencoba layanan;
  • hingga melakukan pembayaran.

Karena itu, copywriting berbeda dengan tulisan informatif biasa. Entry data adalah proses memasukkan dan menginput informasi digital secara akurat ke dalam sistem basis data perusahaan.

Konten informatif berfokus memberikan pengetahuan, sedangkan copywriting biasanya membawa pembaca menuju tindakan tertentu.

Contohnya:

Kalimat informatif:

“Produk tersedia dalam tiga ukuran.”

Copywriting:

“Pilih ukuran yang paling pas untuk kebutuhan Anda, mulai dari penggunaan pribadi hingga kebutuhan keluarga.”

Informasinya hampir sama, tetapi kalimat kedua menjelaskan manfaat dari pilihan tersebut.

Mengapa Copywriting Penting untuk Bisnis?

Pelanggan menerima banyak sekali pesan promosi setiap hari.

Jika pesan bisnis terlalu umum, calon pelanggan dapat melewatkannya dalam hitungan detik.

Copywriting membantu bisnis menyampaikan nilai produk secara lebih relevan.

Membantu Menarik Perhatian

Bagian pertama dari sebuah iklan memiliki tugas sederhana: membuat audiens mau berhenti dan membaca.

Contohnya:

“Sudah promosi setiap hari, tetapi pesanan masih sepi?”

Kalimat tersebut lebih menarik untuk pemilik usaha dibanding:

“Gunakan layanan pemasaran kami.”

Assessment membantu perusahaan mengevaluasi kompetensi dan kinerja karyawan secara objektif.

Menjelaskan Manfaat Produk

Pelanggan biasanya tidak membeli fitur. Mereka membeli hasil atau manfaat dari fitur tersebut.

Misalnya:

Fitur:

“Baterai 5.000 mAh.”

Manfaat:

“Gunakan seharian tanpa sering mencari colokan.”

Pendekatan seperti ini membuat pesan lebih dekat dengan kebutuhan pengguna.

Mendorong Tindakan

Setelah audiens tertarik, bisnis perlu memberi arahan yang jelas.

Misalnya:

  • Pesan Sekarang
  • Coba Gratis
  • Konsultasikan Kebutuhan Bisnis
  • Lihat Produk
  • Daftar Sekarang

Tanpa arahan yang jelas, pembaca mungkin memahami produk tetapi tidak mengetahui langkah berikutnya. Pengelolaan human capital yang optimal sangat penting untuk meningkatkan produktivitas serta pertumbuhan bisnis.

Formula Copywriting yang Bisa Digunakan

Tidak semua tulisan harus dibuat dari nol.

Ada beberapa formula yang dapat membantu menyusun pesan dengan lebih terstruktur.

Contoh Copywriting AIDA

AIDA merupakan singkatan dari:

  • Attention
  • Interest
  • Desire
  • Action

Formula ini membantu membawa pembaca dari perhatian hingga tindakan.

Attention

Mulailah dari masalah atau situasi yang dekat dengan audiens.

Contoh:

“Pesanan sudah ramai, tapi masih cek transfer satu per satu?”

Interest

Jelaskan kondisi atau solusi yang relevan.

“Semakin banyak transaksi, semakin banyak waktu yang dibutuhkan untuk mencocokkan pembayaran secara manual.”

Bisnis retail fokus pada penjualan barang langsung kepada konsumen akhir untuk kebutuhan pribadi.

Desire

Tunjukkan kondisi yang lebih baik.

“Bayangkan semua pembayaran pelanggan masuk melalui sistem yang lebih terintegrasi dan mudah dipantau.”

Action

Berikan arahan berikutnya.

“Gunakan Payment Gateway OttoDigital untuk membantu mengelola pembayaran bisnis lebih praktis.”

Contoh utuhnya:

“Pesanan sudah ramai, tapi masih cek transfer satu per satu? Semakin banyak transaksi, semakin banyak waktu yang terbuang untuk mencocokkan pembayaran manual. Kelola berbagai metode pembayaran dalam satu sistem bersama Payment Gateway OttoDigital. Konsultasikan kebutuhan bisnis Anda sekarang.”

Contoh Copywriting PAS

PAS terdiri dari:

  • Problem
  • Agitate
  • Solution

Formula ini cocok untuk produk yang menyelesaikan masalah cukup spesifik.

Problem

“Stok sering tidak sesuai dengan catatan?”

Agitate

“Kalau terus dibiarkan, Anda bisa terlambat mengetahui produk habis atau justru menumpuk barang yang jarang terjual.”

Solution

“Gunakan sistem POS yang membantu mencatat penjualan dan stok secara lebih terintegrasi.”

Kuncinya adalah tidak melebih-lebihkan masalah. Gunakan situasi yang memang realistis bagi audiens. Penggunaan invoice management software mempercepat proses penagihan dan pencatatan keuangan secara otomatis.

Contoh Copywriting FAB

FAB terdiri dari:

  • Feature
  • Advantage
  • Benefit

Pendekatan ini cocok jika produk memiliki fitur yang perlu diterjemahkan menjadi manfaat.

Contohnya:

Feature: Virtual Account unik.

Advantage: Setiap transaksi dapat memiliki nomor pembayaran yang berbeda.

Benefit: Bisnis lebih mudah mencocokkan pembayaran pelanggan tanpa memeriksa transfer satu per satu.

Dari informasi tersebut, copywriting dapat dibuat menjadi:

“Tidak perlu lagi mencocokkan transfer satu per satu. Gunakan Virtual Account unik untuk membantu mengidentifikasi pembayaran pelanggan dengan lebih praktis.”

Cara Membuat Copywriting yang Menarik

Formula saja tidak cukup. Pesan juga harus sesuai dengan audiens.

Kenali Masalah Audiens

Mulailah dari pertanyaan:

Apa yang membuat pelanggan merasa terganggu, kesulitan, atau ingin mencari solusi?

Misalnya target Anda adalah pemilik toko online.

Permasalahannya mungkin:

  • pelanggan batal membayar;
  • konfirmasi transfer masih manual;
  • metode pembayaran terbatas;
  • banyak pertanyaan mengenai cara bayar.

Pesan promosi kemudian dapat diarahkan pada masalah tersebut.

Ubah Fitur Menjadi Manfaat

Jangan berhenti menjelaskan produk.

Contohnya:

Kurang menarik:

“Produk kami memiliki notifikasi transaksi waktu nyata.”

Lebih relevan:

“Pembayaran masuk? Anda bisa langsung mengetahui status transaksi tanpa harus mengecek satu per satu.”

Gunakan Bahasa Audiens

Bisnis B2B tidak harus berbicara seperti bisnis kecantikan.

Begitu juga sebaliknya.

Untuk UMKM:

“Jualan makin ramai, pembayaran jangan makin ribet.”

Untuk perusahaan:

“Kelola berbagai metode pembayaran melalui sistem yang lebih terintegrasi untuk membantu meningkatkan efisiensi operasional.”

Pesannya sama, tetapi gaya bahasanya menyesuaikan karakter pembaca. Memahami jenis-jenis pasar membantu strategi pemasaran dan penentuan target konsumen yang tepat.

Fokus pada Satu Pesan

Satu iklan sebaiknya memiliki satu pesan utama.

Jika semuanya dianggap penting, audiens justru kesulitan memahami manfaat terbesar produk.

Misalnya sebuah payment gateway menawarkan:

  • QRIS;
  • Virtual Account;
  • kartu;
  • Payment Link;
  • integrasi;
  • laporan transaksi.

Jangan memaksakan semua informasi ke dalam judul.

Gunakan satu fokus seperti:

“Lebih banyak cara bayar, lebih sedikit hambatan transaksi.”

Detail produknya dapat dijelaskan setelah perhatian pengguna berhasil diperoleh.

Contoh Copywriting Produk

Berikut beberapa pendekatan yang dapat digunakan.

Contoh Copywriting Produk Fashion

Berorientasi manfaat:

“Nyaman untuk aktivitas seharian tanpa membuat penampilan terasa terlalu santai.”

Lebih emosional:

“Pakai yang nyaman, tampil tetap percaya diri dari pagi sampai malam.”

Promosi:

“Waktunya tambah koleksi tanpa bikin anggaran berantakan. Dapatkan harga khusus minggu ini.”

Contoh Copywriting Produk Kecantikan

Hindari klaim yang terlalu mutlak.

Lebih baik gunakan pesan yang realistis.

Contoh:

“Rutinitas sederhana untuk membantu menjaga kulit tetap terasa lembap sepanjang hari.”

Atau:

“Tidak perlu banyak langkah. Mulai perawatan harian dari tiga produk yang benar-benar Anda butuhkan.”

Contoh Copywriting Produk Teknologi

Jangan hanya menampilkan spesifikasi.

Contoh:

Fitur:
Penyimpanan 1 TB.

Copywriting:

“Simpan lebih banyak dokumen, foto, dan proyek tanpa sering menghapus file lama.” Masa probation bertujuan untuk menilai kualifikasi dan kesesuaian kinerja karyawan baru sebelum diangkat menjadi karyawan tetap.

Contoh Copywriting Makanan

Produk makanan sangat berkaitan dengan rasa, aroma, tekstur, dan situasi konsumsi.

Contoh:

“Renyan di luar, lembut di dalam. Cocok jadi teman kopi sore sebelum kembali mengejar tenggat.”

“Pedasnya datang pelan, tapi bikin tangan refleks ambil satu lagi.”

“Tidak sempat masak? Tinggal panaskan, makan malam sudah siap dalam beberapa menit.”

Untuk bisnis makanan, gunakan kata-kata yang membantu pembaca membayangkan pengalaman ketika menikmati produk.

Contoh Copywriting Soft Selling

Soft selling tidak langsung mendorong pembelian sejak kalimat pertama.

Pendekatannya lebih banyak membangun konteks.

Contoh makanan:

“Hari yang panjang biasanya butuh sesuatu yang sederhana: makanan hangat, tempat nyaman, dan waktu sebentar untuk diri sendiri.”

Kemudian baru diarahkan ke produk:

“Kalau sedang mencari menu untuk menutup hari, menu terbaru kami sudah siap menemani.”

Contoh bisnis:

“Semakin bisnis tumbuh, pekerjaan kecil yang dulu mudah dikerjakan manual bisa mulai menyita waktu.”

Kemudian:

“Termasuk mengecek pembayaran pelanggan satu per satu. Sistem pembayaran yang terintegrasi dapat membantu proses tersebut menjadi lebih sederhana.”

Contoh Copywriting Hard Selling

Pendekatan hard selling lebih langsung.

Biasanya cocok untuk:

  • promosi terbatas;
  • peluncuran;
  • penjualan kilat;
  • kampanye dengan waktu tertentu.

Contoh:

“Diskon 30% hanya sampai malam ini. Pilih produk favorit Anda sebelum promonya berakhir.”

Atau:

“Daftar hari ini dan mulai terima pembayaran digital untuk bisnis Anda.”

Gunakan pendekatan ini ketika penawaran memang membutuhkan tindakan cepat. Aplikasi omnichannel mengintegrasikan seluruh saluran penjualan dan komunikasi pelanggan dalam satu platform terpadu.

Contoh Copywriting Instagram

contoh copywriting

Instagram memiliki karakter yang sangat visual.

Pesan sebaiknya tidak mengulang apa yang sudah terlihat pada gambar.

Contoh untuk Fashion

“Tidak perlu terlalu ramai untuk terlihat menonjol.

Potongan simpel, warna mudah dipadukan, nyaman untuk aktivitas seharian.

Cek koleksi terbaru kami.”

Contoh untuk Kuliner

“Jam 3 sore biasanya bukan lapar besar.

Tapi satu camilan hangat?

Sulit ditolak.”

Contoh untuk Bisnis

“Pelanggan sudah mau bayar.

Jangan bikin mereka berhenti karena metode pembayaran yang terbatas.

Berikan lebih banyak pilihan pembayaran dalam satu sistem.”

Contoh Copywriting TikTok

TikTok membutuhkan pembukaan yang cepat.

Beberapa contoh hook:

“Kalau jualan Anda ramai tapi uang masuk masih dicek manual, lihat ini.”

“Jangan buat situs bisnis sebelum tahu satu kesalahan ini.”

“Pelanggan batal membeli bukan selalu karena produknya mahal.”

“Kalau pelanggan masih kirim bukti transfer lewat chat, ada cara yang lebih praktis.”

Setelah perhatian diperoleh, baru jelaskan konteksnya.

Contoh Copywriting Facebook Ads

Iklan Facebook dapat menggunakan penjelasan sedikit lebih panjang jika produk membutuhkan edukasi.

Contoh:

“Pelanggan sudah tertarik membeli, tetapi proses pembayaran masih terbatas?

Semakin panjang langkah transaksi, semakin banyak kesempatan pelanggan berubah pikiran.

Dengan pilihan pembayaran seperti Virtual Account, QRIS, kartu, dan Payment Link, bisnis dapat memberikan pengalaman pembayaran yang lebih fleksibel.

Kelola pembayaran bisnis dalam satu sistem dengan Payment Gateway OttoDigital.”

Contoh Copywriting untuk WhatsApp

WhatsApp lebih personal. Hindari bahasa yang terdengar seperti pengumuman massal.

Contoh:

“Halo Kak, produk yang kemarin ditanyakan sudah tersedia lagi, ya.

Kalau masih berminat, saya bisa bantu siapkan pesanannya hari ini.”

Contoh untuk penagihan:

“Halo Pak/Bu, kami kirimkan tautan pembayaran untuk invoice bulan ini. Pembayaran dapat dilakukan melalui metode yang tersedia pada halaman tersebut. Terima kasih.”

Contoh Copywriting untuk Marketplace

Judul dan deskripsi produk harus jelas sebelum kreatif.

Contoh kurang efektif:

“Kaos Premium Terbaik Super Nyaman Kekinian.”

Lebih baik:

“Kaos Katun Oversize Pria & Wanita – Bahan Ringan untuk Pemakaian Harian.”

Deskripsi kemudian dapat melanjutkan manfaat:

“Potongan longgar untuk aktivitas lebih nyaman, dengan bahan yang ringan digunakan sepanjang hari.”

Contoh Copywriting B2B

Audiens B2B biasanya lebih mempertimbangkan efisiensi, biaya, integrasi, keamanan, dan dampak terhadap operasional.

Contoh:

“Semakin besar volume transaksi, semakin sulit proses rekonsiliasi jika pembayaran masih tersebar di banyak kanal.

Integrasikan berbagai metode pembayaran melalui satu sistem untuk membantu tim mengelola transaksi dengan lebih efisien.”

Atau:

“Lebih banyak metode pembayaran untuk pelanggan, tanpa menambah kerumitan operasional bisnis.”

Contoh Copywriting untuk Payment Gateway

Untuk produk pembayaran, hindari menjual teknologi terlalu teknis di awal.

Mulai dari masalah bisnis.

Angle Metode Pembayaran

“Pelanggan punya cara bayar favorit masing-masing.

Berikan mereka lebih banyak pilihan melalui satu sistem pembayaran.”

Angle Operasional

“Transaksi makin banyak seharusnya berarti bisnis berkembang, bukan pekerjaan administrasi makin menumpuk.”

Angle Payment Link

“Closing lewat WhatsApp?

Kirim tautan pembayaran langsung tanpa harus meminta pelanggan transfer manual.”

Angle Virtual Account

“Pembayaran masuk lebih mudah dikenali dengan nomor Virtual Account untuk setiap transaksi.”

Angle QRIS

“Satu QR untuk membantu menerima pembayaran dari berbagai aplikasi pembayaran.”

Contoh Copywriting Berdasarkan Tujuan

Meningkatkan Kesadaran

“Bisnis yang mudah dibeli biasanya juga lebih mudah dibayar.”

Mendapatkan Prospek

“Masih bingung metode pembayaran mana yang cocok untuk bisnis Anda? Konsultasikan kebutuhan transaksi dengan tim kami.”

Mendorong Pembelian

“Pilih produk, tentukan metode pembayaran, dan selesaikan transaksi dalam beberapa langkah.”

Mengaktifkan Kembali Pelanggan

“Sudah lama tidak berkunjung? Ada beberapa menu baru yang mungkin cocok dengan favorit Anda sebelumnya.”

Mendorong Pembelian Berulang

“Sudah waktunya isi ulang? Produk yang biasa Anda gunakan tersedia kembali.”

Kesalahan Copywriting yang Sering Terjadi

Terlalu Banyak Klaim

Kalimat seperti:

“Produk terbaik, termurah, tercepat, paling aman, dan nomor satu”

justru dapat terasa tidak kredibel jika tidak memiliki dasar.

Pilih manfaat yang benar-benar dapat dibuktikan.

Terlalu Fokus pada Bisnis

Contoh:

“Kami telah berdiri selama 10 tahun dan memiliki teknologi terbaik.”

Informasinya dapat penting, tetapi pelanggan biasanya lebih tertarik pada:

Apa manfaatnya untuk saya?

Ubah menjadi:

“Pengalaman lebih dari 10 tahun membantu kami memahami kebutuhan transaksi dari berbagai jenis bisnis.”

CTA Tidak Jelas

“Pelajari lebih lanjut” tidak selalu salah.

Namun, jika tujuannya ingin mendapatkan konsultasi, gunakan:

“Konsultasikan Kebutuhan Bisnis”

atau:

“Hubungi Tim Sales.”

Terlalu Panjang Sebelum Menjelaskan Manfaat

Terutama pada iklan digital, manfaat utama sebaiknya muncul lebih cepat.

Pelanggan tidak harus membaca lima paragraf sebelum memahami apa yang ditawarkan.

Cara Mengukur Copywriting yang Efektif

Tidak ada kalimat yang otomatis menjadi terbaik untuk semua bisnis.

Efektivitas harus dilihat melalui data.

Beberapa metrik yang dapat digunakan antara lain:

  • rasio klik;
  • tingkat konversi;
  • biaya per prospek;
  • jumlah pembelian;
  • jumlah formulir yang diisi;
  • tingkat pembelian ulang.

Lakukan pengujian beberapa variasi.

Contohnya:

Versi A

“Payment Gateway untuk Bisnis Anda.”

Versi B

“Satu Sistem untuk Terima Berbagai Metode Pembayaran.”

Kemudian lihat mana yang menghasilkan respons lebih baik.

Dengan pendekatan seperti ini, keputusan copywriting tidak hanya berdasarkan selera.

Copywriting yang Baik Perlu Didukung Proses Pembayaran yang Mudah

Copywriting dapat membawa pelanggan dari tahap melihat hingga memiliki niat membeli.

Namun, perjalanan belum selesai.

Setelah membaca penawaran dan memutuskan membeli, pelanggan masih harus melakukan pembayaran.

Jika metode yang mereka inginkan tidak tersedia atau proses pembayaran terasa rumit, konversi masih dapat berhenti di tahap terakhir.

Hal ini semakin penting seiring penggunaan pembayaran digital yang terus berkembang. Bank Indonesia mencatat volume transaksi pembayaran digital mencapai 6,11 miliar transaksi pada Agustus 2026, tumbuh 40,36% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Transaksi QRIS juga tumbuh 67,22% secara tahunan.

Artinya, pesan promosi dan pengalaman pembayaran perlu berjalan dalam satu alur.

Copywriting menarik perhatian.

Penawaran membangun minat.

Pembayaran yang mudah membantu menyelesaikan transaksi.

Maksimalkan Konversi dengan Payment Gateway OttoDigital

Copywriting yang menarik dapat membantu bisnis meyakinkan pelanggan. Namun, ketika pelanggan sudah siap membeli, pastikan proses pembayarannya tidak menjadi hambatan berikutnya.

Payment Gateway OttoDigital membantu bisnis menerima berbagai metode pembayaran melalui satu sistem yang lebih terintegrasi.

OttoDigital mendukung solusi pembayaran seperti QRIS, Virtual Account, Payment Link, kartu debit dan kredit, serta metode pembayaran digital lainnya yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan bisnis.

Bagi bisnis yang menerima pesanan melalui WhatsApp, Instagram, atau kanal percakapan lainnya, Payment Link OttoDigital dapat membantu mengirimkan tautan pembayaran langsung kepada pelanggan tanpa harus meminta transfer dan bukti pembayaran secara manual.

Sementara itu, QRIS OttoDigital dapat digunakan untuk membantu bisnis menerima pembayaran melalui berbagai aplikasi pembayaran dengan satu kode QR, baik untuk kebutuhan transaksi daring maupun tatap muka sesuai implementasinya.

Dengan pilihan pembayaran yang lebih lengkap dan sistem yang lebih terintegrasi, bisnis dapat membangun perjalanan pelanggan yang lebih utuh, mulai dari melihat iklan, tertarik pada penawaran, hingga menyelesaikan transaksi.

Gunakan Payment Gateway OttoDigital untuk melengkapi strategi pemasaran Anda dengan pengalaman pembayaran yang lebih praktis, fleksibel, dan mudah dikelola.