Di banyak bisnis, masalah jarang datang dari penjualan yang sepi. Justru sebaliknya penjualan jalan, pelanggan ada, tapi uang terasa selalu tertahan. Saat ditelusuri, akarnya sering sama: stok barang tidak terkontrol.
Ada barang yang habis tanpa disadari, ada yang menumpuk terlalu lama di gudang, dan ada pula data stok yang tidak sinkron antara tim operasional dan keuangan. Situasi seperti ini bukan soal kurang kerja keras, tapi kurang visibilitas data.
Di sinilah laporan stok barang berperan. Bukan sekadar catatan keluar-masuk barang, melainkan alat strategis untuk menjaga arus kas, memastikan kelancaran operasional, dan mendukung keputusan manajemen berbasis data. Artikel ini membahas laporan stok barang secara menyeluruh mulai dari pengertian, fungsi, manfaat, hingga praktik terbaik.
Apa Itu Laporan Stok Barang?
Dilansir Shipbob, laporan stok barang adalah ringkasan jumlah dan kondisi persediaan yang dimiliki bisnis pada periode tertentu. Laporan ini dapat berbentuk fisik maupun digital, berisi data barang yang siap dijual, sedang dipesan, disimpan di gudang, atau digunakan untuk kebutuhan internal.
Laporan stok yang baik memiliki beberapa karakter utama:
- Data akurat dan real-time
- Detail hingga level SKU, varian, dan batch
- Mudah dibaca dengan bantuan visual
- Terhubung langsung dengan transaksi penjualan dan pembelian
Tujuan utamanya sederhana: membantu bisnis mengetahui apa yang dimiliki, apa yang bergerak cepat, dan apa yang justru membebani modal.
Mengapa Laporan Stok Barang Penting untuk Bisnis?
Mengelola stok tanpa laporan yang jelas ibarat mengemudi tanpa panel indikator. Bisnis mungkin masih berjalan, tetapi penuh risiko.
Laporan stok membantu bisnis:
- Menjaga ketersediaan produk tanpa overstock
- Mengontrol modal yang tertahan di gudang
- Mengurangi risiko kehabisan barang (stockout)
- Menyelaraskan data operasional dan keuangan
Bagi manajemen, laporan ini bukan sekadar dokumen operasional, tetapi dasar pengambilan keputusan strategis.
Fungsi Utama Laporan Stok Barang
Berikut ini fungsi utama laporan stok barang yaitu:
1. Manajemen Stok dan Demand Forecasting
Salah satu fungsi paling krusial dari laporan stok barang adalah membantu bisnis menentukan kapan dan berapa banyak harus melakukan pemesanan ulang.
Terlambat memesan berarti kehilangan penjualan. Terlalu cepat dan terlalu banyak berarti modal mengendap, biaya penyimpanan meningkat, dan risiko kerusakan barang membesar. Dengan laporan stok yang akurat, bisnis dapat:
- Menentukan reorder point secara objektif
- Memprediksi kebutuhan stok berdasarkan data penjualan sebelumnya
- Menyusun anggaran pembelian yang lebih presisi
Pendekatan ini membuat perencanaan tidak lagi berbasis asumsi, tetapi data.
2. Pelacakan Stok di Gudang
Untuk bisnis dengan volume tinggi atau lebih dari satu gudang, mengetahui jumlah stok saja tidak cukup. Lokasi barang juga harus jelas.
Laporan stok yang mencatat posisi SKU di gudang membantu:
- Mengurangi perpindahan barang yang tidak perlu
- Mempercepat proses picking dan packing
- Menekan risiko kehilangan atau salah kirim
Selain itu, laporan ini sangat berguna saat:
- Terjadi recall produk
- Menangani retur barang rusak
- Melakukan audit stok
3. Penerapan FIFO dan LIFO
Pada bisnis dengan barang perishable atau harga pokok yang sering berubah, metode FIFO (first in, first out) dan LIFO (last in, first out) menjadi penting.
Laporan stok mencatat:
- Batch barang
- Tanggal masuk
- Tanggal kedaluwarsa
- Urutan penjualan
Dengan data ini, bisnis dapat menjaga konsistensi pencatatan inventori dan menghindari kebingungan saat periode akuntansi berakhir.
4. Kategorisasi Inventori
Tidak semua stok berada pada tahap yang sama. Laporan stok yang rapi membedakan inventori menjadi:
- Bahan baku
- Barang dalam proses
- Barang jadi
- Stok inbound dan outbound
Kategorisasi ini penting untuk:
- Perhitungan HPP (cost of goods sold)
- Pelaporan pajak
- Evaluasi efisiensi operasional
Tanpa laporan yang jelas, stok mudah tercampur dan sulit ditelusuri.
Manfaat Laporan Stok Barang bagi Bisnis

Kenali juga manfaat laporan stok barang bagi bisnis:
Membantu Pengambilan Keputusan
Dengan data seperti tingkat perputaran stok dan stok lambat bergerak, manajemen dapat memutuskan produk mana yang perlu diprioritaskan, dikurangi, atau dipromosikan.
Mencegah Stockout dan Overstock
Laporan stok memberikan gambaran posisi persediaan secara menyeluruh. Dari sini, bisnis dapat menghitung EOQ (economic order quantity), yaitu jumlah pemesanan optimal untuk menyeimbangkan biaya simpan dan biaya pemesanan.
Menghemat Waktu dan Mengurangi Kesalahan
Pencatatan manual rentan kesalahan. Sistem inventori terintegrasi memungkinkan laporan dibuat otomatis, konsisten, dan selalu up to date.
Meningkatkan Akurasi Perencanaan
Data historis dari laporan stok memudahkan bisnis mempersiapkan diri menghadapi musim ramai, promosi besar, atau ekspansi cabang.
Mendorong Profitabilitas
Dengan memahami performa setiap produk, bisnis dapat:
- Menyesuaikan harga
- Mengatur ulang strategi restock
- Menjalankan promosi untuk barang slow-moving
Komponen Penting dalam Laporan Stok Barang
Agar laporan stok benar-benar bernilai, pastikan elemen berikut selalu tersedia:
- Identitas produk (SKU, nama, varian)
- Jumlah stok tersedia dan dipesan
- Lokasi penyimpanan
- Batch dan tanggal masuk
- Harga pokok
- Status stok
- Reorder point
4 Jenis Laporan Stok Barang yang Perlu Dipahami Bisnis
Tidak semua laporan stok barang menyajikan data yang sama. Dalam praktiknya, bisnis yang sehat justru menggunakan beberapa jenis laporan stok sekaligus untuk melihat kondisi inventori dari sudut pandang yang berbeda keuangan, performa penjualan, perencanaan, hingga distribusi.
Berikut empat jenis laporan stok barang yang paling relevan untuk business owner.
1. Laporan Nilai Stok (Inventory Value Report)
Jenis laporan ini berfokus pada satu pertanyaan krusial:
berapa besar modal bisnis yang sedang “parkir” di dalam stok?
Laporan nilai stok menampilkan:
- Total nilai inventori saat ini
- Nilai stok per SKU
- Nilai stok per gudang atau lokasi
Bagi tim keuangan dan manajemen, laporan ini penting untuk:
- Mengontrol arus kas
- Menghindari modal terlalu banyak tertahan di gudang
- Menilai efisiensi pembelian barang
Pada bisnis dengan lebih dari satu gudang, laporan ini juga membantu menyeimbangkan distribusi stok antar lokasi. Terlalu banyak stok di satu gudang bukan hanya tidak efisien, tapi juga meningkatkan risiko kehilangan atau kerusakan akibat kejadian tak terduga.
2. Inventory Performance Report
Jika laporan nilai stok menjawab “berapa nilainya”, maka laporan performa stok menjawab yaitu stok mana yang benar-benar bekerja untuk bisnis?
Laporan ini menampilkan:
- Kecepatan pergerakan SKU (SKU velocity)
- Tingkat perputaran stok (inventory turnover)
- Produk terlaris dan produk lambat bergerak
- Perbandingan performa antar periode
Dari laporan ini, bisnis bisa:
- Fokus ke SKU yang paling berkontribusi pada penjualan
- Mengurangi stok produk yang bergerak lambat
- Menghindari dead stock yang hanya membebani gudang
Bagi CEO dan investor, laporan ini memberikan gambaran jelas apakah inventori benar-benar mendukung pertumbuhan bisnis atau justru menjadi beban tersembunyi.
3. Inventory Forecasting Report
Laporan ini menggunakan data historis penjualan untuk membaca pola permintaan di masa depan. Pola tersebut bisa bersifat:
- Musiman (misalnya momen hari raya)
- Regional (perbedaan kebutuhan antar wilayah)
- Tren tahunan yang berulang
Dengan laporan peramalan stok, bisnis dapat menghitung berapa banyak barang yang perlu disiapkan untuk periode berikutnya.
Contoh sederhana: Jika dalam tiga tahun terakhir sebuah produk selalu mengalami lonjakan penjualan di kuartal tertentu, laporan ini akan merekomendasikan jumlah stok minimum agar bisnis tidak kehabisan barang saat permintaan tinggi.
Bagi tim operasional dan keuangan, laporan ini membantu:
- Menyusun anggaran pembelian lebih presisi
- Mengurangi risiko overstock
- Menjaga keseimbangan antara kesiapan stok dan efisiensi modal
4. Fulfillment & Shipping Trends Report
Jenis laporan ini melihat apa yang terjadi setelah barang terjual bagaimana proses penyimpanan, pengemasan, hingga pengiriman berdampak ke biaya dan kepuasan pelanggan.
Laporan fulfillment biasanya mencakup:
- Biaya penyimpanan stok
- Biaya pick & pack per pesanan
- Kecepatan pemrosesan pesanan
Sementara laporan pengiriman menampilkan:
- Rata-rata waktu kirim
- Biaya pengiriman
- Dampak lokasi stok terhadap ongkos kirim
Insight dari laporan ini membantu bisnis mengoptimalkan distribusi stok agar:
- Biaya logistik lebih efisien
- Waktu pengiriman lebih cepat
- Customer loyalty meningkat
Untuk bisnis skala menengah hingga besar, laporan ini sering menjadi dasar keputusan penempatan stok di berbagai gudang.
Cara Menyusun Laporan Stok Barang
Secara teknis, laporan stok barang bisa dibuat menggunakan Excel atau Google Sheets. Namun, pendekatan ini hanya menampilkan kondisi pada satu waktu tertentu dan membutuhkan pembaruan manual.
Dalam praktik terbaik, laporan stok seharusnya terhubung langsung dengan sistem penjualan, pembelian, dan gudang agar data selalu real-time. Meski begitu, berikut langkah dasar penyusunan laporan stok secara manual agar strukturnya jelas.
1. Buat Kolom Daftar Barang
Mulai dengan mencatat seluruh item inventori dalam satu kolom vertikal. Pencatatan dilakukan di level SKU, bukan hanya nama produk umum.
Semakin banyak SKU yang dimiliki, semakin kompleks laporan yang perlu dikelola. Inilah alasan mengapa struktur sejak awal menjadi sangat penting.
2. Tambahkan Kolom Deskripsi
Kolom deskripsi membantu membedakan produk yang terlihat mirip. Informasi seperti warna, ukuran, atau varian lain memudahkan validasi data dan menghindari kesalahan pencatatan.
3. Tentukan Harga per Item
Cantumkan harga untuk setiap SKU agar bisnis dapat:
- Menghitung total nilai stok
- Mengetahui nilai inventori per produk
- Mengestimasi biaya penyimpanan
Pada banyak bisnis, harga beli dan harga jual dicatat terpisah untuk kebutuhan analisis dan laporan keuangan.
4. Catat Sisa Stok
Kolom ini berisi jumlah unit yang tersedia saat ini. Angka ini harus selalu diperbarui berdasarkan:
- Barang masuk
- Barang terjual
- Retur atau penyesuaian stok
Tanpa pembaruan rutin, laporan stok akan cepat kehilangan relevansinya.
5. Tentukan Periode Pembaruan
Frekuensi pembaruan laporan bergantung pada:
- Volume penjualan
- Kecepatan pergerakan stok
- Jumlah safety stock yang dimiliki
Bisnis dengan penjualan tinggi membutuhkan pembaruan lebih sering. Sebaliknya, stok pengaman yang terlalu besar memang memberi rasa aman, tetapi juga meningkatkan biaya operasional.
Kenapa Pendekatan Digital Lebih Efektif?
Pendekatan manual cenderung menyita waktu dan rentan kesalahan. Sistem POS dan inventori terintegrasi memungkinkan laporan stok:
- Ter-update otomatis
- Sinkron dengan penjualan dan pembelian
- Siap dianalisis lintas tim
Sebagai penyedia solusi POS system dan manajemen bisnis, OttoDigital melihat laporan stok barang bukan sekadar laporan operasional, melainkan fondasi kontrol bisnis yang sehat dan berkelanjutan.


