{"id":17977,"date":"2026-06-02T10:00:00","date_gmt":"2026-06-02T03:00:00","guid":{"rendered":"https:\/\/ottodigital.id\/?p=17977"},"modified":"2026-06-02T10:00:00","modified_gmt":"2026-06-02T03:00:00","slug":"petty-cash","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ottodigital.id\/artikel\/petty-cash\/","title":{"rendered":"Petty Cash: Pengertian, Manfaat, Cara Mencatat, dan Tipsnya"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam operasional bisnis, tidak semua pengeluaran harus bernilai besar. Ada banyak kebutuhan kecil yang muncul setiap hari, mulai dari membeli alat tulis, membayar parkir, fotokopi dokumen, mengganti galon, hingga biaya transportasi mendadak.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Meski nominalnya kecil, pengeluaran seperti ini tetap perlu dikelola dengan rapi. Jika tidak dicatat, bisnis bisa kehilangan kontrol atas arus kas harian.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Di sinilah <strong>petty cash<\/strong> berperan penting.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Petty cash membantu bisnis menyediakan dana kecil yang siap digunakan untuk kebutuhan operasional cepat tanpa harus melalui proses pembayaran yang panjang. Namun, agar tetap akuntabel, petty cash perlu dikelola dengan sistem pencatatan yang jelas.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Lalu, apa itu petty cash? Bagaimana cara mencatatnya? Dan bagaimana tips mengelolanya agar tetap efisien?<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Simak pembahasan lengkapnya berikut ini.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Apa Itu Petty Cash?<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dilansir <a href=\"https:\/\/fingate.stanford.edu\/business-travel-expenses\/petty-cash\" rel=\"noopener\">Stanford University<\/a>, petty cash adalah dana kas kecil yang disediakan perusahaan untuk membiayai kebutuhan operasional harian dengan nominal kecil dan sifatnya mendesak.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dana ini biasanya digunakan untuk transaksi yang tidak efektif jika diproses melalui rekening utama, pengajuan transfer, atau prosedur pembayaran formal.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Contoh penggunaan petty cash antara lain:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Membeli alat tulis kantor<\/li>\n\n\n\n<li>Membayar biaya parkir<\/li>\n\n\n\n<li>Membeli konsumsi rapat kecil<\/li>\n\n\n\n<li>Fotokopi dokumen<\/li>\n\n\n\n<li>Membayar ongkos kurir<\/li>\n\n\n\n<li>Membeli kebutuhan mendadak operasional<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam bisnis pendidikan, petty cash sering digunakan untuk membeli tinta printer, kertas ujian, perlengkapan kelas, atau transportasi guru saat ada kegiatan luar sekolah.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Walaupun nilainya kecil, petty cash tetap harus dicatat agar tidak menimbulkan selisih kas atau potensi penyalahgunaan dana.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Mengapa Petty Cash Penting untuk Bisnis?<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Petty cash membantu bisnis bergerak lebih cepat dalam memenuhi kebutuhan operasional harian.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tanpa kas kecil, pengeluaran sederhana bisa menjadi lambat karena harus melewati proses persetujuan panjang.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Misalnya, sebuah lembaga kursus membutuhkan tinta printer mendadak sebelum kelas dimulai. Jika harus menunggu proses transfer atau persetujuan keuangan, kegiatan belajar bisa terganggu. Dengan petty cash, kebutuhan tersebut dapat langsung dipenuhi, lalu dicatat dan dilaporkan setelah transaksi selesai.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Inilah yang membuat petty cash penting untuk menjaga kelancaran operasional bisnis.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Manfaat Petty Cash untuk Operasional Bisnis<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pengelolaan petty cash yang baik dapat memberikan banyak manfaat bagi bisnis.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>1. Mempercepat Pengeluaran Kecil<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Petty cash membuat kebutuhan kecil bisa langsung dipenuhi tanpa proses administrasi yang terlalu panjang.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Hal ini sangat membantu untuk kebutuhan yang bersifat mendadak dan harus segera diselesaikan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>2. Membantu Kelancaran Operasional<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kebutuhan sederhana seperti alat tulis, konsumsi internal, atau biaya transportasi sering kali terlihat kecil, tetapi dapat menghambat pekerjaan jika tidak tersedia.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Petty cash memastikan operasional tetap berjalan tanpa hambatan kecil yang mengganggu produktivitas.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>3. Mempermudah Kontrol Pengeluaran<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dengan pencatatan yang rapi, bisnis dapat mengetahui pengeluaran kecil apa saja yang sering terjadi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Data ini berguna untuk membuat anggaran operasional yang lebih akurat.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>4. Mengurangi Beban Transaksi Formal<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tidak semua transaksi perlu diproses melalui rekening utama perusahaan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Petty cash membantu memisahkan pengeluaran kecil dari transaksi besar agar administrasi keuangan lebih efisien.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>5. Membantu Audit Internal<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jika setiap pengeluaran dilengkapi bukti dan dicatat dengan benar, petty cash dapat mempermudah proses audit internal.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tim keuangan bisa menelusuri penggunaan dana dengan lebih transparan.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Contoh Penggunaan Petty Cash dalam Bisnis<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Setiap bisnis dapat menggunakan petty cash sesuai kebutuhan operasionalnya.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Bisnis Pendidikan<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Digunakan untuk membeli kertas ujian, spidol, alat praktik, fotokopi materi, atau transportasi pengajar.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Bisnis Retail<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Digunakan untuk membeli kantong belanja tambahan, kebutuhan toko, atau biaya kirim lokal.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Bisnis F&amp;B<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Digunakan untuk membeli bahan kecil yang habis mendadak, gas, air galon, atau perlengkapan dapur. Kenali juga <a href=\"https:\/\/ottodigital.id\/artikel\/point-of-sales\/fnb\/?utm_source=website_organik&#038;utm_medium=articles&#038;utm_campaign=seo\">aplikasi kasir restoran<\/a> yang perlu Anda ketahui.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Bisnis Kantor<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Digunakan untuk membeli alat tulis, konsumsi rapat, perangko, atau kebutuhan kebersihan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Bisnis Event<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Digunakan untuk kebutuhan mendadak di lokasi acara, seperti kabel tambahan, konsumsi kru, atau biaya transportasi.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Metode Pencatatan Petty Cash<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Agar petty cash tetap terkendali, bisnis perlu menerapkan metode pencatatan yang jelas.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ada dua metode yang umum digunakan.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>1. Metode Imprest<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Metode imprest adalah sistem kas kecil dengan jumlah saldo tetap.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Misalnya, perusahaan menetapkan petty cash sebesar Rp1.000.000. Setiap kali ada pengeluaran, jumlah tersebut dicatat dan disertai bukti transaksi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ketika saldo tersisa Rp200.000, petugas petty cash mengajukan pengisian ulang sebesar total pengeluaran yang sudah terjadi, sehingga saldo kembali menjadi Rp1.000.000.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Keunggulan metode imprest:<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Lebih mudah diawasi<\/li>\n\n\n\n<li>Saldo selalu tetap<\/li>\n\n\n\n<li>Cocok untuk audit<\/li>\n\n\n\n<li>Mengurangi risiko penggunaan dana tidak jelas<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Metode ini banyak digunakan karena lebih rapi dan mudah dikontrol.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>2. Metode Fluktuatif<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pada metode fluktuatif, saldo petty cash tidak harus tetap. Pengisian dana dapat dilakukan sesuai kebutuhan operasional.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Misalnya, jika bulan ini kebutuhan lebih besar, perusahaan bisa menambah saldo petty cash lebih banyak dari bulan sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Keunggulan metode fluktuatif:<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Lebih fleksibel<\/li>\n\n\n\n<li>Cocok untuk bisnis dengan kebutuhan tidak tetap<\/li>\n\n\n\n<li>Mudah disesuaikan dengan kondisi operasional<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Namun, metode ini membutuhkan pengawasan lebih ketat karena saldo kas bisa berubah-ubah.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Format Pencatatan Petty Cash<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pencatatan petty cash sebaiknya dibuat sederhana tetapi lengkap.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kolom yang perlu dicatat antara lain:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Tanggal transaksi<\/li>\n\n\n\n<li>Nomor bukti<\/li>\n\n\n\n<li>Deskripsi pengeluaran<\/li>\n\n\n\n<li>Nama penerima dana<\/li>\n\n\n\n<li>Jumlah pengeluaran<\/li>\n\n\n\n<li>Sisa saldo<\/li>\n\n\n\n<li>Bukti transaksi<\/li>\n\n\n\n<li>Nama petugas pencatat<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Contoh:<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tanggal: 10 Januari 2026<br>Deskripsi: Pembelian tinta printer<br>Jumlah: Rp85.000<br>Bukti: <a href=\"https:\/\/ottodigital.id\/artikel\/artikel\/struk\/\">Struk<\/a> toko<br>Saldo akhir: Rp915.000<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Format ini bisa dibuat menggunakan buku kas kecil, Excel, Google Sheets, atau sistem keuangan digital.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Tips Mengelola Petty Cash agar Tetap Aman<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"682\" src=\"https:\/\/ottodigital.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/petty-cash-adalah-2-1024x682.jpg\" alt=\"Petty Cash\" class=\"wp-image-17978\" srcset=\"https:\/\/ottodigital.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/petty-cash-adalah-2-1024x682.jpg 1024w, https:\/\/ottodigital.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/petty-cash-adalah-2-300x200.jpg 300w, https:\/\/ottodigital.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/petty-cash-adalah-2-768x512.jpg 768w, https:\/\/ottodigital.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/petty-cash-adalah-2.jpg 1280w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Petty cash perlu dikelola dengan disiplin agar tidak menimbulkan masalah keuangan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>1. Tetapkan Batas Maksimal Pengeluaran<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tentukan batas nominal untuk setiap transaksi petty cash. Misalnya, petty cash hanya boleh digunakan untuk pengeluaran maksimal Rp250.000 per transaksi.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>2. Tunjuk Penanggung Jawab<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pilih satu orang yang bertanggung jawab mengelola dan mencatat petty cash. Hal ini membantu menjaga akuntabilitas.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>3. Wajib Sertakan Bukti Transaksi<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Setiap pengeluaran harus memiliki bukti seperti struk, nota, atau tanda terima. Tanpa bukti, pengeluaran sebaiknya tidak disetujui.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>4. Pisahkan Petty Cash dari Dana Lain<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Simpan petty cash di tempat khusus agar tidak tercampur dengan kas penjualan atau dana pribadi.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>5. Lakukan Rekonsiliasi Rutin<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Cocokkan saldo fisik dengan catatan petty cash secara berkala. Jika ada selisih, segera telusuri penyebabnya.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>6. Gunakan Pencatatan Digital<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pencatatan digital membantu pemantauan lebih cepat, transparan, dan mudah diakses oleh tim keuangan.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Tantangan dalam Mengelola Petty Cash<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Meski terlihat sederhana, pengelolaan petty cash juga memiliki tantangan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Beberapa masalah yang sering terjadi antara lain:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Bukti transaksi hilang<\/li>\n\n\n\n<li>Pengeluaran tidak tercatat<\/li>\n\n\n\n<li>Saldo fisik tidak sesuai catatan<\/li>\n\n\n\n<li>Penggunaan dana tanpa persetujuan<\/li>\n\n\n\n<li>Rekap manual memakan waktu<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Karena itu, bisnis perlu mulai mempertimbangkan sistem pembayaran dan pencatatan yang lebih modern.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Petty Cash dan Digitalisasi Operasional Bisnis<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Di era digital, pengelolaan petty cash tidak harus selalu dilakukan secara manual.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bisnis dapat mulai menggunakan sistem digital untuk:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Mencatat pengeluaran kecil<\/li>\n\n\n\n<li>Memantau <a href=\"https:\/\/ottodigital.id\/artikel\/artikel\/cash-flow\/\"><em>cash flow<\/em><\/a><\/li>\n\n\n\n<li>Mengurangi risiko human error<\/li>\n\n\n\n<li>Mempercepat proses approval<\/li>\n\n\n\n<li>Menyimpan bukti transaksi secara online<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Digitalisasi membantu petty cash menjadi lebih transparan dan mudah diaudit.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Hubungan Petty Cash dengan Sistem Pembayaran Digital<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Petty cash memang digunakan untuk pengeluaran kecil. Namun, semakin banyak bisnis mulai mengurangi penggunaan uang tunai dan beralih ke metode pembayaran digital.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dengan pembayaran digital, bisnis bisa:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Melacak transaksi lebih mudah<\/li>\n\n\n\n<li>Mengurangi risiko kehilangan uang fisik<\/li>\n\n\n\n<li>Mempercepat rekonsiliasi<\/li>\n\n\n\n<li>Memantau pengeluaran secara real-time<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Inilah alasan mengapa solusi QRIS dan payment gateway semakin relevan untuk mendukung operasional bisnis modern.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Solusi QRIS dan Payment Gateway dari OttoDigital<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">OttoDigital membantu bisnis mengelola transaksi digital dengan lebih praktis, aman, dan terintegrasi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Melalui solusi QRIS dan <em>payment gateway<\/em>, bisnis dapat menerima serta mengelola berbagai metode pembayaran dalam satu sistem yang rapi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Keunggulan OttoDigital:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Mendukung pembayaran QRIS<\/li>\n\n\n\n<li>Terintegrasi dengan berbagai metode pembayaran digital<\/li>\n\n\n\n<li>Monitoring transaksi secara real-time<\/li>\n\n\n\n<li>Membantu pencatatan transaksi lebih transparan<\/li>\n\n\n\n<li>Cocok untuk UMKM hingga enterprise<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dengan sistem pembayaran digital yang tepat, bisnis bisa mengurangi ketergantungan pada kas manual dan menciptakan operasional yang lebih efisien.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Petty cash adalah dana kas kecil yang digunakan untuk membiayai kebutuhan operasional harian dengan nominal kecil dan sifatnya mendesak.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Keberadaan petty cash membantu bisnis bergerak lebih cepat, menjaga kelancaran operasional, dan mempermudah pengeluaran sederhana.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Namun, petty cash tetap harus dikelola dengan pencatatan yang rapi, bukti transaksi lengkap, serta pengawasan rutin agar tetap transparan dan akuntabel.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Di tengah perkembangan digital, bisnis juga perlu mulai mengoptimalkan sistem pembayaran agar transaksi lebih mudah dipantau.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dengan solusi <a href=\"https:\/\/ottodigital.id\/artikel\/payment\/qris\/?utm_source=website_organik&#038;utm_medium=articles&#038;utm_campaign=seo\">QRIS<\/a> dan <a href=\"https:\/\/ottodigital.id\/artikel\/payment\/?utm_source=website_organik&#038;utm_medium=articles&#038;utm_campaign=seo\"><em>payment gateway<\/em><\/a> dari OttoDigital, bisnis dapat membangun sistem pembayaran yang lebih modern, aman, dan efisien.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Saatnya kelola transaksi bisnis dengan lebih rapi bersama OttoDigital.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dalam operasional bisnis, tidak semua pengeluaran harus bernilai besar. Ada banyak kebutuhan kecil yang muncul setiap hari, mulai dari membeli alat tulis, membayar parkir, fotokopi dokumen, mengganti galon, hingga biaya transportasi mendadak. Meski nominalnya kecil, pengeluaran seperti ini tetap perlu dikelola dengan rapi. Jika tidak dicatat, bisnis bisa kehilangan kontrol atas arus kas harian. Di [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":17979,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[30,31,212],"class_list":["post-17977","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","tag-ottodigital-id","tag-payment-gateway-id","tag-qris-id"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ottodigital.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/17977","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/ottodigital.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ottodigital.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ottodigital.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ottodigital.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=17977"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/ottodigital.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/17977\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ottodigital.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/17979"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ottodigital.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=17977"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ottodigital.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=17977"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ottodigital.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=17977"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}