Dalam bisnis, penjualan pertama itu penting. Tetapi penjualan kedua dan seterusnya jauh lebih menentukan kesehatan perusahaan.
Di sinilah konsep repeat order menjadi krusial. Repeat order bukan sekadar pelanggan membeli lagi. Repeat order adalah indikator kepuasan, efisiensi operasional, kekuatan brand, dan kualitas sistem bisnis secara keseluruhan. Jika pelanggan kembali tanpa dipaksa diskon besar-besaran, artinya bisnis Anda berjalan dengan benar.
Banyak perusahaan terlalu fokus pada akuisisi pelanggan baru, padahal biaya mempertahankan pelanggan jauh lebih rendah dibanding mendapat pelanggan baru. Repeat order bukan hanya soal loyalitas ini soal unit economics yang sehat.
Apa Itu Repeat Order?
Dilansir flinder, repeat order adalah kondisi ketika pelanggan melakukan pembelian kembali setelah transaksi pertama.
Dalam praktik bisnis, repeat order memiliki dua makna utama:
- Pelanggan membeli produk yang sama kembali (reorder produk identik).
- Pelanggan melakukan pembelian ulang, meskipun produknya berbeda.
Keduanya sama-sama menunjukkan satu hal penting: pelanggan puas dan percaya. Repeat order adalah bentuk validasi paling nyata bahwa produk, layanan, harga, dan sistem operasional Anda bekerja dengan baik.
Apa Itu Repeat Order Rate?
Jika repeat order adalah perilaku pelanggan, maka repeat order rate adalah metriknya. Repeat order rate mengukur persentase pelanggan yang melakukan pembelian lebih dari satu kali dalam periode tertentu bulanan, kuartalan, atau tahunan.
Metrik ini membantu menjawab pertanyaan penting:
- Apakah pelanggan hanya datang sekali lalu pergi?
- Atau mereka benar-benar menjadi pelanggan jangka panjang?
Mengapa Repeat Order Sangat Penting untuk Bisnis?
Repeat order bukan sekadar angka tambahan di laporan penjualan. Dampaknya langsung ke profitabilitas.
1. CAC Lebih Rendah, Margin Lebih Sehat
Biaya mendapatkan pelanggan baru (customer acquisition cost) biasanya jauh lebih mahal dibanding mempertahankan pelanggan lama. Jika repeat order meningkat, maka beban marketing relatif turun.
Pelanggan lama juga cenderung memiliki:
- Average order value lebih tinggi
- Kepercayaan lebih besar terhadap brand
- Resistensi lebih rendah terhadap harga
2. Meningkatkan LTV (Lifetime Value)
Lifetime value adalah total nilai transaksi yang diberikan pelanggan selama hubungan dengan bisnis Anda.
Repeat order yang konsisten otomatis meningkatkan LTV. Dan LTV yang tinggi adalah indikator bisnis yang sehat serta menarik bagi investor. Kenali juga GMV salah satu indikator dalam bisnis.
3. Indikator Kualitas Sistem Operasional
Repeat order bukan hanya tentang marketing. Ini tentang:
- Kecepatan pengiriman
- Akurasi stok
- Kemudahan pembayaran
- Pengalaman after sales service
- Proses retur
Jika pelanggan kembali, berarti sistem bekerja tanpa banyak friksi.
4. Kontributor Pendapatan Utama
Dalam banyak bisnis e-commerce, sebagian kecil pelanggan repeat bisa menyumbang porsi pendapatan yang besar.
Contohnya:
Jika 10% pelanggan adalah repeat customer, mereka bisa berkontribusi hingga 40% revenue.
Itulah mengapa repeat order sering menjadi fokus utama dalam strategi pertumbuhan berkelanjutan.
Cara Menghitung Repeat Order Rate
Rumus repeat order rate cukup sederhana:
Repeat Order Rate = Jumlah Pelanggan Repeat / Total Pelanggan dalam Periode
Contoh:
Jika dalam bulan Juni terdapat:
- 3.000 pelanggan yang pernah membeli sebelumnya
- Total pelanggan bulan Juni 8.000
Maka:
Repeat Order Rate = 3.000 / 8.000 = 37,5%
Angka ini bisa dianalisis lebih lanjut untuk menentukan efektivitas strategi retensi.
Manfaat Repeat Order untuk Bisnis dan Strategi Meningkatkannya
Banyak bisnis mengejar penjualan pertama. Namun bisnis yang matang mengejar repeat order.
Repeat order bukan hanya tentang pelanggan membeli kembali. Repeat order adalah indikator bahwa sistem, produk, dan pengalaman pelanggan berjalan dengan benar. Lebih dari itu, repeat order berdampak langsung pada profitabilitas, efisiensi biaya, dan stabilitas arus kas.
Untuk memahami nilai strategisnya, mari kita lihat dari dua sisi: dampaknya terhadap bisnis dan perilaku pelanggan yang tercipta.
Manfaat Repeat Order bagi Bisnis
Repeat order memberikan keuntungan yang jauh lebih luas daripada sekadar kenaikan penjualan.
1. Mengidentifikasi Pelanggan Loyal
Repeat order membantu bisnis mengenali siapa pelanggan dengan nilai tertinggi. Data ini sangat penting untuk:
- Segmentasi pelanggan premium
- Strategi retensi
- Loyalty Program
- Penawaran eksklusif
Pelanggan yang melakukan repeat order adalah aset. Mereka memiliki potensi lifetime value lebih besar dibanding pembeli satu kali.
2. Mengetahui Produk dengan Permintaan Tinggi
Repeat order seringkali menunjukkan produk mana yang benar-benar dibutuhkan pasar. Produk dengan tingkat pembelian ulang tinggi biasanya memiliki:
- Kualitas yang konsisten
- Harga yang kompetitif
- Relevansi tinggi terhadap kebutuhan pelanggan
Bagi manajemen, ini adalah data untuk mengarahkan produksi, pengadaan, dan strategi pengembangan produk.
3. Manajemen Stok Lebih Akurat
Repeat order membuat permintaan lebih terprediksi. Dengan pola pembelian yang berulang, bisnis bisa:
- Mengatur stok lebih presisi
- Menghindari stockout
- Mengurangi overstock
- Menjaga perputaran inventori tetap sehat
4. Efisiensi Marketing yang Lebih Tinggi
Pelanggan lama lebih murah untuk dipertahankan dibanding mencari pelanggan baru. Repeat order menurunkan tekanan pada biaya akuisisi.
Marketing dapat lebih terarah pada:
- Produk dengan potensi repeat tinggi
- Segmentasi pelanggan bernilai besar
- Program customer retention yang lebih efisien
Dampak Repeat Order terhadap Perilaku Pelanggan
Dari perspektif pelanggan, repeat order membentuk pola yang sangat menguntungkan bisnis.
Pelanggan yang sudah percaya pada brand cenderung:
- Kembali membeli produk yang sama
- Mencoba produk lain dalam portofolio brand
- Berbelanja lebih besar saat musim puncak
- Merekomendasikan brand ke orang terdekat
Repeat order bukan hanya transaksi. Ini adalah bentuk kepercayaan.
Strategi Meningkatkan Repeat Order Secara Terukur

Repeat order tidak terjadi secara kebetulan. Ia dibangun secara sistematis melalui kombinasi kualitas, pengalaman, dan sistem yang solid.
Berikut strategi yang dapat diterapkan secara terukur.
1. Konsistensi Kualitas Produk dan Layanan
Strategi paling mendasar tetap yang paling kuat: kualitas. Produk yang tidak konsisten akan menghentikan repeat order seketika. Pelanggan mungkin memaafkan kesalahan pertama, tetapi jarang memberi kesempatan kedua.
Kualitas yang dijaga secara konsisten menciptakan kebiasaan pembelian ulang.
2. Identifikasi Produk “Champion” dan Maksimalkan
Setiap bisnis memiliki produk unggulan. Gunakan data penjualan untuk mengidentifikasi produk dengan repeat order tertinggi.
Setelah ditemukan, lakukan:
- Promosi terarah
- Bundling produk
- Cross-selling
- Stok prioritas
Produk dengan repeat tinggi adalah fondasi pertumbuhan.
3. Berikan Insentif untuk Pembelian Berikutnya
Insentif yang tepat waktu sangat efektif meningkatkan repeat order.
Contoh pendekatan:
- Diskon untuk pembelian kedua
- Voucher khusus pelanggan pertama kali
- Gratis ongkir untuk repeat purchase
Strategi ini bekerja optimal jika terintegrasi dalam sistem POS dan CRM agar tidak terjadi penyalahgunaan atau kesalahan data.
4. Program Loyalitas untuk Pelanggan Setia
Jika strategi sebelumnya mendorong pembelian kedua, program loyalitas bertujuan mempertahankan pembelian ke-3, ke-4, dan seterusnya.
Bentuknya bisa berupa:
- Poin reward
- Diskon khusus member
- Program referral
- Akses eksklusif
Program loyalitas yang berhasil selalu berbasis data, bukan asumsi.
5. Ciptakan Pengalaman yang Berkesan
Kadang pelanggan memilih brand bukan karena produknya paling murah atau paling bagus, tetapi karena pengalaman yang menyenangkan.
Pengalaman yang dimaksud mencakup:
- Proses checkout cepat
- Konfirmasi pembayaran instan
- Pengiriman tepat waktu
- Customer service responsif
- After-sales yang jelas
Repeat order sering kali lahir dari pengalaman, bukan hanya dari produk.
6. Gunakan Feedback Pelanggan sebagai Sumber Perbaikan
Pelanggan yang memberikan review sebenarnya memberi aset berharga.
Gunakan feedback untuk:
- Memperbaiki produk
- Menyesuaikan harga
- Meningkatkan layanan
- Mengidentifikasi masalah operasional
Ketika pelanggan merasa didengar, kemungkinan repeat order meningkat.
7. Promosikan Produk Baru ke Pelanggan Lama
Pelanggan yang sudah percaya pada brand lebih mudah menerima produk baru.
Strategi ini efektif untuk:
- Meningkatkan average order value
- Memperluas portofolio pembelian
- Mengurangi ketergantungan pada satu produk
Pelanggan lama adalah target terbaik untuk ekspansi produk.
8. Gunakan Notifikasi untuk Mendorong Reorder
Beberapa produk memiliki siklus pembelian yang jelas, seperti:
- Produk habis pakai
- Layanan berkala
- Subscription
- Perpanjangan kontrak
Kirim notifikasi sebelum siklus berakhir. Ini meningkatkan repeat order tanpa harus menawarkan diskon besar.
9. Bangun Interaksi Berkelanjutan
Repeat order sangat bergantung pada hubungan jangka panjang.
Bangun komunikasi melalui:
- Email personal
- Konten edukatif
- Interaksi media sosial
- Customer support yang proaktif
Hubungan yang kuat menghasilkan repeat yang konsisten.
Repeat Order Adalah Indikator Kesehatan Sistem Bisnis
Repeat order bukan hanya metrik marketing. Ia mencerminkan:
- Kualitas operasional
- Integrasi sistem
- Ketepatan stok
- Kinerja fulfillment
- Kepuasan pelanggan
Bisnis dengan repeat order tinggi biasanya memiliki sistem yang rapi dan terintegrasi.
Jika data pelanggan, stok, dan transaksi masih tersebar di banyak sistem terpisah, repeat order akan sulit dioptimalkan.
Bangun Repeat Order dengan Sistem yang Terintegrasi
Untuk mendorong repeat order secara berkelanjutan, bisnis membutuhkan:
- POS System yang terhubung dengan inventory
- Data pelanggan yang tersimpan rapi
- Order management yang terpusat
- Laporan retensi yang akurat
Ekosistem digital dari OttoDigital membantu bisnis mengelola transaksi, stok, dan data pelanggan secara terintegrasi sehingga repeat order dapat dipantau dan ditingkatkan secara sistematis.
Saatnya tidak hanya fokus pada penjualan pertama, tetapi membangun pelanggan yang kembali lagi dan lagi bersama OttoDigital. Karena bisnis yang kuat bukan yang ramai sekali, tetapi yang konsisten kembali.


