{"id":14158,"date":"2025-12-01T14:18:04","date_gmt":"2025-12-01T07:18:04","guid":{"rendered":"https:\/\/ottodigital.id\/?p=13301"},"modified":"2025-12-01T14:18:04","modified_gmt":"2025-12-01T07:18:04","slug":"cash-disbursement","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ottodigital.id\/artikel\/cash-disbursement\/","title":{"rendered":"Cash Disbursement : Pengertian, Jenis, dan Contohnya!"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Setiap perusahaan membutuhkan sistem yang efisien dan akurat untuk melacak <em>cash disbursement<\/em> komponen krusial dalam memantau <em>cash flow<\/em>. Pengelolaan arus kas yang baik bukan hanya soal A\/R dan A\/P, ini adalah indikator kesehatan bisnis yang menentukan kemampuan perusahaan bertahan dan berkembang.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Namun, mengelola <em>cash flow<\/em> bukan hal mudah. Faktanya, <a href=\"https:\/\/www.intuit.com\/company\/press-room\/press-releases\/2019\/quickbooks-study-cash-flow-woes-mean-a-third-of-small-businesses-can-t-make-payroll-pay-bills\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">61% CEO bisnis mengaku kesulitan tidur karena masalah arus kas<\/a>. Arus kas yang buruk dapat menyebabkan peluang bisnis terlewat, pendapatan hilang, hubungan dengan karyawan maupun vendor memburuk, hingga risiko menutup operasional.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sebaliknya, <em>cash flow tracking<\/em> yang tepat membuka peluang baru, memungkinkan perusahaan lebih lincah merespons dinamika pasar, menghadirkan produk atau layanan baru, dan mendorong pertumbuhan berkelanjutan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Karena itu, penting memahami apa itu <em>cash disbursement<\/em>, bagaimana prosesnya, cara mengoptimasi, dan bagaimana OttoDigital yang tepat dapat menyederhanakan seluruh alurnya.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Apa Itu Cash Disbursement?<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dilansir <a href=\"https:\/\/ramp.com\/blog\/what-is-cash-disbursement\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">ramp<\/a>, <em>cash disbursement<\/em> adalah arus keluar kas perusahaan untuk kebutuhan operasional, investasi, atau biaya finansial lainnya. Aktivitas ini menjadi elemen penting dalam pengelolaan <em>cash flow<\/em> serta pencatatan keuangan yang akurat.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Prosesnya umumnya melibatkan <em>approval<\/em> dan tahapan verifikasi untuk mencegah fraud dan memastikan transparansi. Contoh umumnya mencakup pembayaran gaji, tagihan vendor, pajak, hingga kewajiban operasional lainnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Manajemen <em>cash disbursement<\/em> yang efektif membantu perusahaan mengoptimalkan arus kas, menjaga stabilitas finansial, dan meningkatkan kontrol terhadap pengeluaran.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Kenapa Cash Disbursement Penting untuk Perusahaan?<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><em>Cash disbursement<\/em> adalah elemen penting dalam <em>cash flow tracking<\/em>. Jika arus kas keluar tercatat lebih besar daripada pendapatan, itu menjadi indikator awal potensi masalah finansial.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pencatatan <a href=\"https:\/\/ottodigital.id\/artikel\/artikel\/disbursement\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">disbursement<\/a> juga membantu memetakan metode pembayaran, serta membedakan dana yang sudah dan belum di-<em>disburse<\/em>. Hasilnya, perusahaan mendapatkan gambaran yang lebih akurat tentang posisi kas.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bagi bisnis kecil, pengendalian biaya operasional sangat krusial. Tanpa pemantauan yang ketat, arus kas dapat cepat menipis dan berisiko membawa perusahaan menuju kondisi insolvensi.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Jenis Cash Disbursement<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam aktivitas keuangan perusahaan, <em>cash disbursement<\/em> hadir dalam beberapa kategori utama. Setiap jenis memiliki kebijakan, proses, dan implikasi berbeda terhadap arus kas maupun kontrol internal.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Pembayaran Vendor<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ini adalah <em>disbursement<\/em> yang dilakukan untuk memenuhi kewajiban kepada <em>supplier<\/em> atas barang atau jasa yang sudah diterima. Termasuk di dalamnya <em>invoice payment<\/em> untuk kebutuhan operasional seperti <em>office supplies<\/em>, layanan IT, atau biaya produksi.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pembayaran <a href=\"https:\/\/ottodigital.id\/artikel\/artikel\/vendor-adalah\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">vendor<\/a> biasanya mengikuti <em>payment terms<\/em> tertentu misalnya net 30 atau net 60 yang mempengaruhi strategi <em>cash flow management<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Gaji dan Payroll Karyawan<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Disbursement ini bersifat rutin dan wajib, mencakup gaji pokok, tunjangan, bonus, hingga potongan pajak. Pembayarannya umumnya dilakukan melalui <em>direct deposit<\/em> dan memerlukan sistem <em>payroll<\/em> yang akurat serta patuh pada regulasi.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Karena jumlahnya signifikan, payroll menjadi komponen penting dalam proyeksi arus kas bulanan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Reimbursement Karyawan<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Merupakan penggantian biaya yang sebelumnya dikeluarkan karyawan untuk kepentingan perusahaan. Contohnya biaya perjalanan dinas, makan nasabah, atau transportasi.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Proses <em>reimbursement<\/em> membutuhkan bukti transaksi, <em>approval workflow<\/em>, serta kebijakan yang jelas untuk mencegah <em>overspending<\/em> dan klaim yang tidak valid.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Petty Cash<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ini adalah dana kas kecil untuk kebutuhan harian bernilai kecil dan mendesak yang tidak memerlukan proses <em>procurement<\/em> formal. Misalnya pembelian kopi kantor, alat tulis sederhana, atau biaya kurir.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Meskipun kecil,<em> petty cash<\/em> tetap membutuhkan pencatatan dan <em>reconciliation<\/em> berkala agar tidak menimbulkan celah bagi <em>misuse<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Pelunasan Pinjaman (Loan Repayments)<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Disbursement ini mencakup cicilan bulanan kepada lembaga keuangan untuk pinjaman bisnis, <em>credit line<\/em>, atau leasing aset. Pembayaran tepat waktu penting untuk menjaga <em>creditworthiness<\/em> perusahaan dan menghindari penalti. Jenis disbursement ini juga memengaruhi struktur modal dan stabilitas jangka panjang perusahaan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dengan memahami tiap jenis <em>cash disbursement<\/em> secara detail, perusahaan dapat mengelola pengeluaran lebih efektif, menjaga visibilitas arus kas, serta memperkuat kontrol keuangan dan kepatuhan internal.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong><em>Baca Juga : <\/em><\/strong><a href=\"https:\/\/ottodigital.id\/artikel\/artikel\/referral-program\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"><strong><em>Cara Sukses Membuat Referral Program yang Menarik di 2026<\/em><\/strong><\/a><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Perbedaan Cash Disbursement&nbsp;<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam pengelolaan keuangan perusahaan, <em>cash disbursement<\/em>, <em>reimbursement<\/em>, dan <em>payment<\/em> sering muncul dan wajib dibedakan agar pencatatan tetap akurat. Berikut penjelasan ringkasnya:<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-table\"><table class=\"has-fixed-layout\"><tbody><tr><td><strong>Jenis Transaksi<\/strong><\/td><td><strong>Penerima Dana<\/strong><\/td><td><strong>Pihak yang Membayar Awal<\/strong><\/td><td><strong>Hubungan Pembayaran<\/strong><\/td><td><strong>Contoh<\/strong><\/td><\/tr><tr><td><strong>Cash Disbursement<\/strong><\/td><td>Pihak mana pun (vendor, karyawan, pemerintah, dll.)<\/td><td>Perusahaan<\/td><td>Semua arus kas keluar perusahaan<\/td><td>Pembayaran gaji, pajak, invoice vendor<\/td><\/tr><tr><td><strong>Reimbursement<\/strong><\/td><td>Karyawan\/individu<\/td><td>Karyawan\/individu<\/td><td>Penggantian biaya yang dikeluarkan sebelumnya<\/td><td>Penggantian biaya perjalanan dinas<\/td><\/tr><tr><td><strong>Payment<\/strong><\/td><td>Vendor\/penyedia layanan<\/td><td>Perusahaan<\/td><td>Pembayaran langsung untuk barang\/jasa<\/td><td>Bayar sewa kantor, langganan <em>software<\/em><\/td><\/tr><\/tbody><\/table><\/figure>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Proses Cash Disbursement<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Proses <em>cash disbursement<\/em> pada perusahaan umumnya berlangsung melalui tahapan berikut:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Pengajuan &amp; Persetujuan Awal<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Unit atau karyawan mengajukan permintaan pembelian atau <em>invoice<\/em> untuk divalidasi. Manajer terkait memastikan kebutuhan, nilai, dan kepatuhan sebelum memberikan persetujuan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Pemrosesan Dokumen Pembayaran<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Setelah disetujui, tim akuntansi menerima dan menginput <em>invoice<\/em> atau permintaan pembayaran ke dalam sistem, memastikan data sesuai dengan dokumen pendukung.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Pencatatan dalam Jurnal<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Setiap transaksi dicatat ke jurnal <em>cash disbursement<\/em> lengkap dengan informasi pihak penerima, nominal, dan kategori biaya guna menjaga transparansi dan akuntabilitas.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Penentuan Metode Pembayaran<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tim akuntansi memilih metode pembayaran yang paling efisien\u2014misalnya <em>cheque<\/em>, <em>bank transfer<\/em>, atau <em>electronic payment<\/em> sesuai preferensi vendor, nilai transaksi, dan urgensi.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Persetujuan Akhir<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sebelum dieksekusi, pembayaran melalui tahap <em>final approval<\/em> oleh pihak berwenang seperti CFO atau <em>controller<\/em> untuk memastikan kontrol internal tetap terjaga.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Eksekusi Pembayaran<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pembayaran dilaksanakan sesuai metode yang telah ditetapkan, baik melalui penerbitan <em>cheque<\/em> maupun instruksi transfer.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Rekonsiliasi Transaksi<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Setelah pembayaran keluar, transaksi dicocokkan dengan mutasi rekening bank dan jurnal <em>cash disbursement<\/em> untuk menjaga keakuratan pembukuan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Verifikasi &amp; Koreksi<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Terakhir, tim akuntansi melakukan pengecekan untuk mendeteksi ketidaksesuaian atau kesalahan, lalu melakukan penyesuaian bila diperlukan.<\/p>\n\n\n\n<pre class=\"wp-block-verse\"><strong><em>Baca Juga : <\/em><\/strong><a href=\"https:\/\/ottodigital.id\/artikel\/artikel\/churn-rate\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"><strong><em>Churn Rate : Pengertian, Tipe, dan Cara Menguranginya<\/em><\/strong><\/a><\/pre>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Contoh Cash Dishbursement<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/ottodigital.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/cash-disbursement-2-1024x682.jpg\" alt=\"cash disbursement\" class=\"wp-image-13302\"\/><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam operasional bisnis sehari-hari, <em>cash disbursement<\/em> muncul dalam berbagai situasi. Polanya mirip, namun setiap jenis memiliki detail dan kontrol yang berbeda.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Pembayaran Invoice Vendor<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Prosesnya dimulai dari verifikasi invoice dengan <em>purchase order<\/em> atau bukti pengiriman. Setelah itu, pembayaran harus melewati <em>approval<\/em> manajer terkait, lalu tim keuangan menyiapkan cek atau instruksi pembayaran dengan detail yang jelas.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Otoritas penandatangan menyetujui pembayaran sebelum cek dikirimkan atau diproses. Seluruh transaksi kemudian dicatat <em>debit accounts payable, credit cash<\/em> dan dokumen pendukung disimpan sebagai <em>audit trail<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Reimbursement Perjalanan Dinas Karyawan<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Karyawan mengajukan laporan biaya lengkap dengan bukti transaksi. Tim keuangan meninjau kesesuaian dengan kebijakan perusahaan dan memastikan relevansi bisnisnya.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Setelah disetujui atasan, pembayaran dilakukan melalui payroll atau transfer terpisah. Jurnal dicatat ke akun beban yang sesuai, dan dokumen disimpan sebagai arsip keuangan serta kepatuhan internal.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Pembayaran Cicilan Pinjaman Bulanan<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Perusahaan menghitung jumlah pembayaran sesuai porsi pokok dan bunga berdasarkan <em>loan agreement<\/em>. Pembayaran diproses melalui <em>electronic transfer<\/em> atau cek, kemudian dikonfirmasi oleh lembaga keuangan.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jurnal dicatat <em>debit loan payable dan interest expense, credit cash<\/em> dan jadwal amortisasi diperbarui untuk menjaga transparansi kewajiban.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Tips Cash Dishbursement<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Manajemen <em>cash disbursement<\/em> yang efektif membantu bisnis tetap aman dari risiko finansial sekaligus menjaga operasional tetap lancar. Berikut praktik terbaik yang relevan.<\/p>\n\n\n\n<pre class=\"wp-block-verse\"><strong><em>Baca Juga : <\/em><\/strong><a href=\"https:\/\/ottodigital.id\/artikel\/artikel\/customer-engagement-adalah\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"><strong><em>Customer Engagement Adalah Hal yang Wajib Perusahaan Gunakan di 2026<\/em><\/strong><\/a><\/pre>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Standarisasi Proses Pencatatan<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Gunakan template dan prosedur yang konsisten untuk semua pengeluaran. Format yang seragam meminimalkan kesalahan dan mempermudah <em>tracking<\/em>, terutama saat beberapa orang terlibat dalam proses yang sama.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Maksimalkan Automation<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Implementasikan <em>software<\/em> untuk pembayaran rutin, <em>approval workflow<\/em>, hingga input data. Otomatisasi mengurangi error manual dan membuat tim bisa fokus pada aktivitas bernilai tinggi.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Terapkan Kontrol Internal<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Gunakan sistem <em>multi-approval<\/em> untuk pembayaran besar dan pisahkan peran antara otorisasi serta eksekusi pembayaran. Pendekatan ini membangun <em>check and balance<\/em> alami dan menurunkan risiko kecurangan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Rekonsiliasi Rutin<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Cocokkan catatan <em>disbursement<\/em> dengan <em>bank statement<\/em> setiap bulan, dan selidiki perbedaan segera. Rekonsiliasi yang konsisten menjaga akurasi laporan dan mencegah kesalahan menumpuk.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Simpan Dokumentasi Pendukung<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Arsipkan <em>invoice<\/em>, tanda terima, dan formulir persetujuan dalam sistem penyimpanan yang tertata. Dokumentasi lengkap memudahkan audit dan membantu analisis pola pengeluaran.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dengan menerapkan praktik ini, perusahaan dapat memperkuat pencegahan fraud, memenuhi kebutuhan <em>compliance<\/em>, serta menunjukkan tata kelola keuangan yang baik kepada pemangku kepentingan.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Optimalkan Cash Disbursement Perusahaan Anda dengan Payment Gateway OttoDigital<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ingin proses <em>cash disbursement<\/em> perusahaan berjalan lebih cepat, aman, dan terkontrol? Optimalkan alur pembayaran Anda dengan <a href=\"https:\/\/ottodigital.id\/artikel\/artikel\/payment-gateway-indonesia\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Payment Gateway Indonesia<\/a> dari OttoDigital solusi terintegrasi untuk mempermudah <em>payout<\/em>, rekonsiliasi otomatis, hingga kontrol <em>approval<\/em> yang lebih ketat Tingkatkan efisiensi &amp; akurasi pembayaran bisnis Anda sekarang bersama OttoDigital.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Setiap perusahaan membutuhkan sistem yang efisien dan akurat untuk melacak cash disbursement komponen krusial dalam memantau cash flow. Pengelolaan arus kas yang baik bukan hanya soal A\/R dan A\/P, ini adalah indikator kesehatan bisnis yang menentukan kemampuan perusahaan bertahan dan berkembang. Namun, mengelola cash flow bukan hal mudah. Faktanya, 61% CEO bisnis mengaku kesulitan tidur [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":14177,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[30,31],"class_list":["post-14158","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","tag-ottodigital-id","tag-payment-gateway-id"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ottodigital.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14158","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/ottodigital.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ottodigital.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ottodigital.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ottodigital.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=14158"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/ottodigital.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14158\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ottodigital.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/14177"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ottodigital.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=14158"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ottodigital.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=14158"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ottodigital.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=14158"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}