franchise

50 Franchise di Indonesia yang Banyak Diminati dan Menguntungkan

Memulai usaha dari nol memang menawarkan kebebasan penuh. Namun di sisi lain, risikonya juga tidak kecil. Banyak pengusaha harus menguji produk, membangun merek, menyusun sistem operasional, hingga mencari pasar yang tepat semuanya dari awal.

Di sinilah franchise menjadi alternatif yang lebih terstruktur. Franchise adalah model bisnis di mana Anda menjalankan usaha menggunakan merek, sistem, dan standar operasional yang sudah terbukti berhasil. Anda tidak perlu membangun fondasi bisnis sendirian, karena sudah ada blueprint yang bisa langsung dijalankan.

Bagi pelaku usaha yang ingin bergerak lebih cepat, meminimalkan trial and error, dan memiliki peluang sukses yang lebih terukur, franchise sering kali menjadi pilihan rasional.

Namun, agar bisnis franchise berjalan optimal, tidak cukup hanya membeli hak merek. Anda juga perlu memastikan sistem operasional dan transaksi bisnis berjalan rapi sejak hari pertama. Pengelolaan arus kas, pembayaran supplier, hingga monitoring transaksi harian menjadi faktor krusial dalam menjaga stabilitas usaha.

Di sinilah pentingnya sistem perbankan bisnis yang efisien seperti OttoDigital, yang membantu pengusaha mengelola transaksi secara online dengan lebih aman dan praktis.

Pengertian Franchise

Sebelum membahas lebih jauh, mari pahami dulu konsep dasarnya.

Definisi Franchise Secara Regulasi

Berdasarkan Permendag Nomor 71 Tahun 2019, franchise atau waralaba merupakan hak khusus yang dimiliki oleh individu atau badan usaha atas suatu sistem bisnis dengan karakteristik tertentu yang telah terbukti berhasil. Hak tersebut dapat dimanfaatkan oleh pihak lain melalui perjanjian waralaba.

Artinya, franchise bukan sekadar izin menggunakan nama merek, tetapi mencakup sistem operasional, manajemen, pemasaran, hingga standar layanan yang sudah teruji.

Definisi Menurut KBBI

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), waralaba adalah kerja sama dalam bidang usaha dengan bagi hasil sesuai kesepakatan yang mencakup hak kelola dan hak pemasaran.

Secara sederhana, franchise adalah bentuk kerja sama bisnis berbasis kesepakatan. Anda setuju untuk menjalankan sistem yang telah dibuat pemilik merek dengan aturan dan standar tertentu.

Cara Kerja Franchise

Dalam praktiknya, franchise melibatkan dua pihak utama.

Franchisor dan Franchisee

  • Franchisor adalah pemilik merek dan sistem bisnis.
  • Franchisee adalah pihak yang membeli hak untuk menjalankan usaha tersebut.

Franchisee membayar biaya awal (initial fee) untuk memperoleh hak penggunaan merek dan sistem bisnis. Selain itu, biasanya ada biaya royalti yang dibayarkan secara berkala sebagai bentuk kontribusi atas dukungan berkelanjutan.

Bentuk Dukungan yang Diberikan

Dukungan dari franchisor umumnya meliputi:

  • Pelatihan operasional
  • Standar layanan
  • Strategi pemasaran
  • Panduan manajemen keuangan
  • Sistem pengadaan bahan baku

Namun penting dipahami bahwa franchise bukan berarti kepemilikan penuh atas merek. Kerja sama ini memiliki jangka waktu tertentu dan diatur dalam kontrak yang jelas.

Keuntungan Franchise bagi Pelaku Usaha

Franchise menawarkan sejumlah keuntungan strategis, terutama bagi pengusaha yang ingin mempercepat pertumbuhan usaha dengan risiko lebih terkontrol.

1. Perkembangan Bisnis Relatif Cepat

Karena sistem sudah tersedia, Anda tidak perlu memulai dari nol. Panduan lengkap mulai dari pemilihan lokasi hingga strategi promosi sudah disiapkan.

Hal ini memangkas waktu riset dan eksperimen yang biasanya memakan biaya besar.

2. Peluang Sukses Lebih Terukur

Model bisnis yang telah diuji di berbagai lokasi memberikan gambaran realistis mengenai potensi keuntungan. Risiko kegagalan di tahap awal relatif lebih rendah dibanding usaha independen.

3. Tidak Perlu Membangun Branding dari Awal

Brand awareness adalah aset mahal. Dalam franchise, Anda langsung menggunakan merek yang sudah dikenal pasar. Artinya, pelanggan sudah memiliki kepercayaan awal terhadap produk atau layanan yang ditawarkan.

4. Biaya Operasional Lebih Mudah Diprediksi

Struktur biaya biasanya sudah dihitung dan distandarisasi oleh franchisor. Anda dapat memperkirakan kebutuhan operasional, gaji karyawan, hingga biaya bahan baku dengan lebih akurat. Hal ini memudahkan penyusunan proyeksi keuangan.

5. Dukungan Profesional dan Jaringan Luas

Menjadi bagian dari jaringan franchise berarti memiliki akses ke komunitas usaha yang lebih besar. Promosi nasional, pembelian bahan baku kolektif, hingga strategi kampanye bersama menjadi nilai tambah tersendiri.

Tantangan dalam Menjalankan Franchise

Meski terlihat lebih aman, franchise tetap memiliki tantangan.

Pertama, adanya biaya awal dan royalti yang harus dibayarkan secara konsisten. Jika perputaran bisnis belum stabil, beban ini bisa terasa signifikan.

Kedua, ruang inovasi yang terbatas. Karena mengikuti standar pusat, franchisee tidak bisa sembarangan mengubah konsep atau produk.

Ketiga, reputasi merek pusat sangat memengaruhi seluruh jaringan. Jika brand pusat mengalami isu, dampaknya bisa menyebar ke seluruh cabang. Karena itu, analisis sebelum membeli franchise sangat penting.

Strategi Sukses Mengelola Franchise

Memiliki sistem yang sudah matang bukan berarti bisnis akan otomatis sukses. Pengelolaan yang disiplin tetap menjadi kunci.

1. Pilih Lokasi dengan Data, Bukan Perasaan

Analisis kepadatan penduduk, daya beli, kompetitor sekitar, serta aksesibilitas menjadi faktor utama.

2. Pisahkan Keuangan Pribadi dan Bisnis

Kesalahan paling umum adalah mencampur arus kas pribadi dan usaha. Hal ini membuat pengelolaan menjadi tidak transparan.

3. Gunakan Sistem Transaksi Terintegrasi

Bisnis franchise biasanya memiliki transaksi harian dalam jumlah besar. Mengelola pembayaran supplier, setoran cabang, hingga gaji karyawan membutuhkan sistem yang efisien. Di sinilah pentingnya solusi corporate internet banking seperti OttoDigital.

Peran Sistem Perbankan Digital dalam Franchise

Mengelola franchise bukan hanya soal operasional lapangan. Pengendalian keuangan menjadi fondasi utama.

OttoDigital membantu pelaku usaha untuk:

  • Melakukan transfer ke banyak rekening sekaligus
  • Memantau arus kas secara real time
  • Mengelola pembayaran supplier
  • Mengatur otorisasi transaksi dengan sistem keamanan berlapis
  • Mengunduh laporan transaksi secara otomatis

Dengan sistem ini, pemilik usaha dapat fokus pada pengembangan cabang dan peningkatan penjualan tanpa direpotkan urusan administratif yang kompleks.

50 Franchise di Indonesia yang Banyak Diminati dan Menguntungkan

Bisnis franchise menjadi salah satu model usaha paling diminati di Indonesia. Alasannya sederhana: sistem sudah matang, branding sudah dikenal pasar, dan mitra tidak perlu membangun semuanya dari nol. Tinggal mengikuti standar operasional yang sudah terbukti.

Dari minuman kekinian, ayam goreng, kopi modern, hingga minimarket dan ekspedisi semuanya punya pasarnya sendiri. Berikut pembahasan lengkapnya.

1. Haus!

Haus! berkembang cepat karena strategi harga terjangkau dengan rasa yang tetap konsisten. Target pasarnya jelas: pelajar dan mahasiswa. Outlet biasanya kecil, konsep grab and go, dan berada di lokasi ramai. Kelebihannya ada pada perputaran cepat dan variasi menu yang mengikuti tren.

2. Teh Poci

Teh Poci termasuk franchise modal relatif kecil yang sudah lama eksis. Sistemnya sederhana, cocok untuk pemula. Biasanya berbentuk booth kecil di pinggir jalan atau pasar. Margin stabil karena bahan baku relatif murah.

3. Mixue

Mixue adalah fenomena besar dalam beberapa tahun terakhir. Es krim dan minumannya menyasar semua segmen usia. Brand awareness yang kuat membuatnya hampir selalu ramai. Cocok untuk investor dengan modal menengah ke atas.

4. Es Teh Indonesia

Mengusung konsep teh modern dengan branding yang kuat. Outlet sering hadir di pusat perbelanjaan atau ruko strategis. Targetnya pasar urban.

5. Janji Jiwa

Salah satu pelopor kopi susu kekinian. Sistem manajemennya sudah teruji karena ribuan gerai tersebar di Indonesia. Cocok untuk area perkantoran dan kota besar.

6. Kopi Kulo

Dikenal dengan menu unik seperti Avocatto. Brand ini memanfaatkan tren kopi susu dengan harga bersaing. Cocok untuk ruko kecil atau area komersial.

7. Fore Coffee

Berbeda dari kedai kopi biasa karena mengintegrasikan aplikasi digital dalam sistem pemesanan. Lebih cocok untuk lokasi premium seperti mall dan pusat bisnis.

8. Dum Thai Tea

Franchise minuman dengan konsep sederhana dan harga ekonomis. Cocok untuk pemula karena paket kemitraannya relatif terjangkau.

9. Chatime

Brand internasional dengan standar operasional tinggi. Modalnya lebih besar, namun reputasi globalnya menjadi nilai jual utama.

10. Hangry Moon Chicken

Ayam goreng Korea dengan konsep modern. Biasanya menyasar anak muda dan hadir di mall atau pusat kota.

11. Ayam Sabana

Ayam goreng harga merakyat yang bisa ditemui di banyak pinggir jalan. Modal relatif kecil dan pasarnya luas karena menyasar kelas menengah ke bawah.

12. Kebab Baba Rafi

Pelopor kebab franchise di Indonesia. Sudah terbukti bertahan sejak 2006 dan memiliki jaringan luas di berbagai kota.

13. Mie Gacoan

Brand mie pedas yang viral dan sering antre panjang. Cocok untuk investor dengan modal lebih besar karena butuh tempat cukup luas.

14. Geprek Bensu

Mengandalkan kekuatan brand selebriti. Pasarnya luas karena ayam geprek sudah menjadi makanan favorit masyarakat.

15. Burger Bangor

Burger ukuran besar dengan harga bersaing. Konsepnya modern dan menyasar anak muda.

16. Rocket Chicken

Brand ayam goreng nasional dengan sistem kemitraan luas. Cocok untuk kota-kota berkembang.

17. Shihlin Taiwan Street Snacks

Camilan ayam crispy khas Taiwan yang biasanya hadir di mall besar. Modal relatif tinggi karena standar outlet premium.

18. D’Besto

Ayam goreng cepat saji dengan paket franchise yang fleksibel sesuai ukuran gerai.

19. Tahu Benjo

Tahu kekinian dengan berbagai varian rasa. Modal kecil dan cocok untuk lokasi dekat sekolah.

20. Indomaret

Franchise minimarket terbesar di Indonesia. Sistemnya sangat terstruktur. Modal besar, tetapi relatif stabil jika lokasi tepat.

21. Alfamart

Minimarket dengan dukungan manajemen kuat dan jaringan distribusi nasional.

22. JNE

Kemitraan agen ekspedisi yang bisa dimulai dari rumah. Cocok untuk area perumahan padat dan mendukung pertumbuhan e-commerce.

23. J&T Express

Ekspedisi modern dengan pertumbuhan cepat. Biasanya ramai karena transaksi online meningkat.

24. Laundry Simply Fresh

Usaha jasa laundry dengan sistem dan pelatihan lengkap. Cocok di area kos-kosan atau perumahan padat.

25. Kumon

Franchise pendidikan internasional yang fokus pada pengembangan kemampuan matematika dan bahasa. Stabil karena kebutuhan pendidikan selalu ada.

26. Ayam Pak Gembus

Ayam Pak Gembus dikenal dengan sambalnya yang khas dan level pedas yang bisa dipilih. Konsepnya sederhana: ayam geprek dengan harga terjangkau. Cocok dibuka di area mahasiswa atau perumahan padat karena segmentasinya luas.

27. Ayam Keprabon

Brand ayam pedas dengan cita rasa khas Surabaya ini cukup kuat di pasar lokal. Biasanya menggunakan ruko ukuran sedang. Cocok untuk kota tingkat dua yang pertumbuhan kulinernya mulai naik.

28. Lazatto

Ayam goreng dengan konsep cepat saji dan harga bersaing. Banyak berdiri di kota-kota kecil karena model bisnisnya cukup fleksibel dan menyasar pasar menengah ke bawah.

29. D’Bro

Mirip dengan D’Besto, namun dengan positioning sedikit berbeda dalam paket kemitraannya. Cocok untuk investor yang ingin bisnis ayam dengan sistem operasional sederhana.

30. Hisana Fried Chicken

Ayam goreng dengan konsep kaki lima modern. Modal relatif lebih rendah dibanding brand ayam besar, sehingga cocok untuk pemula.

31. Bakso Benhil

Bakso dengan reputasi lama yang sudah dikenal masyarakat. Cocok untuk lokasi ruko atau pusat kuliner karena targetnya keluarga.

32. Baso Aci Juara

Mengusung konsep baso aci kekinian yang sempat viral. Cocok untuk pasar milenial dan gen Z.

33. Master Cheese Pizza

Pizza lokal dengan harga lebih terjangkau dibanding brand internasional. Cocok untuk perumahan atau kota berkembang.

34. Yakisora

Camilan khas Jepang dengan konsep booth kecil. Modal relatif kecil dan cocok untuk pusat perbelanjaan kecil atau sekolah.

35. Rokea

Minuman teh Korea dengan konsep sederhana. Cocok untuk pemula karena skala gerainya tidak terlalu besar.

36. Kopi Soe

Brand kopi yang memanfaatkan tren kopi susu kekinian. Cocok untuk area komersial dan pusat kota.

37. Cetroo Coffee

Kedai kopi fleksibel yang bisa disesuaikan dengan ukuran lokasi. Cocok untuk area kampus atau perumahan elite.

38. Bhumi Coffee

Mengusung konsep minimalis dan suasana nyaman. Targetnya komunitas dan pekerja remote.

39. Rocket Chicken

Ayam goreng nasional yang sudah memiliki banyak cabang. Biasanya membutuhkan lokasi cukup luas karena sistemnya menyerupai restoran cepat saji.

40. Ayam Nelongso

Brand ayam pedas yang cukup populer di beberapa kota besar. Cocok untuk investor dengan target pasar mahasiswa.

41. Alfamidi

Versi lebih besar dari minimarket biasa dengan produk lebih lengkap. Cocok untuk area perumahan besar.

42. Circle K

Minimarket internasional dengan konsep modern dan menyasar kelas menengah atas.

43. Lawson

Minimarket asal Jepang yang fokus pada makanan siap saji. Cocok untuk area perkantoran dan mall.

44. Apotek K-24

Franchise apotek 24 jam dengan sistem operasional ketat. Cocok untuk investor besar karena regulasi farmasi cukup kompleks.

45. Smart Brain

Franchise pendidikan yang fokus pada pengembangan kecerdasan anak. Biasanya berada di perumahan atau dekat sekolah.

46. Ganesha Operation

Bimbingan belajar nasional dengan reputasi kuat dalam persiapan ujian. Stabil karena kebutuhan pendidikan selalu ada.

47. ESQ Leadership Center

Fokus pada pelatihan kepemimpinan dan pengembangan diri. Cocok untuk kota besar dengan segmen korporat.

48. SiCepat

Agen ekspedisi yang tumbuh bersama e-commerce. Cocok untuk area perumahan dan pasar online aktif.

49. Bright Gas Shop

Kemitraan distribusi produk gas resmi. Stabil karena kebutuhan rumah tangga selalu ada.

50. Indomilk Cafe (contoh konsep retail F&B modern)

Menggabungkan konsep minuman dan produk susu dalam satu tempat. Cocok untuk pusat kota atau mall.

Ingin menambah sumber pendapatan dari bisnis franchise Anda? Lengkapi usaha dengan layanan PPOB agar pelanggan bisa membayar tagihan listrik, PDAM, pulsa, hingga top-up e-wallet langsung di outlet Anda.

Dengan satu integrasi PPOB, Anda bisa meningkatkan trafik pelanggan sekaligus menciptakan transaksi berulang setiap bulan. Pelajari solusi PPOB terbaik untuk bisnis Anda sekarang juga dan mulai maksimalkan potensi usaha Anda.

Hanya untuk Karyawan OttoDigital

Situs ini dibatasi hanya untuk karyawan OttoDigital. Pastikan Anda telah masuk dengan email OttoDigital Anda di browser untuk mengunjungi situs ini

Hanya untuk Karyawan OttoDigital

Situs ini dibatasi hanya untuk karyawan OttoDigital. Pastikan Anda telah masuk dengan email OttoDigital Anda di browser untuk mengunjungi situs ini