biaya-payment-gateway

Biaya Payment Gateway 2025: MDR, Setup Fee, dan Biaya yang Wajib Dipahami

Memahami biaya payment gateway sangat penting bagi pemilik bisnis yang mengandalkan transaksi digital. Setiap transaksi yang dilakukan melalui channel pembayaran seperti QRIS, e-wallet, virtual account, atau kartu kredit memiliki komponen biaya yang berbeda-beda. Jika tidak diperhitungkan sejak awal, biaya ini berpotensi mengurangi margin keuntungan terutama pada bisnis dengan volume transaksi tinggi atau harga produk yang tidak terlalu besar.

Sebagian pemilik bisnis masih menganggap biaya payment gateway hanya sekadar “potongan transaksi”, padahal sebenarnya ada banyak elemen yang membentuk total biaya. Mulai dari MDR, biaya setup awal, biaya bulanan, refund, settlement, hingga biaya chargeback, semuanya perlu dipahami dengan struktur dan mekanisme yang jelas. Artikel ini membahas seluruh komponen biaya tersebut secara mendalam agar bisnis dapat mengoptimalkan operasional dan memilih penyedia payment gateway yang paling efisien.

Apa Saja Komponen Biaya dalam Payment Gateway?

Struktur biaya payment gateway berbeda-beda tergantung penyedia dan jenis channel yang dipilih. Beberapa biaya terkait langsung dengan transaksi, sementara biaya lainnya muncul karena permintaan fitur tambahan, proses operasional, atau kebijakan perbankan. Berikut komponen biaya yang paling umum muncul dalam layanan payment gateway.

1. MDR (Merchant Discount Rate)

MDR adalah biaya potongan yang dikenakan pada setiap transaksi yang berhasil. Besaran MDR biasanya berbentuk persentase dari nilai transaksi. Channel seperti e-wallet, QRIS, dan kartu kredit sangat identik dengan MDR.

MDR bisa berbeda-beda tergantung:

  • jenis metode pembayaran,
  • kategori bisnis,
  • jenis merchant (reguler, besar, atau khusus),
  • kebijakan bank dan penyedia layanan.

Sebagai contoh, transaksi menggunakan e-wallet biasanya memiliki MDR yang lebih tinggi dibanding QRIS karena biaya operasional dan insentif yang dikeluarkan oleh penyedia e-wallet. Sementara kartu kredit dapat memiliki MDR yang lebih tinggi lagi karena ada risiko chargeback serta biaya operasional jaringan kartu internasional.

Penjelasan resmi mengenai MDR QRIS dapat ditemukan melalui materi Bank Indonesia di halaman sistem pembayaran

2. Setup Fee (Biaya Setup Awal)

Setup fee adalah biaya yang dikenakan pada awal pendaftaran merchant. Biaya ini tidak selalu ada di semua penyedia, namun masih digunakan oleh beberapa payment gateway terutama yang menawarkan layanan tingkat enterprise. Setup fee biasanya digunakan untuk menutupi proses seperti:

  • verifikasi dokumen legal perusahaan,
  • aktivasi akun dan pembuatan merchant ID,
  • konfigurasi API atau integrasi sistem,
  • penyesuaian dashboard atau modul khusus,
  • onboarding teknis untuk tim merchant.

Untuk bisnis kecil hingga menengah, banyak penyedia sudah menghilangkan setup fee agar onboarding lebih mudah. Tetapi untuk bisnis dengan kebutuhan integrasi khusus, biaya setup dapat tetap muncul sebagai bagian dari layanan premium.

3. Monthly Fee (Biaya Bulanan)

Monthly fee atau subscription fee muncul ketika merchant membutuhkan fitur tambahan yang lebih spesifik. Biaya ini biasanya hadir pada penyedia yang melengkapi layanan mereka dengan dukungan teknis 24/7, fraud detection canggih, laporan analitik lanjutan, atau layanan enterprise.

Contoh fitur yang umumnya membutuhkan biaya bulanan:

  • dashboard dengan analitik mendalam,
  • fitur rekonsiliasi otomatis,
  • fraud detection berbasis machine learning,
  • layanan merchant support khusus,
  • akses ke API tambahan untuk integrasi kompleks.

Penyedia internasional seperti Stripe memberikan gambaran struktur subscription fee secara transparan, baca disini

4. Biaya Per Transaksi Berbasis Channel

Beberapa metode pembayaran tidak menggunakan MDR, melainkan biaya tetap per transaksi. Virtual account (VA) adalah contoh paling umum. Untuk VA, bank atau payment gateway biasanya membebankan biaya tetap baik per transaksi berhasil maupun per nomor VA yang dibuat.

Perbedaan biaya per channel:

  • Virtual Account: biaya per transaksi, biasanya tetap (flat fee).
  • E-Wallet: biaya berbasis persentase (MDR).
  • QRIS: biaya berbasis MDR yang diatur Bank Indonesia.
  • Kartu Kredit: MDR + potensi biaya tambahan antifraud.

Pemahaman struktur biaya per channel sangat penting agar bisnis dapat menentukan metode pembayaran yang paling menguntungkan berdasarkan nilai transaksi rata-rata dan frekuensi pembelian.

5. Biaya Refund

Refund adalah komponen biaya yang paling sering terlewat oleh pelaku usaha. Tidak semua penyedia payment gateway memberikan skema refund yang sama. Ada yang memberikan refund gratis, ada yang mengembalikan MDR sebagian, ada pula yang menahan MDR sepenuhnya meskipun transaksi dibatalkan.

Jenis biaya refund yang mungkin muncul:

  • biaya admin setiap kali refund diproses,
  • MDR tidak dikembalikan,
  • potongan tambahan untuk transaksi tertentu,
  • biaya teknis untuk proses verifikasi refund.

Refund yang sering terjadi tanpa perhitungan biaya dapat mengurangi pendapatan bisnis secara signifikan, terutama usaha yang menjual produk digital, voucher, atau layanan e-commerce.

Baca juga : Payment Gateway OttoDigital Bisa Apa Saja?

6. Settlement Fee (Biaya Pencairan Dana)

Settlement fee muncul ketika penyedia membebankan biaya untuk mencairkan dana ke rekening bisnis. Beberapa penyedia memberikan pencairan gratis untuk bank tertentu, tetapi memberlakukan biaya jika merchant mencairkan dana ke bank lain. Ada juga penyedia yang memberikan opsi pencairan cepat (instant settlement) dengan tambahan biaya.

Model umum settlement fee:

  • biaya tetap per pencairan,
  • biaya hanya dikenakan untuk pencairan ke bank tertentu,
  • biaya per batch settlement,
  • biaya tambahan jika merchant memilih pencairan harian atau realtime.

Pemilik bisnis perlu memastikan apakah settlement fee dikenakan per transaksi, per hari, atau hanya ketika ingin dana cair lebih cepat dari jadwal standar.

7. Biaya Chargeback

Chargeback adalah biaya yang dikenakan ketika pelanggan mengajukan sengketa terhadap transaksi kartu kredit. Proses chargeback melibatkan bank penerbit kartu, pemilik kartu, dan merchant. Jika merchant dianggap bersalah, maka selain dana transaksi, merchant juga dapat dikenakan biaya chargeback.

Risiko chargeback lebih tinggi pada bisnis digital seperti tiket, voucher, edukasi online, dan produk non-fisik. Untuk itu, banyak payment gateway menyediakan fitur antifraud tambahan.

Struktur Biaya yang Umum Ditemukan pada Payment Gateway di Indonesia

biaya-payment-gateway-terpenting

Struktur biaya payment gateway di Indonesia memiliki pola yang cenderung mirip, meskipun setiap penyedia memiliki kebijakan yang berbeda. Berikut gambaran umum biaya dari beberapa metode pembayaran utama.

1. E-Wallet (GoPay, OVO, DANA, ShopeePay, OttoCash)

Channel ini memiliki tingkat penggunaan yang sangat tinggi terutama di sektor F&B, retail, dan e-commerce. E-wallet biasanya menggunakan model MDR dengan rentang 1,5% hingga 2,5%.

E-wallet populer karena memberikan pengalaman checkout yang cepat, tingkat keberhasilan transaksi yang tinggi, serta memberikan kepastian dana masuk dalam waktu relatif singkat. Meskipun MDR-nya lebih tinggi, banyak bisnis tetap memprioritaskan e-wallet karena konversi pelanggan dianggap lebih optimal.

2. QRIS

MDR QRIS telah diatur oleh Bank Indonesia, sehingga tarifnya relatif konsisten di semua penyedia layanan. QRIS biasanya memiliki MDR maksimal 0,7% untuk kategori reguler, menjadikannya salah satu metode pembayaran yang paling terjangkau bagi merchant.

QRIS sangat cocok untuk bisnis offline seperti F&B, retail, dan layanan jasa, karena pelanggan hanya perlu memindai QR tanpa harus berpindah aplikasi. Penyedia payment gateway biasanya menambahkan dashboard laporan yang memudahkan rekonsiliasi transaksi QRIS.

Baca juga : Panduan Cara Daftar QRIS untuk Usaha, Ini Step-Stepnya!

3. Virtual Account (VA)

VA memiliki biaya tetap per transaksi yang sekitar Rp3.000 – Rp5.000 dari sebagian besar bank besar. VA sangat ideal untuk transaksi bernilai besar seperti pembelian produk elektronik, cicilan pendidikan, atau pembayaran tagihan karena tidak mengenakan potongan berbasis persentase.

VA juga cocok untuk sistem yang membutuhkan verifikasi otomatis seperti top-up saldo, deposit, dan pembayaran B2B. Keuntungan utama VA adalah stabilitas transaksi yang tinggi dan minim kendala teknis.

4. Kartu Kredit dan Debit

Biaya pada channel ini bervariasi, namun biasanya melibatkan MDR dan potensi biaya antifraud tambahan. Tingkat MDR kartu kredit lebih tinggi karena risiko chargeback lebih besar, namun channel ini sangat penting untuk bisnis yang menjual produk atau layanan bernilai tinggi.

Channel kartu kredit biasanya memiliki tingkat keberhasilan transaksi yang berbeda tergantung bank, jenis kartu, dan verifikasi 3DS yang digunakan. Penyedia payment gateway biasanya menyediakan opsi antifraud tambahan untuk melindungi merchant.

Skenario Perhitungan Biaya untuk Bisnis

Skenario 1 — Bisnis F&B

Konteks

  • Harga produk rata-rata: Rp50.000
  • Jumlah transaksi bulanan: 1.000
  • Distribusi channel: 60% e-wallet, 40% QRIS

Biaya

  • E-wallet MDR: 2%
  • QRIS MDR: 0,7%

Perhitungan

  • 600 transaksi e-wallet × Rp50.000 × 2% = Rp600.000
  • 400 transaksi QRIS × Rp50.000 × 0,7% = Rp140.000

Total biaya bulanan: Rp740.000

Skenario 2 — Online Retail Store

Konteks

  • VA digunakan untuk transaksi besar
  • E-wallet digunakan untuk transaksi cepat
  • Nilai transaksi rata-rata: Rp200.000
  • 300 transaksi VA dan 200 transaksi e-wallet

Biaya

  • VA: Rp4.000/transaksi
  • E-wallet MDR: 2%

Perhitungan

  • 300 × Rp4.000 = Rp1.200.000
  • 200 × Rp200.000 × 2% = Rp800.000

Total biaya bulanan: Rp2.000.000

Cara Memilih Payment Gateway dengan Biaya Paling Ideal

Pemilihan payment gateway bukan hanya tentang biaya yang paling murah, tetapi juga tentang efisiensi operasional dan stabilitas transaksi.

1. Evaluasi Transparansi Biaya

Penyedia payment gateway yang baik harus memiliki halaman pricing yang jelas dan mudah dipahami. Transparansi sangat penting untuk menghindari biaya tersembunyi yang baru muncul setelah merchant mulai bertransaksi.

2. Pastikan Channel Pembayaran Lengkap

Channel wajib yang sebaiknya tersedia:

  • QRIS
  • E-wallet
  • Virtual Account
  • Kartu kredit

Channel yang lengkap membantu merchant meningkatkan peluang konversi pelanggan dan mendukung berbagai tipe pengguna.

3. Periksa Kecepatan Settlemen

Kecepatan pencairan dana memiliki dampak langsung terhadap operasional bisnis. Sistem pencairan yang cepat membantu menjaga arus kas tetap stabil, terutama pada bisnis yang beroperasi harian.

4. Perhatikan Tingkat Keberhasilan Transaksi

Biaya rendah tidak akan memberikan keuntungan jika banyak transaksi gagal. Tingkat keberhasilan transaksi sangat penting untuk menghindari komplain pelanggan dan mengurangi kerugian operasional seperti refund atau transaksi yang harus diulang.

5. Perhatikan Fitur Keamanan dan Fraud Detection

Fitur antifraud dapat mengurangi risiko kerugian, terutama jika bisnis menerima pembayaran kartu kredit atau menjual produk digital. Semakin canggih sistem antifraud, semakin kecil potensi terjadinya chargeback yang merugikan.

Siap Memilih Payment Gateway untuk Bisnis Anda?

Memilih Payment Gateway bukan sekadar fitur tambahan, melainkan investasi penting untuk pertumbuhan bisnis online. Pastikan Anda memilih penyedia yang terintegrasi mudah dengan platform e-commerce Anda (WooCommerceShopify, dll.), menawarkan biaya transaksi yang kompetitif, dan memiliki dukungan pelanggan yang responsif.

Dengan Payment Gateway yang tepat, bisnis Anda tidak hanya akan lebih aman tetapi juga siap bersaing dan berkembang di pasar digital!

OttoDigital memberikan layanan payment gateway terbaik yang dilengkapi sistem keamanan yang kuat. Dapatkan informasi selengkapnya di sini.

Hanya untuk Karyawan OttoDigital

Situs ini dibatasi hanya untuk karyawan OttoDigital. Pastikan Anda telah masuk dengan email OttoDigital Anda di browser untuk mengunjungi situs ini

Hanya untuk Karyawan OttoDigital

Situs ini dibatasi hanya untuk karyawan OttoDigital. Pastikan Anda telah masuk dengan email OttoDigital Anda di browser untuk mengunjungi situs ini