Marketing Tools

20+ Marketing Tools Berbasis AI di 2026

Di 2026, marketing bukan lagi soal siapa yang paling ramai bersuara, tapi siapa yang paling cepat membaca data dan mengambil keputusan. Di sinilah AI marketing tools mulai memainkan peran krusial bukan sebagai tren sesaat, tapi sebagai competitive advantage nyata.

Beberapa brand global seperti Shopify, Instacart, hingga Airbnb sudah lebih dulu memanfaatkan artificial intelligence untuk memahami perilaku pelanggan, memetakan strategi kompetitor, hingga mengeksekusi kampanye dengan presisi tinggi. Bukan sekadar otomatisasi, tapi cara kerja marketing yang benar-benar data-driven.

Apa Itu AI Marketing Tools?

AI marketing tools adalah perangkat lunak yang membantu tim marketing bekerja lebih cepat, lebih cerdas, dan lebih presisi dengan memanfaatkan artificial intelligence. Tools ini terintegrasi dengan Large Language Models (LLM) seperti ChatGPT, Claude, Gemini, atau Grok, serta terhubung langsung ke workflow marketing yang sudah ada.

Di awal kemunculannya, banyak tools AI di marketing hanya mengandalkan machine learning dasar. Namun hari ini, pendekatannya jauh lebih maju. Dengan dukungan LLM dan Model Context Protocol (MCP), AI tidak lagi sekadar menjalankan perintah, tetapi memahami konteks bisnis, data pelanggan, dan tujuan kampanye.

Inilah yang membuat AI marketing tools menjadi game changer. Bukan sekadar otomatisasi, tapi layer of intelligence baru di atas strategi marketing.

Tak heran jika banyak perusahaan global mulai menjadikan AI sebagai standar kerja. Bahkan CEO Shopify secara terbuka menyampaikan bahwa setiap karyawan perlu memanfaatkan AI dalam pekerjaannya. Artinya, AI bukan lagi eksperimen—melainkan bagian dari cara bisnis modern beroperasi.

20+ Marketing Tools Berbasis AI di 2026

Marketing Tools

Pengalaman di lapangan menunjukkan satu hal yang jelas: AI bukan menggantikan marketer, tapi memperkuat mereka. Dari sentiment analysis, pembuatan konten SEO, optimasi iklan, hingga pelaporan performa secara real-time AI membuat tim marketing bekerja lebih cepat, lebih akurat, dan lebih efisien.

Artikel ini membahas bagaimana marketing tools berbasis AI digunakan secara nyata oleh tim marketing modern, termasuk bagaimana tools ini terhubung dengan kebutuhan bisnis seperti:

Jika Anda adalah Business Owner, memahami lanskap AI marketing tools bukan lagi opsi melainkan kebutuhan strategis untuk tetap relevan dan unggul.

Yuk kita lihat bagaimana AI marketing tools bekerja, apa manfaat nyatanya, dan mengapa 2026 menjadi momentum penting bagi bisnis yang ingin melaju lebih cepat dari kompetitor.

  1. Gumloop

Gumloop bukan sekadar automation tool, melainkan fondasi baru cara tim marketing dan operasional bekerja. Dengan menempatkan LLM seperti GPT dan Claude langsung ke dalam alur kerja, Gumloop memungkinkan owner  mengolah data, memahami konteks, lalu mengeksekusi tindakan secara otomatis. 

Bagi perusahaan yang mengelola banyak channel  mulai dari marketing, sales, hingga data transaksi Gumloop berfungsi seperti otak penghubung yang memastikan setiap informasi bergerak cepat, relevan, dan bisa ditindaklanjuti tanpa ketergantungan pada proses manual.

  1. Surfer SEO

Surfer SEO mengubah pendekatan konten dari sekadar menulis menjadi strategi berbasis bukti. Alih-alih menebak apa yang disukai mesin pencari, Surfer membantu tim memahami pola halaman yang benar-benar ranking. Setiap artikel yang dibuat diarahkan untuk selaras dengan struktur, konteks, dan ekspektasi audiens di mesin pencari. 

Untuk bisnis yang mengandalkan organic growth, Surfer bukan hanya alat optimasi, tetapi risk reducer dalam strategi konten jangka panjang.

  1. Notion AI

Notion AI menjadikan dokumen internal lebih dari sekadar arsip. Ia berfungsi sebagai asisten yang memahami konteks bisnis, menarik informasi lintas dokumen, dan membantu tim mengambil keputusan lebih cepat. 

Dalam organisasi dengan banyak divisi dan data yang tersebar, Notion AI menciptakan kejelasan, menyederhanakan komunikasi, dan mempercepat eksekusi tanpa menambah kompleksitas sistem.

  1. Jasper AI

Jasper AI hadir sebagai mesin drafting yang membantu tim bergerak lebih cepat dari ide ke eksekusi. Konten yang dihasilkan bukan untuk langsung dipublikasikan, melainkan sebagai fondasi awal yang bisa dipoles oleh tim. 

Dengan pendekatan ini, marketer tidak lagi terjebak di fase awal penulisan, melainkan bisa fokus pada strategi, sudut pandang, dan kualitas pesan yang benar-benar berdampak ke bisnis.

  1. Lexica Art

Lexica Art memberi alternatif nyata dari visual stock yang generik. Dengan pendekatan berbasis prompt dan gaya visual yang konsisten, brand dapat menciptakan aset visual yang lebih relevan dengan narasi konten dan identitas merek. 

Di era atensi singkat, visual bukan lagi pelengkap, tetapi elemen penting yang menentukan apakah pesan brand berhenti atau dilewati.

  1. LALAL.AI

LALAL.AI menyederhanakan proses produksi audio dengan hasil yang signifikan. Tanpa perlu studio atau peralatan mahal, konten audio dan video dapat terdengar bersih dan profesional. 

Ini penting bagi brand yang ingin membangun kredibilitas melalui podcast, video edukasi, atau komunikasi internal tanpa mengorbankan waktu dan biaya produksi.

  1. Crayo

Crayo memahami bahwa video pendek bukan soal durasi, tetapi soal retention. Dengan pendekatan yang menyesuaikan algoritma dan perilaku audiens, Crayo membantu brand memproduksi konten yang relevan, cepat, dan mudah dikonsumsi. 

Bagi bisnis yang ingin tetap relevan di platform seperti TikTok dan Reels, Crayo menjadi alat untuk menjaga konsistensi tanpa membebani tim kreatif.

  1. Brandwell

Brandwell dirancang untuk kebutuhan skala. Ia membantu bisnis menghasilkan konten panjang yang terstruktur dan relatif natural, sehingga cocok untuk kebutuhan SEO jangka panjang. 

Namun kekuatannya bukan pada auto-publish, melainkan mempercepat proses awal sehingga tim bisa fokus pada validasi, sudut pandang, dan kualitas akhir sebelum konten dipublikasikan.

  1. Originality AI

Di tengah maraknya konten berbasis AI, Originality AI berperan sebagai penjaga kualitas dan reputasi. Dengan mendeteksi tingkat kemiripan dan potensi konten AI, bisnis dapat memastikan bahwa setiap aset yang dipublikasikan tetap kredibel, aman bagi SEO, dan sesuai standar brand. Ini bukan soal kecurigaan, tetapi tentang tata kelola konten yang sehat.

  1. Writer

Writer membantu perusahaan menjaga konsistensi komunikasi lintas tim. Dengan pendekatan style guide intelligence, Writer memastikan bahwa setiap konten baik internal maupun eksternal tetap sesuai standar bahasa, terminologi, dan kepatuhan industri. 

Untuk perusahaan di sektor finansial, teknologi, atau enterprise, konsistensi ini bukan estetika, melainkan kebutuhan bisnis.

  1. Undetectable AI

Undetectable AI hadir sebagai respons atas tantangan baru di dunia konten: bagaimana memanfaatkan AI tanpa kehilangan nuansa manusia. Tool ini tidak hanya mendeteksi konten berbasis AI, tetapi juga mampu menulis ulang teks agar terdengar lebih natural. 

Dalam praktiknya, Undetectable AI cocok digunakan sebagai lapisan akhir sebelum publikasi, terutama untuk konten SEO atau artikel bisnis yang tetap membutuhkan sentuhan manusia agar kredibel di mata pembaca dan mesin pencari.

  1. ContentShake AI

ContentShake AI memadukan kecerdasan LLM dengan data SEO aktual dari Semrush, menjadikannya alat strategis bagi tim konten yang ingin menulis berdasarkan peluang, bukan asumsi. Prosesnya terasa sistematis: dari ide topik yang sedang naik, struktur konten yang relevan, hingga optimasi yang terukur. 

Bagi bisnis yang mengejar pertumbuhan organic traffic secara konsisten, ContentShake membantu memastikan setiap artikel memiliki alasan kuat untuk ranking.

  1. Fullstory

Fullstory membawa pendekatan observasional ke level yang lebih dalam. Alih-alih sekadar melihat angka konversi, tool ini merekam perjalanan pengguna secara utuh mulai dari gerakan kursor hingga titik friksi yang tak terduga. 

Dengan bantuan AI, pola-pola perilaku ini diterjemahkan menjadi insight yang actionable. Untuk perusahaan yang serius mengoptimalkan user experience, Fullstory membantu mengubah asumsi menjadi bukti.

  1. Zapier

Zapier adalah tulang punggung banyak tech stack modern. Dengan menghubungkan ribuan aplikasi tanpa kode, Zapier memungkinkan bisnis menghilangkan pekerjaan berulang yang tidak memberi nilai tambah. 

AI di balik Zapier bekerja secara senyap, memastikan data mengalir tepat waktu dan proses berjalan konsisten. Dalam organisasi yang berkembang, Zapier sering menjadi perekat antara tim, sistem, dan keputusan.

  1. Hemingway App

Hemingway App berfokus pada satu hal krusial: kejelasan. Dengan menyoroti kalimat bertele-tele dan struktur pasif, tool ini membantu penulis menyampaikan pesan secara lugas. Untuk konten pemasaran, edukasi, atau komunikasi internal, Hemingway memastikan pesan tidak hanya benar, tetapi juga mudah dipahami. 

Meski tidak selalu cocok untuk tulisan bernuansa opini atau thought leadership, ia sangat efektif untuk komunikasi bisnis sehari-hari.

  1. Chatfuel

Chatfuel memungkinkan bisnis membangun chatbot yang tidak terdengar kaku. Dengan pemrosesan bahasa yang semakin matang, bot dapat memahami variasi pertanyaan pelanggan dan merespons secara relevan. 

Dalam konteks customer journey, Chatfuel berfungsi sebagai perpanjangan tim layanan pelanggan menjawab pertanyaan dasar, menyaring lead, dan mengarahkan percakapan ke tahap berikutnya tanpa kehilangan sentuhan personal.

  1. Grammarly

Grammarly menjadi lapisan keamanan linguistik bagi banyak organisasi. Ia memastikan setiap pesan baik email internal, proposal, maupun materi pemasaran bebas dari kesalahan dasar yang bisa mengurangi profesionalisme. 

Dengan integrasi lintas aplikasi, Grammarly membantu tim menjaga standar komunikasi tanpa memperlambat alur kerja.

  1. Albert.ai

Albert.ai mengubah pendekatan iklan dari intuisi menjadi eksperimen berkelanjutan. Dengan menganalisis performa iklan lintas kanal, AI ini menyesuaikan pesan, target, dan anggaran secara real-time. 

Bagi brand yang mengelola paid ads dalam skala besar, Albert membantu meminimalkan pemborosan dan memaksimalkan relevansi pesan ke audiens yang tepat.

  1. Headlime

Headlime dirancang untuk satu tujuan utama: konversi. Dengan AI yang memahami struktur high-performing landing page, tool ini membantu bisnis menyusun pesan yang ringkas, persuasif, dan relevan. 

Integrasi langsung dengan page builder membuat proses dari ide ke publikasi jauh lebih cepat, terutama bagi tim yang menguji banyak variasi halaman.

  1. Userbot.ai

Userbot.ai menempatkan AI dan manusia dalam satu ekosistem percakapan. Saat AI menemui batas pemahaman, ia menyerahkan ke agen manusia, lalu belajar dari interaksi tersebut. Pendekatan ini membuat sistem semakin pintar seiring waktu. 

Bagi perusahaan yang ingin meningkatkan kualitas layanan tanpa sepenuhnya menggantikan peran manusia, Userbot menawarkan keseimbangan yang realistis.

  1. Browse AI

Browse AI menjadi solusi praktis untuk bisnis yang ingin competitive intelligence tanpa harus membangun tim riset khusus. Dengan melatih bot dalam hitungan menit, perusahaan bisa memantau harga kompetitor, ulasan negatif, perubahan katalog produk, hingga peluncuran baru secara otomatis. 

Data yang biasanya tersebar di banyak situs kini langsung tersaji rapi dalam spreadsheet. Bagi bisnis yang bermain di harga, diferensiasi produk, atau market positioning, Browse AI membantu mengambil keputusan berbasis data, bukan asumsi.

  1. Algolia

Algolia mengubah fungsi pencarian dari sekadar fitur menjadi alat konversi. Dengan kecepatan dan relevansi tinggi, pelanggan bisa menemukan produk atau konten yang mereka cari tanpa frustrasi. Untuk ecommerce atau platform dengan katalog besar untuk mengukur GMV, Algolia membantu memangkas decision time pelanggan secara signifikan. 

Dampaknya langsung terasa pada conversion rate, bounce rate, dan kepuasan pengguna faktor penting bagi bisnis yang ingin tumbuh lewat pengalaman digital yang mulus.

  1. PhotoRoom

PhotoRoom mempermudah pembuatan aset visual profesional tanpa proses desain yang rumit. Dengan AI yang mampu memisahkan objek dan latar belakang secara presisi, tim marketing bisa membuat materi promosi, katalog produk, atau halaman profil tim dalam waktu singkat. 

Tool ini sangat relevan untuk bisnis yang membutuhkan kecepatan produksi konten visual terutama UMKM, ecommerce, atau tim lean yang ingin tetap tampil profesional.

  1. Reply.io

Reply.io membantu tim sales menghadapi tantangan klasik: volume tinggi dengan sumber daya terbatas. Dengan AI yang menganalisis respons email dan menilai potensi lead, proses follow-up menjadi lebih terarah. Alih-alih mengirim email secara manual dan acak, Reply.io memastikan setiap interaksi berada di jalur yang tepat. 

Untuk bisnis B2B dengan sales cycle panjang, tool ini membantu menjaga konsistensi komunikasi sekaligus meningkatkan peluang closing.

  1. Brand24

Brand24 berfungsi sebagai radar reputasi digital. Ia memantau percakapan tentang brand di berbagai kanal media, sosial, forum lalu menerjemahkannya menjadi sentiment insight. Dengan visibilitas ini, perusahaan bisa merespons keluhan lebih cepat, menangkap peluang kampanye, dan mencegah isu berkembang menjadi krisis. 

Bagi manajemen, Brand24 membantu menjawab satu pertanyaan krusial: bagaimana pasar benar-benar melihat brand kita hari ini?

Saatnya AI Marketing Terhubung ke Operasional Bisnis

AI marketing tools akan bekerja maksimal bukan saat berdiri sendiri, tetapi ketika terhubung langsung dengan sistem operasional bisnis Anda. Insight dari AI akan jauh lebih bernilai ketika bisa ditindaklanjuti secara real-time mulai dari transaksi, perilaku pelanggan, hingga pengambilan keputusan manajemen.

Dengan POS System, Anda bisa mengubah data penjualan menjadi bahan optimasi kampanye. 

Dengan Payment Gateway, setiap interaksi pembayaran menjadi sumber insight perilaku pelanggan.
Dengan Loyalty Program, AI tak hanya menarik pelanggan baru, tapi menjaga mereka kembali.
Dan dengan ERP Software, semua data marketing, keuangan, dan operasional terintegrasi dalam satu sumber kebenaran.

Jika Anda ingin AI marketing bukan sekadar eksperimen, tapi benar-benar mendorong revenue dan efisiensi, saatnya membangun fondasi digital yang terhubung.

Mulai integrasikan AI marketing tools Anda dengan POS, Payment Gateway, Loyalty Program, dan ERP bersama OttoDigital agar strategi marketing tidak berhenti di data, tapi langsung berdampak ke bisnis.

Hanya untuk Karyawan OttoDigital

Situs ini dibatasi hanya untuk karyawan OttoDigital. Pastikan Anda telah masuk dengan email OttoDigital Anda di browser untuk mengunjungi situs ini

Hanya untuk Karyawan OttoDigital

Situs ini dibatasi hanya untuk karyawan OttoDigital. Pastikan Anda telah masuk dengan email OttoDigital Anda di browser untuk mengunjungi situs ini