last order

Pahami Pentingnya Last Order dan Cara Mengaturnya

Di balik restoran yang terlihat rapi dan profesional, selalu ada sistem yang mengatur ritmenya. Salah satu elemen kecil yang sering diremehkan, tetapi berdampak besar pada efisiensi operasional adalah last order

Bagi pelanggan, ini mungkin hanya soal “batas waktu pesan”. Namun bagi pemilik bisnis, manajemen operasional, hingga investor, last order adalah instrumen pengendali biaya dan kualitas layanan.

Jika tidak diatur dengan baik, 30 menit tambahan setiap hari bisa berubah menjadi pemborosan biaya tenaga kerja, utilitas, dan energi tim dalam jangka panjang.

Apa Itu Last Order?

Dilansir Dallas Observer, last order adalah batas waktu terakhir pelanggan dapat melakukan pemesanan sebelum dapur berhenti menerima order baru. Restoran belum tentu langsung tutup, tetapi setelah waktu ini:

  • Dapur mulai menghentikan produksi baru
  • Staf mulai proses pembersihan dan closing preparation
  • Sistem kasir bersiap melakukan penutupan transaksi

Biasanya restoran menetapkan last order sekitar 30–60 menit sebelum jam tutup. Namun keputusan ini seharusnya berbasis data, bukan sekadar kebiasaan.

Mengapa Last Order Penting bagi Operasional?

Restoran adalah sistem yang bergerak serempak. Tanpa batas yang jelas, fase akhir operasional menjadi tidak terkendali.

Beberapa dampak langsung jika last order tidak diatur dengan disiplin:

  • Biaya tenaga kerja meningkat
    Staf harus lembur untuk menyelesaikan pesanan terakhir.
  • Utilitas tetap berjalan lebih lama
    Gas, listrik, dan peralatan dapur aktif di luar jadwal optimal.
  • Risiko kesalahan meningkat
    Staf yang lelah lebih rentan melakukan kesalahan input atau produksi.
  • Kualitas layanan menurun
    Pelayanan di menit akhir sering tidak optimal karena tim sudah berada dalam fase closing.

Bagi Business Owner dan Finance Manager, ini bukan sekadar isu teknis. Ini adalah isu margin.

Dampak Last Order terhadap Keuangan

Secara sederhana, tambahan 30 menit operasional per hari berarti:

  • Tambahan ±15 jam operasional per bulan
  • Kenaikan biaya tenaga kerja
  • Kenaikan konsumsi energi
  • Potensi peningkatan food waste

Jika restoran memiliki beberapa cabang, efek ini terakumulasi secara signifikan.

Last order yang disiplin membantu menjaga keseimbangan antara revenue dan biaya operasional.

Persepsi Pelanggan dan Cara Mengelolanya

last order

Kekhawatiran terbesar biasanya muncul dari sisi pengalaman pelanggan.

Beberapa komplain yang sering muncul:

  • “Restorannya belum tutup kok nggak bisa pesan?”
  • “Saya baru datang, masa nggak boleh order?”

Masalahnya bukan pada kebijakan, tetapi pada komunikasi.

Beberapa langkah sederhana yang bisa diterapkan:

  • Cantumkan jam last order di pintu masuk dan menu
  • Tampilkan informasi di Google Business dan media sosial
  • Briefing staf agar menjelaskan dengan konsisten dan sopan

Restoran profesional bukan yang fleksibel tanpa batas, tetapi yang transparan dan konsisten.

Apa Itu Last Pre Order?

Untuk bisnis kuliner yang menerima pesanan musiman atau volume besar, konsep last pre order sama pentingnya.

Last pre order adalah batas waktu terakhir pelanggan dapat melakukan pemesanan produk tertentu sebelum periode produksi ditutup.

Manfaatnya:

  • Mengontrol kapasitas dapur
  • Menghindari overcapacity
  • Menjaga kualitas produksi
  • Mengamankan perencanaan bahan baku

Tanpa batas ini, risiko keterlambatan pengiriman dan komplain pelanggan meningkat drastis.

Cara Menentukan Jam Last Order yang Tepat

Menentukan jam last order seharusnya berbasis analisis, bukan asumsi.

Beberapa indikator yang perlu diperhatikan:

  • Pola penjualan per jam
  • Durasi rata-rata penyajian menu
  • Kepadatan meja menjelang jam tutup
  • Waktu yang dibutuhkan untuk closing process

Sebagai contoh, jika data menunjukkan 80% transaksi terjadi sebelum pukul 21.00, maka menetapkan last order pukul 21.30 untuk restoran yang tutup pukul 22.00 mungkin sudah optimal.

Data dari sistem POS sangat membantu dalam membaca pola ini secara objektif.

Peran Teknologi dalam Mengatur Last Order

Mengandalkan pengingat manual dalam restoran dengan traffic tinggi sangat berisiko.

Tanpa sistem yang terintegrasi:

  • Pesanan online bisa tetap masuk setelah dapur ditutup
  • Staf lupa menonaktifkan menu tertentu
  • Kanal delivery tidak sinkron dengan jam operasional

Sistem POS modern memungkinkan:

  • Penutupan otomatis menu sesuai jadwal
  • Sinkronisasi dengan platform delivery
  • Monitoring penjualan per jam secara real-time
  • Standarisasi jam operasional antar cabang

Last Order sebagai Standar Bisnis yang Bertumbuh

Ketika restoran berkembang menjadi multi-cabang, standar operasional menjadi krusial.

Tanpa standar last order yang seragam:

  • Cabang memiliki kebijakan berbeda
  • Biaya tenaga kerja sulit dikontrol
  • Pengalaman pelanggan tidak konsisten

Standarisasi membantu menjaga kualitas dan reputasi brand dalam jangka panjang.

Investor dan CEO biasanya melihat konsistensi operasional sebagai indikator kematangan bisnis.

Maksimalkan Penjualan Sebelum Last Order!

Last order bukan sekadar batas waktu pesan. Ia adalah bagian dari strategi pengendalian biaya, kualitas, dan ritme operasional. Dengan pengaturan yang tepat, restoran dapat:

  • Menjaga margin tetap sehat
  • Mengurangi risiko lembur dan pemborosan
  • Meningkatkan konsistensi layanan
  • Mengoptimalkan perencanaan produksi

Restoran modern tidak lagi mengandalkan kebiasaan. Mereka mengandalkan sistem dan data.

Jika pengaturan last order masih dilakukan manual, mungkin ini saatnya mempertimbangkan POS System terintegrasi yang mampu mengatur jam operasional otomatis, sinkron dengan kanal online, dan memberikan laporan real-time untuk pengambilan keputusan yang lebih presisi. 

Karena pada akhirnya, restoran yang tertata bukan hanya terlihat profesional tetapi memang dikelola secara profesional.

Hanya untuk Karyawan OttoDigital

Situs ini dibatasi hanya untuk karyawan OttoDigital. Pastikan Anda telah masuk dengan email OttoDigital Anda di browser untuk mengunjungi situs ini

Hanya untuk Karyawan OttoDigital

Situs ini dibatasi hanya untuk karyawan OttoDigital. Pastikan Anda telah masuk dengan email OttoDigital Anda di browser untuk mengunjungi situs ini