Networking dalam bisnis bukan sekadar menambah kontak atau bertukar kartu nama. Networking adalah proses membangun hubungan profesional yang saling menguntungkan untuk mendorong pertumbuhan bisnis, memperluas peluang, dan memperkuat posisi perusahaan di industri.
Jaringan bisnis yang berkualitas dapat membuka akses ke talenta terbaik, peluang kolaborasi, peningkatan profit, hingga insight strategis yang tidak bisa didapat dari data semata. Bagi pemilik bisnis dan pengambil keputusan, networking adalah aset jangka panjang, bukan aktivitas sosial belaka.
Apa Itu Networking dalam Bisnis?
Networking dalam bisnis adalah upaya menjaga hubungan positif dengan klien, partner, dan profesional lain di industri yang relevan. Dengan jaringan yang tepat, Anda bisa:
- Berbagi insight dan pengalaman bisnis
- Mengikuti perkembangan industri secara real-time
- Mendapatkan rekomendasi kandidat, vendor, atau partner
- Membuka peluang proyek dan ekspansi baru
Pebisnis yang serius membangun networking biasanya aktif mencari ruang pertemuan, baik offline maupun online, untuk memperluas relasi yang relevan dengan tujuan bisnisnya.
Mengapa Networking Sangat Penting?
Dalam praktiknya, banyak peluang bisnis tidak datang dari iklan atau cold outreach, tetapi dari relasi yang sudah terbangun. Inilah alasan kenapa networking menjadi krusial:
1. Membuka Peluang Bisnis Baru
Relasi profesional sering menjadi pintu masuk ke leads, kerja sama strategis, dan peluang B2B yang sulit dijangkau secara langsung.
2. Akses Pengetahuan & Standar Industri
Diskusi dengan pelaku industri membantu memahami praktik terbaik, strategi kompetitor, dan standar operasional yang relevan.
3. Mengidentifikasi Tren Lebih Cepat
Industri terus berubah. Networking membuat Anda lebih cepat menangkap sinyal tren, teknologi baru, dan perubahan perilaku pasar.
4. Meningkatkan Brand Awareness
Berbagi ide dan perspektif bisnis membantu orang lain memahami nilai, visi, dan positioning brand Anda.
5. Mendapat Perspektif Berbeda
Setiap profesional punya sudut pandang unik. Interaksi lintas latar belakang sering menghasilkan solusi yang lebih matang.
6. Akses ke Mentor & Advisor
Relasi dengan senior industri membuka akses ke pengalaman dan nasihat yang tidak ternilai.
7. Membangun Kepercayaan Diri sebagai Pemimpin
Menyampaikan ide dan berdiskusi dengan sesama profesional melatih kepercayaan diri dalam mengambil keputusan strategis.
Empat Jenis Networking dalam Bisnis

Tidak semua jaringan memiliki fungsi yang sama. Dalam praktiknya, networking terbagi menjadi empat tipe utama:
1. Operational Network
Jaringan yang mendukung operasional harian bisnis: tim internal, vendor, supplier, distributor, dan klien aktif. Tujuan: menjaga kelancaran proses dan produktivitas.
2. Strategic Network
Relasi dengan mentor, investor, advisor, dan pemimpin industri. Tujuan: membantu arah pertumbuhan, ekspansi, dan inovasi jangka panjang.
3. Personal Network
Lingkaran orang-orang terpercaya seperti teman, keluarga, dan mantan rekan kerja. Tujuan: membangun kepercayaan, referral, dan dukungan emosional dalam bisnis.
4. Virtual Network
Jaringan berbasis digital melalui komunitas online, webinar, LinkedIn, dan platform profesional lainnya. Tujuan: memperluas jangkauan tanpa batas geografis dan mempercepat kolaborasi global.
Tips Networking yang Efektif untuk Pebisnis
Networking yang kuat tidak dibangun dari banyaknya kontak, tetapi dari kualitas relasi dan konsistensi interaksi. Berikut tips praktis agar networking benar-benar berdampak ke bisnis.
1. Tentukan Tujuan Networking Sejak Awal
Datang ke event tanpa tujuan hanya akan menghasilkan obrolan basa-basi. Tentukan lebih dulu:
apakah Anda mencari leads, partner, investor, mentor, atau industry insight. Tujuan yang jelas membuat percakapan lebih terarah dan relevan.
2. Fokus ke Orang yang Tepat, Bukan Terbanyak
Lebih baik membangun 3–5 koneksi berkualitas daripada 30 kontak tanpa kelanjutan. Cari profesional yang:
- Punya peran relevan dengan bisnis Anda
- Berada di industri yang sama atau saling melengkapi
- Memiliki pengaruh atau pengalaman yang bisa saling dipertukarkan
3. Siapkan Elevator Pitch yang Singkat & Bernilai
Perkenalan ideal cukup 15–30 detik:
- Siapa Anda
- Apa yang bisnis Anda selesaikan
- Nilai unik yang Anda bawa
Hindari jargon teknis. Fokus pada manfaat, bukan fitur.
4. Bangun Percakapan, Bukan Langsung Jualan
Networking bukan sales pitch. Mulai dengan:
- Mendengar lebih banyak daripada berbicara
- Bertanya tentang tantangan bisnis mereka
- Menunjukkan ketertarikan yang tulus
Relasi yang nyaman jauh lebih efektif daripada penawaran yang dipaksakan.
5. Beri Nilai Terlebih Dahulu
Tawarkan sesuatu sebelum meminta:
- Insight pasar
- Rekomendasi kontak
- Artikel, tools crm, atau referensi relevan
Pebisnis cenderung mengingat orang yang membantu, bukan yang langsung menjual.
6. Lakukan Follow-Up Cepat & Personal
Follow-up adalah pembeda antara kenalan dan relasi.
Lakukan maksimal 1–3 hari setelah bertemu, dengan pesan yang:
- Menyebutkan konteks pertemuan
- Menyambung topik yang dibahas
- Mengajak diskusi lanjutan tanpa tekanan
7. Rawat Relasi Secara Konsisten
Networking bukan aktivitas satu kali. Jaga hubungan dengan:
- Update berkala via LinkedIn atau email
- Mengucapkan selamat atas pencapaian mereka
- Mengundang diskusi santai atau kopi bisnis
Relasi yang dirawat akan membuka peluang jangka panjang.
8. Manfaatkan Online Networking Secara Strategis
LinkedIn, komunitas profesional, dan webinar bukan sekadar tempat hadir. Aktiflah dengan:
- Berkomentar relevan
- Berbagi insight
- Mengirim pesan yang kontekstual
Interaksi kecil tapi konsisten membangun visibility dan credibility.
9. Catat dan Kelola Jaringan Anda
Gunakan CRM, notes, atau tools sederhana untuk mencatat:
- Siapa mereka
- Topik yang pernah dibahas
- Potensi kolaborasi ke depan
Networking yang terkelola akan jauh lebih produktif.
10. Jadikan Networking sebagai Kebiasaan, Bukan Agenda
Sisihkan waktu rutin setiap minggu atau bulan untuk:
- Menghadiri event, kenali juga event organizer Jakarta
- Menghubungi kembali relasi lama
- Membuka koneksi baru
Bisnis berkembang lebih cepat ketika networking menjadi ritme, bukan insidental.
Networking yang efektif adalah kombinasi antara tujuan jelas, empati, konsistensi, dan nilai nyata.
Bukan soal seberapa sering Anda hadir, tapi seberapa bermakna hubungan yang Anda bangun.
Bangun Bisnis seperti Bangun Networking
Bangun networking yang tidak berhenti di kartu nama, tapi berlanjut ke transaksi dan loyalitas. Dengan POS System, Payment Gateway, dan Loyalty Program OttoDigital, setiap interaksi bisnis tercatat rapi, setiap peluang terukur, dan setiap relasi punya potensi jangka panjang.
Saat koneksi berubah jadi pelanggan, pastikan sistem Anda siap menumbuhkannya. Mulai integrasikan OttoDigital dan ubah jaringan Anda menjadi pertumbuhan bisnis nyata.


