BOD adalah singkatan dari Board of Directors, yaitu sekelompok individu terpilih yang bertugas mewakili kepentingan pemegang saham dan memastikan arah perusahaan berjalan sesuai tujuan jangka panjang.
Pada perusahaan privat, Board of Directors dipilih oleh pemegang saham untuk mengawasi kinerja dan strategi bisnis. Sementara pada organisasi nirlaba, BOD berperan sebagai badan pengelola tertinggi yang bertanggung jawab atas arah kebijakan, pengawasan, dan akuntabilitas organisasi.
Perlu digarisbawahi, BOD tidak mengelola operasional harian. Aktivitas sehari-hari tetap dijalankan oleh manajemen dan karyawan. Peran BOD bersifat strategis, bukan eksekutorial.
BOD Adalah
Dilansir BDC, BOD adalah singkatan dari Board of Directors, yaitu badan pengarah tertinggi dalam sebuah organisasi yang bertanggung jawab atas arah strategis, pengawasan manajemen, dan perlindungan kepentingan stakeholder.
BOD tidak menjalankan operasional harian. Tugas tersebut berada di tangan direksi eksekutif dan tim manajemen. BOD berfungsi sebagai pengarah, pengawas, dan pengambil keputusan strategis.
Singkatnya, BOD adalah penjaga arah bisnis memastikan perusahaan tumbuh, terkendali, dan tetap selaras dengan kepentingan stakeholder dalam jangka panjang.
Jenis-Jenis Board of Directors (BOD)
Setiap organisasi bisa memiliki tipe Board of Directors (BOD) yang berbeda, tergantung kebutuhan, struktur bisnis, dan tujuan jangka panjang. Berikut beberapa jenis BOD yang paling umum ditemui:
1. Executive Board
Executive Board berperan aktif dalam menjalankan perusahaan, terutama jika tidak ada posisi Chief Executive Officer (CEO).
Fungsi utamanya meliputi:
- Mengelola operasional bisnis secara langsung
- Menjaga arah visi, misi, dan tujuan perusahaan
- Memastikan perusahaan berjalan efektif, berkelanjutan, dan menguntungkan
Jenis board ini biasanya ditemui pada organisasi yang masih berkembang atau struktur manajemennya belum lengkap.
2. Governing Board
Governing Board berfokus pada fungsi pengawasan dan arahan strategis, bukan operasional harian.
Perannya antara lain:
- Memberikan panduan strategis kepada pemilik atau manajemen
- Menjaga agar bisnis tetap selaras dengan mandat dan tujuan utama
- Memastikan tata kelola perusahaan (good corporate governance) berjalan dengan baik
Board ini umum digunakan pada perusahaan yang sudah matang dan memiliki struktur manajemen yang jelas.
3. Advisory Board
Advisory Board bersifat non-eksekutif dan tidak memiliki kewenangan pengambilan keputusan formal.
Nilai utama yang diberikan:
- Perspektif eksternal dan pengalaman industri
- Masukan strategis untuk ekspansi bisnis, positioning brand, atau pengembangan pasar baru
- Akses networking dan kredibilitas
Advisory board sangat efektif untuk startup, perusahaan fintech, atau bisnis yang sedang scale-up.
4. Fundraising Board
Jenis board ini paling sering ditemukan di organisasi non-profit.
Fokus utamanya:
- Menggalang dana untuk mendukung program dan misi organisasi
- Mengorganisir kegiatan seperti fundraising event, gala, lelang, atau kampanye donasi
- Memanfaatkan jaringan bisnis dan komunitas
Anggota Fundraising Board umumnya bekerja secara sukarela (volunteer) dan tidak menerima kompensasi.
Cara Kerja Board of Directors (BOD)
Dalam perusahaan, cara kerja BOD diatur melalui articles of incorporation dan corporate bylaws. Dokumen ini menentukan jumlah anggota BOD, mekanisme pemilihan (biasanya lewat RUPS), serta frekuensi rapat dewan.
BOD menjalankan perannya sebagai fiduciary, artinya bertindak atas nama perusahaan dan pemegang saham, bukan kepentingan pribadi. Fokusnya adalah keputusan strategis, bukan operasional harian.
- Melindungi Kepentingan Pemegang Saham : BOD memastikan perusahaan dikelola secara sehat dan bernilai tambah. Ini mencakup pengawasan kinerja bisnis, transparansi laporan keuangan, serta penyampaian informasi penting yang dapat memengaruhi keputusan investor.
- Mengelola Risiko Bisnis : BOD berperan dalam menetapkan kebijakan untuk mengidentifikasi, menilai, dan mengelola risiko baik finansial, hukum, keamanan, maupun operasional. Pengawasan risiko yang berkelanjutan menjadi kunci menjaga stabilitas perusahaan.
- Menjaga Hubungan dengan Stakeholder : BOD juga berinteraksi dengan stakeholder strategis, seperti mitra bisnis, regulator, dan investor. Tujuannya memahami kepentingan mereka, merespons isu yang muncul, serta mendorong perilaku perusahaan yang berdampak positif dan berkelanjutan.
Peran Board of Directors (BOD)
Board of Directors (BOD) bertugas mengawasi dan memberi arahan strategis agar perusahaan berjalan efektif, patuh hukum, dan selaras dengan kepentingan pemegang saham serta stakeholder lainnya. BOD bekerja independen dari manajemen dan tidak terlibat dalam operasional harian. Secara garis besar, berikut peran utama BOD dalam perusahaan:
1. Menentukan Arah & Strategi Jangka Panjang
BOD membantu menetapkan visi, tujuan utama, dan fokus bisnis agar perusahaan tetap berada di jalur yang tepat seiring pertumbuhan dan perubahan pasar.
2. Pengawasan Manajemen Puncak
BOD berwenang dalam:
- Pengangkatan dan pemberhentian CEO serta manajemen senior
- Penetapan executive compensation yang adil dan berbasis kinerja
- Menentukan pola komunikasi dan evaluasi rutin dengan CEO
3. Tata Kelola & Kebijakan Perusahaan
BOD menetapkan kebijakan tingkat tinggi yang fleksibel namun tegas, sebagai pedoman bagi manajemen, kewirausahaan, dan karyawan dalam menjalankan bisnis.
4. Pengawasan Keuangan & Aset
Peran krusial BOD mencakup:
- Mengawasi anggaran dan kebutuhan pendanaan strategis
- Memantau laporan keuangan dan aktivitas akuntansi
- Melindungi aset dan kesehatan finansial perusahaan
5. Keputusan Korporasi Strategis
BOD terlibat langsung dalam keputusan besar seperti:
- Kebijakan dividen dan stock option
- Merger, akuisisi, dan divestasi aset
- Penanganan krisis bisnis
6. Reputasi & Nilai Perusahaan
BOD turut menjaga dan membangun identitas merek perusahaan di mata publik, investor, regulator, dan komunitas sebuah aset jangka panjang yang tak ternilai.
Bagaimana Board of Directors (BOD) Dipilih
Tidak ada aturan baku soal jumlah anggota Board of Directors (BOD). Namun, praktik umum di banyak perusahaan adalah 5–10 orang. Beberapa perusahaan sengaja memilih jumlah ganjil untuk menghindari hasil voting yang imbang. Selain itu, masa jabatan anggota BOD sering dibuat bergiliran (staggered terms), agar tidak semua posisi berganti sekaligus strategi ini juga membantu menjaga stabilitas dan mencegah hostile takeover.
Pemilihan Anggota BOD
1. Perusahaan Terbuka (Public Company)
Pada perusahaan publik, anggota BOD dipilih oleh pemegang saham atau owner melalui RUPS tahunan.
- Kandidat biasanya diajukan oleh nominating committee
- Investor juga dapat mengusulkan kandidat, terutama jika ingin mendorong perubahan kebijakan atau arah perusahaan
2. Perusahaan Tertutup (Private Company)
Untuk perusahaan privat, pemilihan BOD mengikuti:
- Anggaran dasar (articles of incorporation)
- Anggaran rumah tangga (bylaws)
- Kesepakatan langsung antar pemegang saham
Prosesnya cenderung lebih fleksibel, namun tetap harus menjunjung prinsip tata kelola yang baik.
Pemberhentian Anggota BOD
Anggota BOD dapat diberhentikan melalui mekanisme pemungutan suara atau prosedur lain jika terjadi pelanggaran, seperti:
- Pelanggaran fiduciary duty
- Konflik kepentingan
- Penyalahgunaan informasi internal (insider information)
- Penyalahgunaan wewenang atau pengaruh voting
- Perilaku yang melanggar aturan fit and proper test
Aturan ini penting untuk memastikan BOD tetap independen, profesional, dan bertindak demi kepentingan perusahaan serta pemegang saham.
Apa yang Membuat Board of Directors (BOD) Sukses?

BOD adalah elemen kunci dalam memastikan arah dan keberlanjutan perusahaan. Namun, efektivitas sebuah board tidak ditentukan oleh jumlah anggotanya, melainkan oleh kualitas, integritas, dan cara mereka menjalankan peran pengawasan dan strategis.
Berikut faktor utama yang membuat Board of Directors benar-benar berdampak:
1. Komposisi Keahlian yang Tepat
Setiap anggota BOD idealnya membawa keahlian yang saling melengkapi mulai dari strategi bisnis, branding, keuangan, teknologi, hukum, hingga industri yang digeluti perusahaan. Kombinasi ini membuat keputusan lebih tajam dan relevan.
2. Kolaborasi yang Sehat dan Profesional
BOD yang kuat mampu berdiskusi secara kritis tanpa konflik personal. Perbedaan sudut pandang justru menjadi nilai tambah selama diarahkan untuk tujuan yang sama: pertumbuhan dan keberlanjutan perusahaan.
3. Fokus pada Kepentingan Perusahaan
Anggota BOD harus menempatkan kepentingan perusahaan dan pemegang saham di atas kepentingan pribadi. Kemampuan mengenali dan mengelola conflict of interest adalah syarat mutlak dalam tata kelola yang sehat.
4. Transparansi dan Akuntabilitas
Proses pengawasan, pengambilan keputusan, hingga evaluasi kinerja manajemen harus dilakukan secara terbuka dan terdokumentasi. Transparansi ini membangun kepercayaan investor, regulator, dan pemangku kepentingan lainnya.
5. Peran Aktif dalam Pengawasan, Bukan Operasional
BOD yang efektif tahu batas perannya: memberi arah, mengawasi, dan mengevaluasi bukan terjebak di operasional harian. Ini memastikan manajemen tetap lincah, sementara governance tetap kuat.
BOD yang Pintar Pilih OttoDigital
Ingin Board of Directors memiliki visibilitas yang lebih akurat terhadap kinerja bisnis, arus transaksi, dan pertumbuhan pelanggan?
Dengan ekosistem OttoDigital, BOD dan manajemen mendapatkan data real-time dari POS System, Payment Gateway, dan Loyalty Program dalam satu dashboard terintegrasi membantu pengambilan keputusan strategis yang lebih cepat, terukur, dan berbasis data.
Bangun tata kelola bisnis yang transparan, performa yang terpantau, dan pertumbuhan yang berkelanjutan. Mulai transformasi tata kelola bisnis Anda bersama OttoDigital.


