{"id":18815,"date":"2026-08-17T10:00:00","date_gmt":"2026-08-17T03:00:00","guid":{"rendered":"https:\/\/ottodigital.id\/artikel\/?p=18815"},"modified":"2026-08-18T13:37:12","modified_gmt":"2026-08-18T06:37:12","slug":"harga-pokok-penjualan-adalah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ottodigital.id\/artikel\/harga-pokok-penjualan-adalah\/","title":{"rendered":"Harga Pokok Penjualan Adalah: Rumus, Fungsi, dan Cara Menghitung HPP"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Harga Pokok Penjualan adalah<\/strong> total biaya yang secara langsung berkaitan dengan barang atau produk yang berhasil dijual dalam periode tertentu. Dalam bisnis, istilah ini lebih sering disingkat menjadi <strong>HPP<\/strong>.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bagi pemilik toko, restoran, kafe, minimarket, maupun bisnis dengan banyak cabang, HPP bukan sekadar angka untuk kebutuhan laporan keuangan. Nilai tersebut membantu Anda mengetahui berapa biaya sebenarnya yang dikeluarkan untuk menghasilkan penjualan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Misalnya, sebuah kedai menjual kopi seharga Rp25.000. Angka tersebut bukan berarti bisnis memperoleh keuntungan Rp25.000. Masih ada biaya biji kopi, susu, gula, kemasan, dan bahan lain yang harus diperhitungkan terlebih dahulu.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Karena itu, menghitung HPP dengan tepat akan membantu bisnis menentukan harga jual, membaca margin keuntungan, mengontrol persediaan, hingga mengevaluasi efisiensi operasional.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Harga Pokok Penjualan Adalah<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dilansir <a href=\"https:\/\/www.netsuite.com\/portal\/resource\/articles\/financial-management\/cost-of-goods-sold-cogs.shtml\" rel=\"noopener\">Oracle<\/a>, Harga Pokok Penjualan atau HPP adalah nilai seluruh biaya yang melekat pada barang atau produk yang telah terjual dalam periode tertentu.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam bisnis perdagangan, HPP umumnya berkaitan dengan nilai persediaan awal, pembelian barang, serta persediaan akhir.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sementara pada bisnis produksi atau F&amp;B, perhitungannya dapat melibatkan bahan baku, biaya tenaga kerja langsung, hingga biaya lain yang berhubungan langsung dengan pembuatan produk.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sederhananya, HPP menjawab pertanyaan:<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>\u201cBerapa biaya yang harus dikeluarkan bisnis untuk menghasilkan barang yang berhasil dijual?\u201d<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Angka tersebut kemudian digunakan untuk menghitung laba kotor.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Secara sederhana:<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Laba Kotor = Penjualan Bersih \u2212 Harga Pokok Penjualan<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jika penjualan tinggi tetapi HPP juga terlalu tinggi, keuntungan bisnis belum tentu besar.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Itulah mengapa pemilik usaha perlu melihat penjualan dan HPP secara bersamaan.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Mengapa Harga Pokok Penjualan Penting bagi Bisnis?<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tidak sedikit bisnis yang berfokus pada omzet tetapi kurang memperhatikan struktur biaya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Padahal, omzet besar belum tentu menghasilkan keuntungan yang sehat.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dengan memahami HPP, pemilik bisnis dapat melihat apakah produk benar-benar menghasilkan margin yang sesuai atau justru memiliki biaya terlalu tinggi.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>1. Membantu Menentukan Harga Jual<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Harga jual sebaiknya tidak ditentukan hanya berdasarkan harga kompetitor.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bisnis perlu mengetahui biaya dasar produk terlebih dahulu.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Misalnya:<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">HPP satu produk adalah Rp20.000.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jika dijual Rp21.000, bisnis hanya memiliki selisih Rp1.000 sebelum memperhitungkan biaya operasional lain.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dengan mengetahui HPP, Anda dapat menentukan harga yang lebih realistis agar bisnis tetap kompetitif sekaligus memiliki margin yang sehat.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>2. Mengetahui Laba Kotor<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">HPP merupakan komponen utama dalam menghitung laba kotor.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Contohnya:<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Penjualan satu bulan: Rp100.000.000<br>HPP: Rp60.000.000<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Maka:<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Laba Kotor = Rp100.000.000 \u2212 Rp60.000.000 = Rp40.000.000<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dari angka tersebut, pemilik bisnis dapat melanjutkan perhitungan biaya operasional untuk mengetahui laba bersih. Pilih<a href=\"https:\/\/ottodigital.id\/artikel\/aplikasi-kasir-terbaik\/\"> aplikasi kasir terbaik<\/a> sesuai kebutuhan dan skala operasional bisnis Anda.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>3. Mengukur Efisiensi Operasional<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Perubahan HPP dapat menjadi tanda bahwa ada sesuatu yang perlu diperhatikan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Misalnya:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>harga bahan baku meningkat;<\/li>\n\n\n\n<li>terlalu banyak bahan terbuang;<\/li>\n\n\n\n<li>pembelian dari pemasok menjadi lebih mahal;<\/li>\n\n\n\n<li>stok rusak atau hilang;<\/li>\n\n\n\n<li>proses produksi kurang efisien.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jika HPP terus meningkat sementara harga jual tidak berubah, margin bisnis akan semakin tertekan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>4. Membantu Mengontrol Persediaan<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">HPP berhubungan langsung dengan nilai stok.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jika pencatatan stok tidak akurat, perhitungan HPP juga berpotensi salah.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Karena itu, bisnis dengan banyak SKU atau cabang membutuhkan pencatatan persediaan yang lebih terstruktur.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>5. Menilai Performa Produk<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pemilik bisnis dapat membandingkan HPP antarproduk untuk mengetahui mana yang memberikan margin lebih baik.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Contohnya:<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Produk A memiliki omzet tinggi tetapi margin hanya 10%.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Produk B memiliki omzet lebih kecil tetapi margin mencapai 40%.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Informasi seperti ini penting saat menentukan produk yang perlu dipromosikan, dihentikan, atau diperbaiki struktur biayanya. <a href=\"https:\/\/ottodigital.id\/artikel\/aplikasi-kasir-gratis-selamanya\/\">Aplikasi kasir gratis selamanya<\/a> dapat menjadi pilihan awal bagi usaha dengan anggaran terbatas.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>6. Mendukung Pengambilan Keputusan<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">HPP dapat digunakan sebagai dasar ketika bisnis ingin:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>menaikkan harga;<\/li>\n\n\n\n<li>melakukan promosi;<\/li>\n\n\n\n<li>mengganti pemasok;<\/li>\n\n\n\n<li>membuat paket <em>bundling<\/em>;<\/li>\n\n\n\n<li>membuka cabang baru;<\/li>\n\n\n\n<li>menghentikan produk;<\/li>\n\n\n\n<li>memperbaiki resep atau komposisi produk.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Keputusan akhirnya lebih berbasis data, bukan sekadar perkiraan.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Perbedaan Harga Pokok Penjualan dan Harga Pokok Produksi<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Harga Pokok Penjualan dan Harga Pokok Produksi sering dianggap sama, padahal keduanya memiliki fungsi berbeda.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Harga Pokok Produksi<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Harga Pokok Produksi merupakan total biaya yang diperlukan untuk menghasilkan barang selama periode tertentu.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Komponennya biasanya terdiri dari:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>bahan baku;<\/li>\n\n\n\n<li>tenaga kerja langsung;<\/li>\n\n\n\n<li>biaya produksi lainnya.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Harga Pokok Produksi menunjukkan <strong>berapa biaya yang digunakan untuk membuat barang<\/strong>.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Harga Pokok Penjualan<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Harga Pokok Penjualan menunjukkan <strong>biaya barang yang benar-benar sudah terjual<\/strong>.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Artinya, barang yang masih tersimpan sebagai stok belum seluruhnya dibebankan sebagai HPP.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Karena itu, pada bisnis manufaktur, Harga Pokok Produksi akan menjadi salah satu komponen dalam perhitungan Harga Pokok Penjualan. Gunakan<a href=\"https:\/\/ottodigital.id\/artikel\/printer-kasir\/\"> printer kasir<\/a> untuk mencetak struk transaksi secara cepat dan rapi.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Apa Saja Komponen Harga Pokok Penjualan?<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Komponen HPP berbeda tergantung model bisnis.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Namun secara umum terdapat beberapa unsur utama yang perlu diperhatikan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>1. Persediaan Awal<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Persediaan awal adalah nilai barang yang tersedia pada awal periode.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Misalnya Anda ingin menghitung HPP bulan Agustus.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Maka persediaan awal biasanya berasal dari nilai persediaan pada akhir Juli.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>2. Pembelian Bersih<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pembelian bersih merupakan nilai pembelian barang setelah memperhitungkan biaya atau pengurang yang relevan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Perhitungannya dapat berupa:<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Pembelian Bersih = Pembelian + Biaya Angkut \u2212 Retur Pembelian \u2212 Potongan Pembelian<\/strong><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>3. Persediaan Akhir<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Persediaan akhir merupakan nilai barang yang masih tersisa pada akhir periode.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Barang tersebut belum terjual sehingga tidak dimasukkan ke dalam HPP periode berjalan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>4. Bahan Baku<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Untuk bisnis produksi dan F&amp;B, bahan baku menjadi salah satu komponen paling penting.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Contohnya pada kedai kopi:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>biji kopi;<\/li>\n\n\n\n<li>susu;<\/li>\n\n\n\n<li>gula;<\/li>\n\n\n\n<li>sirup;<\/li>\n\n\n\n<li>es;<\/li>\n\n\n\n<li>kemasan.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pada restoran, komponen dapat berupa daging, beras, sayuran, saus, minyak, dan bahan lainnya. <a href=\"https:\/\/ottodigital.id\/artikel\/mesin-kasir-android\/\">Mesin kasir Android<\/a> menawarkan sistem transaksi yang praktis dan mudah digunakan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>5. Tenaga Kerja Langsung<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tenaga kerja langsung adalah biaya pekerja yang terlibat secara langsung dalam proses pembuatan produk.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Komponen ini lebih relevan pada bisnis manufaktur atau produksi.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>6. Biaya Produksi Langsung<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Beberapa biaya tambahan yang berkaitan langsung dengan produksi juga dapat masuk ke perhitungan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Namun, pemilik bisnis perlu membedakannya dari biaya operasional umum seperti pemasaran, administrasi kantor, dan biaya lain yang tidak secara langsung membentuk produk.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Rumus Harga Pokok Penjualan<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Rumus HPP dapat berbeda berdasarkan jenis bisnis.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Rumus HPP Perusahaan Dagang<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Untuk perusahaan dagang, rumus yang paling umum digunakan adalah:<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>HPP = Persediaan Awal + Pembelian Bersih \u2212 Persediaan Akhir<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Contohnya:<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Persediaan awal: Rp20.000.000<br>Pembelian bersih: Rp50.000.000<br>Persediaan akhir: Rp15.000.000<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Maka:<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>HPP = Rp20.000.000 + Rp50.000.000 \u2212 Rp15.000.000<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>HPP = Rp55.000.000<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Artinya, biaya barang yang berhasil dijual selama periode tersebut adalah Rp55.000.000.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Rumus HPP Perusahaan Manufaktur<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bisnis manufaktur perlu menghitung Harga Pokok Produksi terlebih dahulu.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Secara sederhana:<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Harga Pokok Produksi = Bahan Baku Digunakan + Tenaga Kerja Langsung + Biaya Produksi<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kemudian:<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>HPP = Persediaan Barang Jadi Awal + Harga Pokok Produksi \u2212 Persediaan Barang Jadi Akhir<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Perhitungannya lebih kompleks karena bisnis tidak hanya membeli barang kemudian menjualnya kembali, tetapi juga melakukan proses produksi. <a href=\"https:\/\/ottodigital.id\/artikel\/aplikasi-kasir-cafe-2\/\">Aplikasi kasir cafe<\/a> membantu mengelola pesanan, pembayaran, dan stok bahan baku.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Rumus HPP Bisnis Jasa<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bisnis jasa tidak selalu memiliki persediaan fisik.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Karena itu, pendekatan perhitungannya lebih banyak berfokus pada biaya langsung untuk memberikan layanan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Contohnya:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>tenaga kerja langsung;<\/li>\n\n\n\n<li>material yang digunakan;<\/li>\n\n\n\n<li>biaya pihak ketiga;<\/li>\n\n\n\n<li>perlengkapan khusus layanan.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dengan demikian, biaya yang benar-benar terkait dengan penyediaan jasa perlu dipisahkan dari biaya operasional umum.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Cara Menghitung Harga Pokok Penjualan<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Untuk bisnis retail atau perdagangan, proses menghitung HPP dapat dilakukan melalui beberapa tahapan berikut.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>1. Tentukan Persediaan Awal<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Catat nilai persediaan barang pada awal periode.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Contoh:<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Persediaan awal = Rp30.000.000<\/strong><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>2. Hitung Pembelian<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Selanjutnya, hitung total barang yang dibeli selama periode tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Misalnya:<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pembelian barang: Rp70.000.000<br>Biaya angkut: Rp2.000.000<br>Retur pembelian: Rp3.000.000<br>Potongan pembelian: Rp1.000.000<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Maka:<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Pembelian Bersih = Rp70.000.000 + Rp2.000.000 \u2212 Rp3.000.000 \u2212 Rp1.000.000<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Pembelian Bersih = Rp68.000.000<\/strong><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>3. Hitung Barang Tersedia untuk Dijual<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Gunakan rumus:<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Barang Tersedia untuk Dijual = Persediaan Awal + Pembelian Bersih<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Maka:<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Rp30.000.000 + Rp68.000.000 = Rp98.000.000<\/strong><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>4. Tentukan Persediaan Akhir<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Misalnya setelah melakukan <em>stock opname<\/em>, nilai barang yang tersisa adalah:<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Rp28.000.000<\/strong><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>5. Hitung HPP<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Gunakan rumus:<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>HPP = Barang Tersedia untuk Dijual \u2212 Persediaan Akhir<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Maka:<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Rp98.000.000 \u2212 Rp28.000.000 = Rp70.000.000<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jadi, Harga Pokok Penjualan bisnis selama periode tersebut adalah <strong>Rp70.000.000<\/strong>. Sistem<a href=\"https:\/\/ottodigital.id\/artikel\/kasir-pos\/\"> kasir POS<\/a> memudahkan bisnis mengelola transaksi dan laporan penjualan secara terpusat.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Contoh Menghitung Harga Pokok Penjualan Toko Retail<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"682\" src=\"https:\/\/ottodigital.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/harga-pokok-penjualan-adalah-2-1024x682.png\" alt=\"harga pokok penjualan adalah\" class=\"wp-image-18816\" srcset=\"https:\/\/ottodigital.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/harga-pokok-penjualan-adalah-2-1024x682.png 1024w, https:\/\/ottodigital.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/harga-pokok-penjualan-adalah-2-300x200.png 300w, https:\/\/ottodigital.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/harga-pokok-penjualan-adalah-2-768x512.png 768w, https:\/\/ottodigital.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/harga-pokok-penjualan-adalah-2.png 1280w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Misalnya sebuah minimarket memiliki data selama Agustus:<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Persediaan awal: Rp50.000.000<br>Pembelian: Rp90.000.000<br>Biaya pengiriman: Rp4.000.000<br>Retur pembelian: Rp2.000.000<br>Potongan pembelian: Rp2.000.000<br>Persediaan akhir: Rp45.000.000<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pertama, hitung pembelian bersih:<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Pembelian Bersih = Rp90.000.000 + Rp4.000.000 \u2212 Rp2.000.000 \u2212 Rp2.000.000<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Pembelian Bersih = Rp90.000.000<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kemudian:<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>HPP = Rp50.000.000 + Rp90.000.000 \u2212 Rp45.000.000<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>HPP = Rp95.000.000<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jika penjualan pada bulan yang sama mencapai Rp140.000.000:<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Laba Kotor = Rp140.000.000 \u2212 Rp95.000.000<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Laba Kotor = Rp45.000.000<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dari sini, pemilik toko dapat melanjutkan analisis terhadap biaya operasional lainnya. <a href=\"https:\/\/ottodigital.id\/artikel\/sistem-kasir\/\">Sistem kasir<\/a> yang tepat dapat meningkatkan kecepatan dan akurasi transaksi.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Contoh HPP pada Bisnis F&amp;B<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Perhitungan HPP pada F&amp;B perlu lebih detail karena setiap menu dapat terdiri dari beberapa bahan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Misalnya satu gelas kopi susu membutuhkan:<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kopi: Rp4.000<br>Susu: Rp5.000<br>Gula aren: Rp2.000<br>Es: Rp500<br>Gelas dan tutup: Rp1.500<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Total biaya bahan:<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Rp4.000 + Rp5.000 + Rp2.000 + Rp500 + Rp1.500 = Rp13.000<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jika kopi susu dijual Rp25.000, maka margin kotor per produk sebelum memperhitungkan biaya operasional lainnya adalah:<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Rp25.000 \u2212 Rp13.000 = Rp12.000<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dari sini, pemilik kafe dapat mengevaluasi apakah margin tersebut cukup untuk menutupi:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>sewa lokasi;<\/li>\n\n\n\n<li>gaji;<\/li>\n\n\n\n<li>listrik;<\/li>\n\n\n\n<li>pemasaran;<\/li>\n\n\n\n<li>aplikasi;<\/li>\n\n\n\n<li>biaya operasional lainnya.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Karena itulah bisnis F&amp;B sebaiknya tidak menentukan harga menu hanya berdasarkan harga kompetitor. <a href=\"https:\/\/ottodigital.id\/artikel\/aplikasi-kasir-pc-gratis-full-version-offline\/\">Aplikasi kasir PC gratis full version offline<\/a> dapat digunakan untuk mencatat transaksi tanpa koneksi internet.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Apa Hubungan HPP dengan Margin Keuntungan?<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">HPP berpengaruh langsung terhadap margin.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Semakin tinggi HPP terhadap harga jual, semakin kecil margin kotor yang diperoleh bisnis.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Contohnya:<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Harga jual: Rp100.000<br>HPP: Rp60.000<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Margin kotor:<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Rp100.000 \u2212 Rp60.000 = Rp40.000<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Margin dalam persentase:<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Rp40.000 \u00f7 Rp100.000 \u00d7 100% = 40%<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jika biaya bahan naik sehingga HPP menjadi Rp75.000 tetapi harga jual tetap Rp100.000, margin turun menjadi hanya 25%.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kondisi seperti ini perlu dipantau agar kenaikan biaya tidak menggerus keuntungan tanpa disadari.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Menghitung HPP<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Perhitungan HPP terlihat sederhana, tetapi kesalahan data dapat menghasilkan keputusan bisnis yang kurang tepat.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Tidak Memperbarui Harga Beli<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Harga pemasok dapat berubah.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jika bisnis masih menggunakan nilai pembelian lama, HPP produk menjadi tidak sesuai kondisi aktual.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Persediaan Tidak Akurat<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Selisih antara stok fisik dan sistem akan memengaruhi persediaan akhir.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Akibatnya, nilai HPP juga menjadi tidak akurat.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Tidak Memasukkan Retur<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Barang yang dikembalikan ke pemasok harus diperhitungkan agar nilai pembelian bersih tidak terlalu besar.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Mencampur Biaya Operasional dengan HPP<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tidak semua biaya bisnis masuk HPP.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Biaya pemasaran, biaya administrasi, dan beberapa pengeluaran lainnya biasanya dikategorikan terpisah.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Tidak Melakukan <\/strong><strong><em>Stock Opname<\/em><\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tanpa pemeriksaan fisik secara berkala, bisnis sulit mengetahui apakah catatan sistem benar-benar sesuai kondisi di lapangan.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Cara Menekan Harga Pokok Penjualan<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Menurunkan HPP bukan berarti mengorbankan kualitas.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tujuannya adalah membuat penggunaan sumber daya lebih efisien.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Negosiasikan Harga dengan Pemasok<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Volume pembelian yang semakin besar dapat menjadi dasar untuk mendapatkan harga yang lebih kompetitif.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Evaluasi Pemasok Secara Berkala<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bandingkan harga, kualitas barang, ketepatan pengiriman, dan fleksibilitas pembayaran.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jangan hanya terpaku pada satu pemasok jika terdapat alternatif yang lebih efisien.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Kurangi Produk Terbuang<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pada bisnis F&amp;B, <em>waste<\/em> dapat menjadi sumber pembengkakan HPP.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Gunakan standar resep dan kontrol bahan yang konsisten.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Pantau Produk <\/strong><strong><em>Slow Moving<\/em><\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Produk yang terlalu lama tersimpan meningkatkan risiko rusak, kedaluwarsa, atau harus dijual dengan diskon besar.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Atur Persediaan Berdasarkan Data Penjualan<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jangan melakukan pembelian berdasarkan perkiraan semata.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Gunakan data penjualan untuk melihat pola permintaan dan menentukan jumlah stok yang lebih ideal. <a href=\"https:\/\/ottodigital.id\/artikel\/kasir-pintar-desktop\/\">Kasir pintar desktop<\/a> membantu pengelolaan transaksi melalui komputer atau laptop.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Mengapa Data POS Membantu Mengontrol HPP?<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Perhitungan HPP sangat bergantung pada kualitas data transaksi dan persediaan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jika pencatatan masih dilakukan melalui beberapa file terpisah, risiko perbedaan data akan semakin besar.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sistem POS membantu mencatat transaksi sejak barang keluar dari kasir.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ketika sebuah produk terjual, data tersebut dapat digunakan untuk:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>memperbarui persediaan;<\/li>\n\n\n\n<li>melihat jumlah produk terjual;<\/li>\n\n\n\n<li>membandingkan performa produk;<\/li>\n\n\n\n<li>memantau penjualan per cabang;<\/li>\n\n\n\n<li>membantu proses <em>stock opname<\/em>;<\/li>\n\n\n\n<li>mengevaluasi margin.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dengan demikian, pengelolaan HPP tidak hanya dilakukan ketika membuat laporan akhir bulan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pemilik bisnis dapat mulai memantau perubahan biaya dan penjualan sejak aktivitas operasional berlangsung.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Kelola Penjualan dan Stok dengan HelloBill by OttoDigital<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Menghitung HPP akan lebih mudah jika data transaksi dan persediaan bisnis sudah tercatat secara terstruktur sejak awal.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>HelloBill by OttoDigital<\/strong> hadir sebagai POS System yang membantu bisnis retail dan F&amp;B mengelola aktivitas kasir hingga operasional bisnis dengan lebih praktis.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Transaksi Tercatat Lebih Rapi<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Setiap penjualan tercatat melalui sistem sehingga proses rekap tidak perlu sepenuhnya bergantung pada pencatatan manual.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Pantau Persediaan<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Data transaksi dan stok dapat digunakan untuk membantu pemilik bisnis memahami pergerakan barang dan kebutuhan persediaan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Kelola Banyak Outlet<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Untuk bisnis yang memiliki lebih dari satu cabang, pengelolaan operasional yang terpusat membantu pemilik usaha melihat performa masing-masing outlet secara lebih mudah.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Lihat Laporan Penjualan<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Data penjualan dapat membantu bisnis mengetahui produk yang laris, perkembangan transaksi, serta performa operasional.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Mendukung Bisnis Retail dan F&amp;B<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">HelloBill dapat digunakan untuk mendukung kebutuhan bisnis seperti toko retail, restoran, kafe, dan berbagai usaha lain yang membutuhkan sistem kasir serta pencatatan operasional yang lebih terstruktur.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dengan data transaksi yang lebih rapi, pemilik bisnis memiliki dasar yang lebih kuat untuk menganalisis HPP, margin, stok, hingga strategi penjualan.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>FAQ Seputar Harga Pokok Penjualan<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Harga Pokok Penjualan Adalah Apa?<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Harga Pokok Penjualan adalah biaya yang berkaitan dengan barang atau produk yang telah berhasil dijual selama periode tertentu.<\/strong> HPP digunakan untuk mengetahui biaya dasar penjualan sekaligus menghitung laba kotor bisnis.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Apa Rumus Harga Pokok Penjualan?<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Untuk perusahaan dagang, rumus umum yang digunakan adalah:<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>HPP = Persediaan Awal + Pembelian Bersih \u2212 Persediaan Akhir<\/strong><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>HPP Terdiri dari Apa Saja?<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Komponen HPP bergantung pada jenis bisnis. Secara umum dapat mencakup:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>persediaan awal;<\/li>\n\n\n\n<li>pembelian;<\/li>\n\n\n\n<li>biaya angkut pembelian;<\/li>\n\n\n\n<li>retur;<\/li>\n\n\n\n<li>potongan pembelian;<\/li>\n\n\n\n<li>persediaan akhir.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pada bisnis produksi, komponen juga dapat mencakup bahan baku, tenaga kerja langsung, dan biaya produksi.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>HPP Masuk ke Laporan Apa?<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Harga Pokok Penjualan biasanya dicantumkan dalam laporan laba rugi untuk menghitung laba kotor.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Apa Perbedaan HPP dan Harga Jual?<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">HPP merupakan biaya yang dikeluarkan untuk menghasilkan atau memperoleh produk yang dijual.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sementara harga jual adalah nilai yang dibayarkan pelanggan untuk membeli produk tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Selisih antara harga jual dan HPP menjadi margin kotor sebelum memperhitungkan biaya lainnya.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Apakah Gaji Karyawan Masuk HPP?<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tergantung jenis pekerjaannya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tenaga kerja yang secara langsung berkaitan dengan proses produksi dapat masuk dalam perhitungan biaya produksi. Sementara gaji bagian administrasi, pemasaran, atau fungsi umum biasanya dicatat sebagai biaya operasional.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Bagaimana Cara Mengetahui HPP Terlalu Tinggi?<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bandingkan HPP dengan harga jual dan margin dari waktu ke waktu.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jika HPP meningkat sementara harga jual tidak berubah, margin akan turun. Bisnis perlu mengevaluasi harga bahan, pemasok, <em>waste<\/em>, stok, atau proses produksi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Harga Pokok Penjualan adalah salah satu angka penting yang perlu dipahami pemilik bisnis karena menunjukkan biaya barang yang benar-benar menghasilkan penjualan.<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dengan menghitung HPP secara tepat, bisnis dapat menentukan harga jual dengan lebih rasional, mengetahui laba kotor, mengontrol persediaan, mengevaluasi margin, serta menemukan biaya yang perlu diefisienkan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Perhitungan HPP juga semakin penting ketika bisnis memiliki banyak produk atau cabang. Semakin besar volume transaksi, semakin sulit mengandalkan pencatatan manual.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Karena itu, penggunaan <a href=\"https:\/\/ottodigital.id\/point-of-sales\/?utm_source=website_organik&amp;utm_medium=articles&amp;utm_campaign=seo\">POS System<\/a> seperti <strong>HelloBill by OttoDigital<\/strong> dapat membantu bisnis mencatat transaksi, mengelola persediaan, serta memantau laporan penjualan dengan lebih terstruktur.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dengan data operasional yang lebih rapi, keputusan terkait harga, stok, produk, hingga pengembangan bisnis dapat dibuat berdasarkan kondisi bisnis yang sebenarnya.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Harga Pokok Penjualan adalah total biaya yang secara langsung berkaitan dengan barang atau produk yang berhasil dijual dalam periode tertentu. Dalam bisnis, istilah ini lebih sering disingkat menjadi HPP. Bagi pemilik toko, restoran, kafe, minimarket, maupun bisnis dengan banyak cabang, HPP bukan sekadar angka untuk kebutuhan laporan keuangan. Nilai tersebut membantu Anda mengetahui berapa biaya [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":18817,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[30,202],"class_list":["post-18815","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","tag-ottodigital-id","tag-pos-system"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ottodigital.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/18815","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/ottodigital.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ottodigital.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ottodigital.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ottodigital.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=18815"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/ottodigital.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/18815\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":18818,"href":"https:\/\/ottodigital.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/18815\/revisions\/18818"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ottodigital.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/18817"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ottodigital.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=18815"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ottodigital.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=18815"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ottodigital.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=18815"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}